Ceritaku

Ceritaku
04. [Makan Malam Bersama]


__ADS_3

...Ceritaku...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Episode 04...


...[Makan Malam Bersama]...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Pukul 19:45


Di meja makan itu kini sudah dipenuhi oleh hidangan - hidangan  yang di buat oleh chef kebanggaan kita, siapa lagi kalau bukan Kenan yang membuatnya. Bagaimana Kenan bisa memasak semua makanan itu? Ya dia belajar lah.


 


Beberapa bulan sebelum kakek nya pergi, Kenan sudah mulai belajar memasak dan itu cukup sulit untuk dilakukan nya pertama kali tapi lama-kelamaan ia mulai terbiasa dan sekarang ia bisa memasak berbagai jenis makanan yang enak untuk kedua adik nya dan dirinya. Bahkan Bunda dari Kamila yang berprofesi sebagai pemilik restoran terkenal pun mengakui bahwa masakan Kenan itu sangat lezat.


 


 Saat itu Kamila mengundang Kenan dan kedua adiknya untuk makan malam di rumahnya sebagai tanda terima kasih karena sudah membantunya untuk mendapatkan juara pada olimpiade matematika saat itu dan sebagai teman pertama yang menurutnya berbeda dari teman temannya yang lain.


 

__ADS_1


Kenan sempat menolaknya tetapi Kamila adalah gadis yang keras kepala dan pantang menyerah jadi ia terus memaksa Kenan agar menerima undangannya. Pada akhirnya Kenan mengalah dan menerima undangan itu.


 


Saat sampai di rumah Kamila, Bunda Kamila sedang memasak di dapur jadi Kenan berinisiatif untuk membantunya. Bukannya mau bersikap sok akrab atau bagaimana Kenan hanya merasa tidak enak saja. Toh tuan rumahnya pun tidak keberatan soal itu. Apalagi Kenan dan Kamila baru awal-awal menjadi teman, ia tidak boleh sampai meninggalkan kesan buruk pada keluarga teman barunya itu.


 


Faktanya, Kamila adalah teman pertama Kenan setelah sekian lama dan Kamila tidak peduli dengan semua rumor yang tersebar tentang nya dan tetap ingin mengenalnya lebih jauh, hingga kini mereka menjadi sahabat.


 


 


Saat Kenan masih bergulat di dapur, kursi meja makan sudah di isi oleh tiga orang yang menatap semua hidangan itu dengan mata berbinar dan meneguk ludah mereka sendiri, itu terlihat sangat enak. Mereka ingin melahap makanan itu sekarang tapi mereka harus bersabar karena juru masaknya masih melarang mereka untuk makan, ia masih sibuk membuat minuman di dapur.


 


Kamila dengan tidak sabar berkata, “hei, Kenan cepat lah! Kami sudah lapar!”


 


“benar kak! Ayo cepat kemari dan makan bersama kami.” Kevin mengelap liur nya yang hampir keluar, sungguh iya sudah sangat lapar. Kenapa kakak nya begitu lama membuat minuman?!


 


“Kak Kenan! Ayolah kak!” Kirana Oktaviani, anak tengah atau adik pertama Kenan.


 


“Baiklah, baiklah tunggu sebentar.”


 


 


“Kau begitu lama.” Cibir Kamila


 


“sudahlah, sekarang ayo kita makan.” Kenan tidak menanggapi cibiran Kamila dan menyuruh mereka untuk mulai makan sekarang.


 


Sebenarnya, Kenan sedikit telat untuk membuat makan malam kali ini karena tadi sempat mengobrol dengan Kamila dan bermain dengan kedua adik nya di ruang tamu hingga lupa waktu. Jadilah, mereka baru makan malam sekarang.


 


... ***...


“Sarah, kau tidak pulang? Ini sudah larut.”


Jam sudah menunjukkan waktu pukul 20:25, tetapi tidak ada dari mereka yang ingin menghentikan obrolan dan beranjak tidur. Mereka masih asik dengan semua hal yang mereka bicarakan dan sesekali tertawa bersama, hingga pertanyaan yang ditujukan kepada Sarah sebelumnya dari Kenan menghentikan aktivitas mereka sejenak.


Sarah mengibaskan tangannya pelan, “tidak, aku akan menginap disini.”


“Tentang pakaianku, besok akan ada yang mengantarkannya untuk ku. Kau tidak usah khawatir” lanjutnya, mendahului Kenan yang akan bertanya lebih lanjut. Kenan mengangguk.


“ Kalau begitu kak Sarah tidur bersamaku saja, ayo kak” Kirana menarik tangan Sarah menuju kamarnya yang terletak di lantai 2.


“Aku juga akan tidur, selamat malam kak Kenan.” Ujar Kevin sambil berjalan ke arah kamarnya.


“Iya, jangan lupa cuci kaki dan sikat gigi ya!” ingat Kenan. “iya kak”


 

__ADS_1


“aku juga harus tidur, aku punya jadwal pagi besok” Setelah mengatakan itu Kenan merapikan ruang tamu yang sedikit berantakan, mencuci kaki dan sikat gigi sebelum tidur. Ini adalah kebiasaan yang diajarkan oleh orang tuanya dan kakeknya dulu.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...✓[Continue]✓...


 


Halooo para pembaca 👋👋


bagaimana kabar kalian semua?


kuharap kalian dalam keadaan sehat walafiat ya


disini author mau minta maaf karena udah lama nggak up


tapi untuk seterusnya author bakal lebih rajin lagi buat up ceritanya dan author juga berharap dukungan dari kalian semua ya


semoga kalian suka sama ceritanya


kalian kalo mau kenal author lebih jauh lagi juga boleh


jujur sebenarnya author juga butuh temen buat cerita cerita


siapa tau kalian bisa ngasih author request buat ceritanya agar lebih seru


okeh segitu aja dulu


takut nya kalian bosen dengerin ocehan author


ah dan jangan lupa buat like, komen dan vote yaa


salam hangat, author 👋☺️


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2