
......Happy Reading......
......Mohon Dukungannya......
......Please......
.....Like, Komen, Vote/Gift, and Rate ⭐ 5.....
Sesampainya mereka berdua di ruangan Alex, mereka di suguhi pemandangan yang amat sangat membuat mata lelah. Pasalnya sekarang Alex sedang di sibukkan oleh banyak tumpukan berkah di atas mejanya. Sedangkan sekarang sudah hampir jam makan siang, namun seperti yang di lihat sekarang Alex seperti tak memperdulikan tentang apapun. Yang ada di pikirannya hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
"Apa kau tidak lelah bekerja seharian?" Ucap Lexa mengagetkan Alex, karena memang ia tak sadar akan kehadiran Lexa dan Vino.
"Tidak, kenapa kau kemari? ada urusan apa?" Tanya Alex yang kemudian fokus kepada pekerjaannya lagi.
"Aku kemari hanya mengantarkan makan siang yang di siapkan Tante Sheira untukmu dan Vino saja" Jawab Lexa sambil berjalan masuk. Vino pun ikut masuk.
"Taruh saja disana, nanti akan ku makan. Sekarang aku sedang sibuk" Ucap Alex kembali sibuk.
"Jaga kesehatanmu Lex, kau saja belum sarapan sejak pagi tadi. Dan sekarang kau tidak akan makan siang?" Ucap Vino mengingat kan.
"Jika kau sakit siapa yang akan memimpin perusahaan Alex" Sambung Vino kembali.
"Benar kata Vino, jika kau sakit perusahaan tidak ada yang mengurus." Ucap Lexa menambahi.
"Kalian ini cerewet sekali" Jawab Alex. "Baiklah aku akan makan" Sambungnya sambil beranjak dari kursi dan menuju sofa.
"Aku memang sedang tidak ingin melihat mu, tapi aku lebih tidak ingin kau sakit" Ucap Lexa sambil menyiapkan makanan keduanya.
"Terimakasih" Ucap Vano tersenyum.
"Sama-sama kalian makanlah, aku akan mengambil air mineral dulu" Jawab Lexa beranjak pergi.
"Kenapa dia tidak ingin melihat ku, memangnya aku ini apa?" Tanya Alex sambil memakan makanan nya.
"Tentu saja dia tidak ingin melihat mu, karena kau itu sangat menyebalkan" Jawab Vino yang juga sambil memakan makanan nya.
"Kauu!!!, apa kau sudah bosan denganku?" Ucap Alex.
__ADS_1
"..Uhukk-uhukk.. perkataan mu sangat ambigu Alex" Jawab Vano tersedak.
...~•~...
Sedangkan Alexa saat ini sedang menuju pantry untuk mengambil air mineral. Dia berjalan perlahan melewati tatapan-tatapan dari karyawan untuk nya. Ia tak menghiraukan tatapan mereka dan tetap berjalan menuju tempat yang ia tuju. Sesampainya disana ia segera mengambil apa yang ingin ia ambil.
"Apa hubungan kamu dengan Pak Vino dan Pak Alex, kenapa mereka bisa sehangat itu denganmu" Tanya Seseorang yang mengagetkan Lexa.
"Hubungan? penting kah aku memberitahukan seperti apa hubungan kami, Diana?" Jawab Lexa sambil membaca nama yang tertera di baju lawan bicaranya ini dan langsung kembali pada kegiatannya.
"Apa kau tau, Pak Alex mempunyai seorang mantan kekasih yang sangat dia cintai, bahkan dia tidak bisa melupakannya sampai sekarang" Ucap seseorang bernama Diana itu.
"Aku tau atau tidaknya, apakah penting untuk mu?" Jawab Lexa yang sudah jengkel.
Sedangkan Alex dan Vino masih sibuk memakan makan siang yang di bawa Lexa untuk mereka.
"Kenapa dia lama sekali, aku sangat haus" Ucap Alex sambil memegangi tenggorokan nya.
"Mungkin sebentar lagi datang" Jawab Vino yang masih sibuk makan.
"Dengerin ya, kamu itu cuma penganti Bella sementara. Setelah Bella kembali kamu bakal tersingkir" Ucap Diana mencoba memprovokasi Lexa.
