Ceritaku

Ceritaku
2 [ Kilas Balik 2]


__ADS_3

...Ceritaku...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Episode 2...


...[Kilas Balik 2]...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


.......


.......


"ayo. Kita periksa kamar ibu." Kedua adiknya mengangguk, mengikuti langkah sang kakak menuju kamar orang tua mereka. Memeriksa apakah masih ada yang bisa di gunakan untuk membeli makan.


...*.*.*...


kriett....


Pintu itu di buka dengan perlahan, menampilkan sebuah kamar yang tidak begitu besar tapi juga tidak kecil. Kamar itu masih terlihat rapi walau ada sedikit debu dan sarang laba laba.


Mereka mulai masuk dan mencari barang yang mungkin bisa digunakan untuk membeli makanan. Setelah lama mencari, mereka tidak menemukan apapun bahkan kamar yang sebelumnya terlihat rapi kini sudah tidak terbentuk lagi.


"Kak, aku lelah." Kirana berujar lemah, mendudukkan dirinya di sisi ranjang orang tuanya dulu.


Kenan tidak menanggapinya. Ia juga lelah. Beberapa saat keheningan menguasai ruangan itu, hingga apa yang di temukan Kevin membuat kedua kakaknya menoleh dengan mata yang sedikit melebar terkejut. Senyuman terpatri di wajah keduanya.


" Kau jenius Kevin!" Kirana berseru senang memuji adiknya.


Kevin menemukan sebuah ponsel. Sepertinya ponsel itu adalah ponsel lama milik ayahnya. Kenan mengambilnya dan menghidupkannya.


"Di atas meja ada satu kak." Kenan buru buru mencolokkan kabel charger itu pada colokannya. Sedikit demi sedikit baterainya mulai terisi. Mereka menunggu beberapa saat, saat sudah dirasa cukup Kenan mulai menghidupkan ponsel itu lagi dan mencari aplikasi telepon.


"....."


"Halo..?"


"Halo! Kakek ini Kenan." Kenan berseru senang sekaligus terharu. Akhirnya seseorang mengangkat panggilan darinya setelah beberapa kali tidak di jawab.


"Kenan?! Cucuku!" suara dari seberang sana terdengar terkejut merasa tidak percaya akan apa yang didengarnya barusan.


"Nak, apa kau bener Kenan?! Dimana kamu sekarang? bagaimana dengan adik adik mu?!"


"hiks kakek... kami disini, tolong kami kek.." pecah sudah tangisan Kevin. Kirana pun segera memeluk adiknya mencoba menenangkannya. Ia juga sedang menahan air matanya agar tidak keluar tetapi itu sia-sia, sebulir air mata jatuh dari pelupuk matanya dan menjadi lebih deras.


...🍃🍃🍃...


Brumm...


Sebuah mobil berhenti di depan sebuah rumah modern lantai dua yang terlihat tidak berpenghuni. Rumput-rumput liar sudah tumbuh tinggi bahkan mencapai pagar di depan rumah.

__ADS_1


Berbagai tanaman hias yang ada di pekarangan rumah itu kini sudah layu dan dipenuhi rumput liar. Selain itu, banyak tanaman merambat di sekitar dinding hingga menutupi sebagian jendela dan pintu utama.


Seorang Kakek menatap rumah itu dengan tatapan tajam. Beberapa orang petugas polisi yang di bawanya mulai memeriksa sekitar. Dua orang polisi mencoba membuka pintu utama tetapi tidak bisa sepertinya terkunci, ada gembok kecil yang tergantung di sana. Mereka mendobrak pintu itu beberapa kali hingga terbuka.


Keadaan didalam rumah bahkan lebih buruk dari pada diluar rumah. Ruang tamu yang berantakan, peralatan dapur yang sudah tidak tersusun rapi dan banyaknya bungkus makanan ringan di lantai, bau sisa makanan di kulkas yang sudah tidak berfungsi, belum lagi kamar mandi yang sudah seperti tempat sampah.


Kakek itu bergegas menuju lantai 2 dengan dua orang polisi di belakangnya. mengecek setiap kamar yang ada di lantai tersebut dengan perasaan was-was.


Hingga di salah satu kamar paling ujung sang kakek menemukan tiga orang anak kecil yang tergeletak di lantai dengan keadaan yang memperihatinkan. Sang kakek bergegas memanggil petugas polisi dan membawa ketiga anak itu ke rumah sakit.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...✓[Continue]✓...


__ADS_2