
.......Happy Reading.......
....Mohon Dukungannya....
....Please....
Semakin siang kantor A.LX CORP semakin di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Dari dokumen-dokumen yang harus di tanda tangani, beberapa dokumen yang harus di foto copy, serta pekerjaan-pekerjaan lainnya. Dan saat ini Alexa menjadi sekertaris pribadi dadakan di kantor Alex. Yang mengurus segala macam kebutuhan dan keperluan Alex.
"Lexa foto copy dokumen-dokumen ini menjadi masing-masing 25 lembar" Ucap Alex sambil menyerah 10 lembar kertas kepada Lexa.
"Jika sudah, susun masing-masing 1 dokumen kedalam 1 map ini" Sambungnya yang kemudian fokus lagi.
"Oke" Jawab Alexa yang kemudian membawa dokumen itu untuk di foto copy. Saat ia hendak membuka pintu, ia malah di kagetkan dengan kedatangan Vano yang tiba-tiba.
"Alex tanda tanganin berkas ini dulu, ini sangat penting" Ucap Vano yang langsung berjalan menuju meja Alex. Alex pun mengambil berkas itu dan membacanya cepat lalu ia segera membubuhi tanda tangannya. Sedangkan Alexa sudah keluar dari ruangan Alex dan menuju ke lantai 1 di mana alat Foto Copy berada.
"Harus ada 25 lembar di masing-masing kertas"Gumam Alexa sambil bekerja.
"Hey cepat sedikit, kami ini juga harus meng-copy banyak berkas" Teriak salah seorang wanita yang membawa cukup banyak dokumen di tangannya.
"Jadi orang itu harus sabar, aku lah yang duluan sampai disini. Lagian ini juga sebentar lagi selesai." Jawab Alexa yang masih fokus menghitung.
"Heh kamu anak baru, beraninya menasihati kami" Ucap temannya di belakang.
"Terserah" Jawab Alexa yang cuek. Setelah selesai ia kemudian segera melangkah meninggalkan mereka. "Ahh Vano!!" Panggil Alexa yang melihat Vano ingin menaiki lift.
"Iya" Jawab Vano yang segera pergi menghampiri Lexa.
"Bisa nitip ini nggak, aku mau keluar beli makanan" Ucap Alexa meminta tolong pada Vano.
"Ohh bisa kok" mengambil alih tumpukan berkas yang berada di tangan Alexa. Beberapa karyawan yang melihatnya menjadi terkejut karena, Alexa bisa seakrab itu dengan sekertaris pribadi bos-nya. Bahkan ia juga memanggilnya tanpa embel-embel Pak.
Vano kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan Alexa, sedangkan Alexa juga segera melangkah pergi dari tempat itu. Namun sesaat Vano pun menyadari sesuatu.
"Ehh Nona!! " Panggil Vano pada Alexa.
"Emm Ya" Jawab Alexa yang kaget karena Vano berteriak.
"Ini kamu naik saja ke ruangan pak Alex, biar aku yang beli makanan" Ucap Vano sambil memberikan kembali berkas berkas di tangannya.
"Lohh lohh kok gitu" Protes Alexa.
"Nanti kalau nona yang pergi, yang ada saya yang kena marah" Ucap Vano pada Alexa.
"Oh ok, tapi lain kali panggil Lexa aja jangan nona" Ucap Lexa pada Vano. Vano pun hanya membalasnya dengan tanda Ok di tangannya dan bergegas pergi keluar untuk membeli makanan.
..........
"Kali ini Alex pasti tidak akan menolak aku lagi, secara aku ini adalah wanita paling cantik di dunia ini. Udah cantik bohay lagi siapa sihh yang nggak akan nerima aku sebagai wanitanya" Ucapnya sambil mengemudikan mobil menuju suatu tempat.
__ADS_1
Sesampainya di tempat yang ia tuju, ia segera merapikan diri dan segera turun dari dalam mobil tak lupa ia juga mengambil bingkisan untuk seseorang yang akan ia temui.
