Ceritaku

Ceritaku
Masa itu


__ADS_3

Masa itu...


Masa itu dimana hanya ada kesenangan tanpa kita perduli akibat. Hanya ada tawa tanpa ada kesedihan.


Masa itu...


Pernah aku bermimpi tentang masa kita, dimana suatu saat nanti hanya aku dan kamu akan menjadi kita.


Mimpi itu semakin kuat ketika aku tahu kalau kamu punya rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan. Hari-hari menjadi indah ketika kita bersama, bercanda, tertawa dan berangan-angan tentang masa depan.


Tapi satu hal, ya benar setiap hari aku lalui bersamamu, tidak sehari pun tanpa dirimu, setiap detik hati ini bahagia ketika ingat tentang diri, senang karena akan bertemu denganmu. Tapi sebanyak apapun waktu yang aku habiskan bersama dengan mu, aku akui aku tidak pernah mengenal dirimu. Aku tidak tahu siapa diri, dimana rumah mu dan bagaimana kehidupanmu.

__ADS_1


Yang aku tahu, aku hanya menyukaimu, menyayangimu dan perlahan mencintaimu.


Rasa itu perlahan berubah menjadi hambar, rasa ingin tahu menjadi rasa kecurigaan. Semakin ingin tahu semakin aku tidak pernah tahu. Sampai suatu ketika aku memilih jalan lain, yang aku pikir ini lebih nyata.


Seseorang yang berada benar dihadapanku, seseorang yang senantiasa menemaniku. Orang itu adalah jalan yang aku pilih, jalan dipersimpangan antara aku dan dirimu.


Aku berjalan di jalan yang berbeda dengan mu saat ini. Tapi satu hal, rasa itu mungkin tertinggal disana bersamamu. Aku meletakkan rasa itu disamping mu agar kamu tahu, masa itu... Aku pernah sangat menyukaimu dirimu dengan semua keadaanmu.


Ada sebuah harap dalam setiap hari ku, suatu saat nanti aku bisa bertemu denganmu dengan semua rasa yang pernah ku tinggal untukmu. Meskipun kita berada di arah yang berbeda, dengan keadaan berbeda.


" Dimana pun, dan dengan siapapun kamu berada semoga kamu selalu bahagia."

__ADS_1


Maafkan aku, masa itu... Aku hanya memikirkan diriku, kesenanganku dan keegoisan ku. Tanpa pernah mengerti apa yang sebenarnya kamu inginkan.


Mungkin kamu berharap hal sama denganku, atau mungkin kamu benar tidak pernah mengingat ku. Apa pun itu semua sudah menjadi masa lalu, masa itu sudah terkubur dalam bersama kenanganku bersamamu.


Masa itu... Masa dimana hanya ada ke egoisan aku untuk selalu bersama dirimu. Masa di mana hanya aku yang boleh memilikimu. Masa dimana cemburuku mengekangmu.


Air mataku kini berderai, tapi bibir ku tersenyum. Aku tidak pernah menyesali masa itu. setidaknya aku pernah merasakan rasa dimana aku dan kamu pernah menjadi kita.


Kini saat kamu tidak lagi menemani hari-hariku aku merasa ada yang hilang, ketika aku terdiam sendiri aku merasa kembali ke masa aku bersama mu. Sesaat aku larut dalam lamunanku, suara seseoarang yang tidak asing menyadarkanku. Bahwa aku tidak lagi di masa itu.


Mungkin kamu disana tidak pernah mengingatku, apa lagi merindukanku. Biarlah, aku tidak lagi mengharapkan itu. Biar hanya aku yang larut dalam rindu ini, anggaplah ini sebagai hukuman atas perbuatanku yang dengan tega meninggalkan mu.

__ADS_1


Masa itu.... Dan Masa ini.... dua hal yang berbeda yang tidak akan pernah dipertemukan lagi oleh waktu. Biarkan aku belajar melupakan masa itu bersama sang waktu.


Aku yakin obat yang paling mujarab untuk sebuah luka adalah " waktu "


__ADS_2