"Penganti?? kamu pikir aku sepatu bisa di ganti-ganti" Jawab Lexa cuek.
"Tunggu aja, kamu pasti terbuang" Ucap Diana dengan nada sombong.
"Aku bukan sampah, seperti dirimu" Ucap Lexa dingin.
"Aku sudah menunggu mu dari tadi dan kau malah ngerumpi disini" Ucap Alex yang mengagetkan keduanya. Ternyata Alex sudah secara tadi berdiri di depan pintu dan menyaksikan perdebatan mereka.
"Upss sory, dia lagi pengen bercanda dengan ku. Jadi, ya aku ladeni dulu" Jawab Lexa melirik Diana.
Kemudian dia segera mengambil air mineral yang sudah ia siapkan tadi dan segera menarik Alex keluar dari sana.
Diana melihatnya dengan perasaan kesal. Lagi-lagi ia kalah dengan Lexa. Ia berpikir entah pelet apa yang di pakai Lexa untuk memikat Alex, sehingga Alex sangat menempel dengannya.
"Siapa yang mengizinkan mu menarik tangan ku" Ucap Alex dingin.
__ADS_1
"Dasar singa betina" Ucap Lexa yang belum sadar akan ucapannya. Karena ia masih kesal dengan Diana, Bisa-bisanya dia menyebutnya sebagai sampah yang terbuang.
"Singa?? Kau bilang Singa hemm" Ucap Alex dengan nada semakin dingin.
"Emm apa? " Jawab Lexa. "Owhh bukan, maksudnya bukan begitu" Sambung Lexa yang sadar akan kesalahan dan segera melepaskan tarikan nya.
"Bukan begitu bagaimana, jelas-jelas kau menyebutku sebagai singa. Aku bisa saja lebih liar dari singa" Ucap Alex sambil memojokkan Lexa ke dinding lift.
"Lebih liar?" Tanya Lexa yang tak paham dengan ucapan Alex. "Itu, tolong lepaskan aku jika ini dilihat karyawan akan sangat tidak baik" Sambung Kexa mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan Lexa" Ucap Alex.
..Ting
Pintu Lift terbuka, mereka berdua menjadi tontonan beberapa karyawan yang ingin menaiki lift, Karena mereka tidak menggunakan lift khusus. Dan beberapa karyawan itu nampak terkejut dengan pemandangan di depan mata mereka. Jadi mereka hanya diam sambil menunduk serta melirik sedikit.
Sedangkan Alex dan Lexa sudah menjauh kan diri masing-masing. Setelah kejadian itu keduanya nampak canggung dan membuat Vino yang melihat mereka menjadi heran.
"Kalian kenapa?" Tanya Heran Vino karena waktu sebelum pergi keduanya masih baik-baik saja.
"Tidak" Jawab kompak Alex dan Lexa yang membuat Vino semakin heran.
"Kalian Aneh" Ucap Vino sambil membereskan sisa makan siangnya tadi, Lalu segera keluar dari ruangan Alex dan masuk kedalam ruangannya sendiri.
Sedangkan Alexa segera bergegas pergi dari sana, ia berjalan cepat, karena ia tidak mau berlama-lama lagi berada disini. Suasananya sungguh sangat membuat Lexa ingin menghilang dari dunia ini.
Dan Alex juga langsung berkutat kembali dengan komputer dan berkas berkas yang bertumpuk di atas meja kerjanya. Ia bahkan tak memperdulikan siapapun lagi. Ia kembali fokus agar pekerjaannya cepat selesai.
"Bodoh bodoh bodoh" Ucap Lexa merutuki dirinya sendiri. "Bisa-bisanya kejadian itu terjadi, aaaa" Sambungnya sambil memukul-mukul kursi mobil.
Karena sekarang ia sudah dalam perjalanan pulang kerumah Frenanda. Sang sopir hanya melirik Lexa dari spion tanpa ingin bertanya.
"Aaaaahh, bodoh sekali" Ucap Lexa yang masih merutuki dirinya sendiri. "Ini semua gara-gara Diana, kalau dia tidak mencari masalah hal tadi tidak akan terjadi" Sambungnya menyalahkan Diana, dan mencoba menenangkan dirinya.
.....Next Chapter....
...🤗Jangan Lupa Dukung Author Ya🤗...
__ADS_1