"Sayang aku datang" Teriaknya kecil sambil berjalan masuk.
"Wahh dia siapa, cantik sekali" Ucap beberapa karyawan melihat nya.
"Bukankah dia adalah Bella, mantan kekasih Tuan Alex" Bisik salah seorang karyawan kepada temannya.
"Ohh iya aku ingat sekarang, dia adalah Nona Bella kekasih Tuan Alex yang dulu sangat di cintainya, bahkan kabarnya Tuan Alex sampai tidak bisa move on loh" Jawab yang lain. Bella yang mendengarnya pun tersenyum bahagia. Ia dengan semangat segera pergi keruangan Alex.
..Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" "Masuk" Jawab kompak antara Alex dan Lexa.
"Aihh menganggu konsentrasi ku saja" gumam Alexa sambil menyatukan berkas berkas yang ia Foto copy tadi.
"Sayang aku datang!!!" Ucap Bella sambil membuka pintu. Senyum manis selalu ia pancarkan untuk Alex berharap dia akan terpesona.
"Ngapain kamu datang kesini" Jawab Alex tidak senang dengan kehadiran Bella.
"Uler keket datang lagi" Ucap Alexa menatap Bella. Entah mengapa ia tidak senang dengan kehadirannya.
"Kamu!!! Kamu ngapain disini" Tanya Bella pada Alexa dan berjalan mendekatinya.
"Kenapa aku disini itu urusanku, tidak ada hubungannya denganmu" Jawab Alexa sinis "Yang seharusnya bertanya itu aku, ngapain kamu datang kesini? Sudah jelas jelas hanya seorang mantan kekasih namun masih saja memanggilnya dengan sebutan sayang. Kenapa? Masih berharap dia akan kembali kepelukan mu" Sambung Alexa yang membuat Bella bungkam. Dan Alex yang mendengarnya pun hanya tersenyum tipis.
"Terimakasih Vano" Ucap Lexa sambil mengambil alih makanan yang ada di tangan Vano. Vano pun tersenyum menanggapi Alexa.
"Alex aku membawakan makan siang untuk mu" Ucap Bella sambil menyerahkan paper bag berwarna hitam kepada Alex.
"Ayo makan siang dulu, kerjanya lanjut nanti" Ucap Alexa sambil menarik Alex untuk duduk di sofa bersamanya.
"Baiklah sayang aku akan makan" Jawab Alex mengikuti Lexa.
Bella merasa geram dan kesal, ia bahkan rasanya ingin melemparkan semua barang yang di ruangan itu ke lantai untuk melampiaskan amarahnya.
"Ayo Vano, kamu juga makan disini saja. Jangan pedulikan Lintah di depan itu" Ucap Lexa menyuruh Vano duduk.
"Siapa yang kamu maksud lintah Haa?" Tanya Bella kesal.
"Yang merasa saja, huhh" Jawab Alexa sambil menyiapkan makanannya untuk Alex.
"Bella lebih baik kamu pergi" Ucap dingin Alex yang sudah jengah dengan Bella.
"Sayang kamu kok ngusir aku sihh" Pelas Bella.Ia kemudian duduk di sebelah Alex dan merangkul lengan Alex.
"Lepaskan Bella, apa kamu tidak paham kalau aku itu sama sekali tidak menyukaimu" Ucap Alex sambil melepaskan rangkulan tangan Bella. Ia kemudian berdiri dan berpindah posisi duduk menjadi berada di tengah-tengah Vano dan Lexa.
"Aku tidak percaya Alex, akulah orang yang sangat kamu cintai" Bella tetap kekeh.
__ADS_1
"Dan lagi, kalian itu hanya berpura-pura kan?. Aku sudah tau bahwa anak kecil yang kemarin itu adalah anak dari kak Zain bukan anak kalian berdua" Sambung Bella sambil ngegas.
