CINTA CEO DINGIN DAN GADIS CUEK

CINTA CEO DINGIN DAN GADIS CUEK
Eps 04 ◕Chapter 004•~


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Vino" panggil Alex melalui telepon genggamnya.


"Ya ada apa mencariku?" ucapnya.


"Kangen ya" sambungnya dengan nada iseng.


"Cihh!!, lo pikir gw gila apa" balas Alex dengan nada dingin.


"Ya ya baiklah, kau mau apa?" Vino mengalah.


"Pesankan makan siang dari Cafe Good Mood" ucap Alex.


"Segera!!!" sambungnya.


" Baiklah pak, tunggu sebentar" ucap Vino kemudian sambil memutuskan telepon.


"Yakk beraninya memutus telepon terlebih dahulu " Ucap kesal Axel di ruangannya.


Saat ini Vino sedang berada di luar ruangan Alex dengan membawa beberapa pesanannya. Vino segera masuk kedalam sebelum Alex memarahinya.


Ceklekk.....


Pintu ruangan Alex terbuka dan menampakkan pria yang sangat maskulin, tinggi, putih bersih, dan sangat tampan.Ia segera masuk dan menutup kembali pintu tersebut dan berjalan menuju sofa di ruangan itu.


"Ini pak pesanan anda sudah tiba, silakan menikmati" Ucap Vino sopan.


"Hmmm" namun hanya di balas dehaman saja oleh Alex.


Vino yang merasa kesal pun akhirnya hanya duduk dan segera memakan makanan itu. Seperti biasa setiap makan siang Alex akan meminta Vino untuk memesankan makanan dari Cafe Good Mood, Walaupun banyak di luar sana Cafe ataupun Restoran yang lebih terkenal, namun cita rasa dan pelayanan di Cafe Good Mood tidak pernah mengecewakn. Maka dari itu Alex maupun Vino sangat menyukai tempat itu.


"Kenapa kau memakan itu" tanya aneh Alex.


"Karena aku lapar" jawab singkat Vino.


Alex pun mendekat dan mengambil sekotak makanan itu dan segera menyantapnya juga.


"Alexa!!!" panggil Liana.

__ADS_1


"Ya kak" jawab terengah-engah Lexa karena berlari.


"Cepat bersihkan tumpukan piring ini" ucap Liana sambil menujuk tumpukan piring dan gelas.


"Tapi kan kak, itu bukan pekerjaan Lexa" Ucap Alexa.


"Pekerjaan atau bukan, tetap cuci tumpukan piring tersebut Lexa" Geram Liana.


"Atau mau aku pecat kamu ya" Sambungnya kembali.


"Ta....." ucapan Lexa terpotong.


"Ada apa ini?" suara serak seseorang mengalihkan perhatian mereka.


"Pak Hendrik...." Gugup Alexa melihat Hendrik yang berdiri tak jauh darinya.


Bukan hanya Alexa saja namun semua orang yang berada di dapur juga sedikit gugup akan kehadiran Managernya. Ya.. pak Hendrik adalah manager Cafe Good Mood. Yang memiliki sifat tegas dan berwibawa. Umurnya pun belum terlalu tua yakni 26 th. Banyak yang menyukai dan mengagumi dirinya karena ia belum menikah, salah satunya ialah Liana.


Liana sangat menyukai Hendrik, bahkan ia rela melakukan apa saja hanya untuk menarik perhatian Hendrik. Namun karena merasa di abaikan dan Hendrik sepertinya dekat dengan Alexa, Liana pikir bahwa Hendrik menyukai Alexa. Maka dari itu Liana sangat membenci Alexa dan mulai mengganggu nya.


"Liana, ada apa ini?" Tanya Hendrik pada Liana.


"Kenapa kamu menyuruh Alexa mengerjakan tugas Dishwasher" Sambungan nya.


"Saya sudah memperingatkan kamu ya, jangan pernah ganggu Alexa, Kamu mengerti" Ucap Hendrik penuh penekanan.


"Sudah berulang kali Liana, jika kamu mengulangi hal yang sama saya tidak ada pilihan lain selain memecat dirimu" Ucap Hendrik.


Semua orang yang berada di sana tentunya terkejut dengan perkataan Hendrik sang manager nya. Namun apa yang dikatakan Hendrik memang ada benarnya. Sudah berpuluhan kali di tegur namun Liana tetap nekat.


Namun juga di sayang kan jika Liana pergi dari Cafe Good Mood, Karena pekerjaan nya yang bagus dan teliti hingga tidak semua orang bisa melakukannya.


"Maaf pak" ucap Liana sambil menunduk.


'Awas kau Lexa aku tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini. Tunggu saja!!' ucap Liana di dalam benaknya sambil menatap tajam Alexa.


"Semuanya kembali bekerja!!" Ucap Hendrik sambil berjalan keluar.


Namun sebelum benar-benar hilang dari pandangan semua orang Hendrik membalikkan badan dan kembali ke dapur.

__ADS_1


"Alexa ke ruangan saya sekarang" Ucap Hendrik lalu pergi ke ruangan ya.


Alexa pun segera mengikuti Hendrik pergi kerungan manager. Setelah sampai Hendrik pun segera duduk di kursi kebesarannya dan Alexa duduk di hadapannya.


"Alexa seharusnya kamu jangan diam saja, jika Liana menindasmu" Ucap Hendrik pada Alexa.


"Maaf pak, tapi tatapan kak Liana itu menakutkan" Ucap Alexa sambil menunduk.


"Jika kamu terus mengalah dan kalah maka dia akan melakukan hal yang lebih berani lagi Lexa" Ucap Hendrik memperingati Alexa.


"Saya akan mencoba pak" ucap Alexa.


"Saya permisi, saya masih ada pekerjaan" sambungnya.


"Baiklah, ingat kata-kata saya Alexa"


Dan Alexa pun hanya mengangguk kan kepala, setelah itu ia keluar dari ruangan manager dan melanjutkan pekerjaannya.


"Alexa" panggil Aiden


"Ya" Alexa pun menoleh kepada Aiden yang berada di sampingnya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Aiden penuh kekhwatiran.


"Aku tidak apa-apa" jawab Alexa.


"Hayy, kalian lagi ngomongin apa" Ucap Viona yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Ye ngagetin aja lo Vi" Ucap Lexa.


"Ya maaf, abisnya kalian asik banget ngobrol nya" ucap Viona sambil berdiri di tengah-tengah.


"Lagi ngobrolin apa sihh?" tanya Viona kembali.


"ye kepo amat jadi orang" Ucap Aiden berlalu pergi.


Viona pun memonyongkan bibirnya kedepan. Nampak sangat imut sekali, Wajah yang kecil dan kulit yang putih bersih membuat iri siapa saja yang melihatnya.


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~🌹

__ADS_1


~•°Next Chapter°•~


~•°Jejaknya Sayang°•~


__ADS_2