
.. 𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓡𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰..
Saat ini di cafe semua kembali di sibukan dengan beberapa pesanan dari pelanggan. Mereka mencoba untuk melupakan atau bahkan menganggap apa yang mereka lihat barusan tidak terjadi. Namun ada dua orang yang terus-terusan memikirkan kejadian tersebut. Mereka adalah Viona dan juga Aiden selaku sahabat Alexa.
"Kenapa tadi aku nggak bantuin Lexa" sesal Aiden dalam hati.
"Gimana keadaan Lexa sekarang ya, semoga dia tidak di apa-apain" Khawatir Viona dalam hati.
Walaupun begitu mereka tetap profesional melakukan pekerjaan mereka. Mereka tetap mondar-mandir menyajikan pesanan para pelanggan. Sedangkan di posisi Lexa saat ini ia masih dalam perjalanan yang bahkan ia tidak tau kemana.
"Kalian mau bawa aku kemana sihh? " Tanya Alexa yang sudah jengah.
"Nona akan tau nanti" Balas Vino menenangkan Lexa agar ia tetap diam dan tidak memancing emosi Alex.
"Tapi aku sudah lelah!!" Ketus Alexa.
"Makanya diam, dari tadi banyak tingkah dan cerewet sekali" Balas Alex tak kalah ketus.
Alexa merapatkan giginya menahan kesal, ia kemudian diam seribu bahasa dan mengabaikan mereka. Tentunya Alex dan Vino juga merasa lega karena akhirnya Lexa diam dan tidak memberontak ataupun mengoceh bak burung yang kelaparan.
Setelah sampai mereka bertiga kemudian turun dari mobil. Alexa merasa tak asing dengan tempat ini. Sebuah rumah yang amat sangat besar bak istana menurut Lexa, dengan halaman yang luas bak lapangan sepak bola serta bunga-bunga indah yang banyak bak taman kota.
__ADS_1
"Kenapa kesini?" Bingung Alexa.
"Silakan Nona ikuti kami" Ucap ramah Vino mempersilahkan Lexa masuk kedalam. Setelahnya Lexa mengikuti Alex dan Vino masuk kedalam.
Setelah masuk Lexa di persilahkan duduk di ruang tamu dan menyuruhnya menunggu sebentar, sedangkan Alex dan Vino pergi entah kemana.
"Sialan, mereka yang membawaku kemari tapi mereka malah ngilang" Guman Lexa.
"TANTE!!!!" Teriak antusias seorang anak kecil yang melihat Lexa tengah duduk di ruang tamu rumahnya. Alexa yang mendengarnya pun terkejut dan menoleh. Setelah ia tau ia segera memeluk bocah kecil itu.
"Zafa, Tante kengen" Ucap Lexa melepas kerinduan.
Mereka sama-sama melepaskan kerinduan karena sudah tidak bertemu sejak mengantar Lexa pulang dari rumah sakit. Zafa sangat merasa senang karena Lexa datang kemari. Menurutnya ia datang karena merindukan dirinya.
"Cihh kalian, Lebay" Ucap Alex yang kembali bersama Vino. "Sudahlah Alex jangan begitu" Potong Vino.
"Kau--" Ucapan Lexa terpotong karena Zafa
"Sudahlah tante, jangan bicara sama om Alex dia memang bagitu" Potong Zafa menjelaskan.
"Om Alex itu orangnya kayak tembok nggak bisa senyum manis kayak Zafa, Wlekk" Sambung Zafa yang kemudian menjulurkan lidahnya pada Alex.
__ADS_1
Alexa dan Vino tertawa mendengar perkataan Zafa, karena memang benar bahwa Alex seperti tembok ., jarang tersenyum dan berekspresi ia hanya menampakkan wajah dingin yang suram setiap hari.
"Diam kalian!!!" Perintah Alex kesal.
"Alex, jangan membentak Zafa seperti itu!!" Ucap seorang wanita yang baru saja keluar dari dapur.
"Mama, Om Alex jahat" Ucap Zafa yang berlari menghampiri mamanya. Ternyata ia adalah Zaufa mama Zafa.
"Ck, pengadu" Ucap Alex.
"Kak Zaufa" Sapa Lexa melihat Zaufa yang datang sembari membawa sepiring kue.
"Halo Lexa, apa kabar?" Tanyanya sambil tersenyum dan mengabaikan dua manusia yang duduk di hadapan mereka.
"Alhamdulillah Lexa baik kak" Jawabnya Sopan.
"Lexa kau sekarang bekerja disini, jadi babysitter Zafa. Tidak ada penolakan!!!" Ucap Alex mencela pembicaraan mereka. Dan ia segera bangkit dari duduknya sebelum Lexa menjawab. Alex dan Vino segera kembali kekantor karena ada jadwal meeting yang harus mereka hadiri.
.. 𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰..
... 𝙼𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙽𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚒𝚗𝚒, 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝙻𝚒𝚔𝚎, 𝙺𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚅𝚘𝚝𝚎/𝙶𝚒𝚏𝚝, 𝚊𝚗𝚍 𝚁𝚊𝚝𝚎 𝙱𝚒𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝙻𝚒𝚖𝚊... 𝚂𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝙱𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔...
__ADS_1