Vano hanya diam mendengarkan dan menjadi penonton sambil perlahan memakan makanannya. Ia merasa kalau ini adalah drama yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih lagi Alex selalu menempel dengan Alexa.
"Soal anak itu gampang, sebentar lagi juga kita akan punya" Jawab Alex enteng. Lexa pun menoleh dan melotot kepada Alex. "Benarkan sayang?" Sambung Alex sambil membelai lembut rambut Lexa.
"Emm Ya, kami sedang berusaha" Jawab Alexa tersenyum paksa. "Setiap malam selalu berusaha" Sambungnya. Vano yang mendengarnya pun terkejut dan seakan tak percaya. Karena, ia juga sama sekali tidak tau permainan apa yang di mainkan Alex dan Lexa.
"Vano apa kamu percaya?" Tanya Bella kepada Vano karena ia sedari tadi hanya diam memperhatikan.
"Aku? kenapa tanya aku, seharusnya kamu tanya yang menjalaninya karena aku tidak ikut melakukannya" Ucap Vano.
"Sudahlah lebih baik kamu pergi, ini bukan tempat untuk memalukan diri sendiri" Ucap Alexa sinis.
"Beraninya kamu!!!" *Plakkkk. Kesabaran Bella sudah habis hingga dia menampar keras pipi Alexa.
"Lexa" Ucap Alex dan Vano kompak. Mereka khawatir.
"Bella!!! beraninya kamu menyakiti wanitaku, pergi kamu dari sini cepat" Bentak Alex sambil menyuruh Bella pergi.
"APA YANG KAMU KAGUMI DARI DIA ALEX?? " Teriak Bella lantang. Hingga karyawan-karyawan A.LX CROP yang berada di lantai itu mendengar nya. Mereka pun mulai bergunjing dengan keadaan di dalam ruangan bosnya itu.
"Yang aku kagumi dari dia adalah yang tidak ada di dalam dirimu dan ingat kamu dan Alexa memiliki perbedaan yang sangat jauh. Jangan harap bisa menyamai nya, Pergilah!! sekeras apapun kamu mencoba aku hanya akan mencintai Alexa ku" Jawab Alex penuh penekanan. "Vano bawa dia pergi!!!" Nada bicara Alex sangat dingin dan tajam.
Vano segera menarik Bella keluar ruangan. Walaupun Bella selalu memberontak ia tetap mencengkeram kuat tangan Bella agar tidak terlepas.
"Tidak!! Lepaskan aku!!! Aku tidak mauu!!" Teriak Bella sambil memukul-mukul lengan Vano.
"Pergilah Bella, kali ini aku masih bisa lembut jika suatu saat kamu datang dan mengacau disini lagi aku tidak akan sungkan untuk berbuat kasar" Ucap Vano dingin yang membuat Bella takut. Bella pun keluar dari perusahaan Alex dengan rasa malu. Di setiap ia melangkah selalu ada saja sindiran untuk nya.
"Lexa apa kau baik-baik saja" Tanya Alex khawatir.
"Ya aku baik-baik saja, hanya tamparan kecil ini tidak akan membuat aku kesakitan" Jawab Lexa sambil meringis sedikit. "Walaupun agak perih sihh" Sambungannya.
"Makanya kalau ngomong tuhh di jaga" Ucap Alex.
"Ya kan emang kenyataan seperti itu" Jawab kesal Lexa.
..."Ya kan malah jadi gini, untung tamparan nya tidak keras" Ucap Alex sambil mencari obat untuk mengobati pipi Lexa. Setelah ketemu ia segera mengobati luka Alexa dengan telaten....
..."Sialan, beraninya mereka mempermalukan aku. Aku masih tidak percaya kalau mereka sudah menikah,sebelum aku sendiri yang bertanya pada Tante Sheira" Kesal Bella yang tidak terima. Ia kemudian memasuki mobilnya dan bergegas melaju pulang kerumah...
........
......Bersambung......
.....Jangan Lupa Like.....
......Mohon Dukungannya......
__ADS_1