
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Jangan pernah tanya bagaimana hubungan Maya dan Fandi. Mereka bahagia dan saling memahami. Tapi berbeda dengan dengan Vani yang mencoba menjalani sebuah hubungan dengan seorang lelaki yang awalnya dia berharap dia adalah lelaki yang bisa menerima dan memahami dirinya.
Namun suatu hari. Vani datang kerumah dengan berderai air mata. Perlahan tangan mungilnya mengetuk pintu rumah. aku melangkah maju membuka pintu itu. Aku melihat Vani yang berantakan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Dia segera memelukku dan aku pun membalas dekapannya yang semakin erat.
Terdengar suara Isak tangis Vani dan air matanya yang perlahan membasahi kaos dipundakku.
" Ada apa?" tanya ku sambil mendorong tubuh Vani agar aku dapat melihat wajahnya.
Vani tidak menjawab dia hanya menunduk sambil menghapus air matanya.
Aku mengandeng Vani masuk menuju kamarku agar dia bisa bercerita kepadaku dengan leluasa. aku duduk jongkok didepannya agar dapat melihat wajah Vani yang sembab. Aku diam tanganku menggenggam tangannya dan aku pun tersenyum berharap dia akan membuka mulutnya untuk bercerita kepadaku.
" Benar katamu... Rio itu cowok brengsek." kata Vani
Aku berdiri dan duduk disamping Vani dan memeluknya.
" Sabar... memangnya ada apa dengan Rio?" tanyaku
" Aku lihat dia jalan dengan cewek lain, dan saat aku mendekatinya dan mencoba menegurnya. kamu tahu apa yang katakan."
" Apa?"
" Kata cewek itu... siapa kamu datang marah-marah kek gitu?"
" Aku bilang sama cewek itu kalau aku pacarnya. Namun tahu gak, Cewek itu bilang kalau dialah pacar Rio.
" Saat aku menatap Rio, dia gak bilang apa-apa. lalu aku suruh dia milih antara aku dan cewek itu.
"Dan dia lebih milih cewek itu dari pada aku.
Aku kembali memeluk Vani yang kembali menirukan air matanya.
"aku tahu sejak awal Rio memang bukan cowok baik-baik. beberapa kali aku pernah melihatnya sedang berjalan dengan seorang cewek. dan itu pun dengan cewek yang berbeda." kataku saling menggenggam tangan Vani.
" Kenapa kamu gak bilang sama aku sih!" Vani menatapku dengan tatapan kecewa.
__ADS_1
" maafkan aku, aku tidak ingin merusak hubungan kamu. dan sekarang aku tahu aku memang salah" kataku dengan penuh penyesalan.
Vani memelukku. aku mengusap air matanya yang masih mengalir meski tidak sederas tadi. Hanya penyesalan yang kini memenuhi hatiku. aku pikir dengan menyembunyikan semuanya dari Vani akan menghindarkan dia dari rasa kecewa. tapi aku salah. harusnya sebagai teman yang baik aku memberitahukan kenyataan yang sebenarnya.
Datang dan pergi
Aku tahu
Tak akan pernah ada kisah yang sempurna
yang hanya ada kebahagiaan
Tanpa adanya air mata
Namun aku mencoba
Mencoba menjalaninya
Siap untuk menangis dan terluka
Siap untuk bahagia karena cinta
dan hanya meninggalkan sebuah luka
Cinta tak kan mundah berhenti
Secepat cinta itu datang dan mulai bersemi
Mencintaimu membuat hidupku berarti
meski kini kau tak lagi ku miliki
Cinta tak mudah berganti
Berganti menjadi benci
__ADS_1
Aku tahu kau tak akan pernah kembali
Menemaniku dalam suka dan duka lagi
Disini, aku masih tersenyum
Berharap cinta lain akan datang kembali
Mengisi hati dengan cinta lagi
Mengobati luka yang ada di hati ini
Aku yakin
Suatu saat nanti luka ini akan terganti
Dengan senyuman yang akan menghiasi hari
Biarlah waktu yang akan sembuhkan luka ini
Aku takut memulai sebuah hubungan karena ini. aku takut kehilangan. Aku takut tersakiti.
Tapi berbading terbalik dengan Vani. Maya bahagia menjalani hubungannya. Mungkin karena mereka saling menghargai dan melengkapi.
" Jangan bersedih lagi." kataku pelan
Aku berkata pelan, karena aku tahu kalau aku berada diposisinya saat ini aku pasti juga akan menangis sejadi-jadinya. meskipun hubungan mereka singkat namun pernah terjadi hari dimana hari itu menjadi hari yang paling indah untuknya.
" Aku tidak akan menjalin sebuah hubungan lagi." kata Vani.
" Jangan berkata seperti itu. aku tahu akan ada seseorang yang akan menjadi teman hidupmu nanti yang akan mengerti dirimu dan menerima dirimu apa adanya." kataku penuh keyakinan.
Vani tersenyum dan memelukku. Aku kembali memeluknya.
" Jangan bersedih lagi, karena nanti akan ada seorang pangeran yang akan datang menemani hidupmu." Aku tersenyum
__ADS_1
" Iya... pelayan harus dilupakan untuk mendapatkan seorang pangeran ya kan." kata Vani Dan kemudian tertawa dengan lepas.
......BERSAMBUNG......