
~•Alex membuka pintu pelan dan segera masuk kedalam ruangan. Ia melihat Alexa yang sedang terbaring dengan keadaan kaki dan lengan yang terbalut perban. Melihat keadaan ini ia sedikit merasa khawatir.
"Aihhh apa yang kau pikirkan Alex" Gumam Alex sambil menggelengkan kepala.
Lexa melihat kedatangan Alex dan melihat saat Alex menggelengkan kepala pelan. Ia merasa tidak enak saat mengetahui bahwa pria yang berada tak jauh dari nya adalah pemilik perusahaan A.LX CORP. Apa lagi ia teringat bahwa ia telah meneriaki Alex di dalam mobil tadi.
"Kenapa kau diam saja haa" Tanya Alex mendekat.
"Apa ada yang sakit" Sambungnya.
"Ma-aaf" ucap pelan Alexa.
"Hemmm" Jawab bingung Alex.
"Kenapa kau meminta maaf?" Tanya Alex.
"Maaf saya kurang teliti, saya tidak menyadari bahwa anda adalah tuan Alex.Seorang yang sangat berpengaruh di negeri ini" Ucap Alexa sopan sambil menunduk, Ia takut kalau-kalau Alex marah padanya.
"Baru tau rupanya" Ucap Alex.
"Baiklah karena kau sudah tau, kau harus menghormati ku" Sambung Alex.
"Kau harus menjadi asistenku selama 3 bulan" Sambungnya.
"APA!!" teriak Lexa.
"Ssstttt" telujuj Alex berada di mulut Lexa. Alexa kemudian terdiam.
"Apa kau buta...ahh itu aduhh" Ucap Lexa yang kemudian menutup mulut.
"Tapi aku punya pekerjaan, lagi pula aku sedang sakit" Sambungnya.
"Aku tidak mau tau" ucap bomat Alex.
__ADS_1
Alex kemudian duduk di sofa sambil memainkan ponsel miliknya. Ia terlihat sangat serius sampai dering ponsel mengagetkan nya.
Drtttttt
Drttttt
Drttttt
Drtttt
"Ya halo!!" Ucap kesal Alex.
"Om Alex bagaimana keadaan kak Lexa?" Tanya Zafa dari sebrang sana.
"Dia ba...." ucapan Alex terpotong karena Zafa berbicara lagi.
"Dia baik-baik saja kan Om?" Ucap Zafa kembali.
"Aaaaa dan jaga kak Lexa, bilang sama kak Lexa kalau Zafa nanti akan menjenguknya" Sambungnya lagi.
"Ya ya baiklah, sekarang berikan ponselnya pada papamu Zafa" Jawab Alex.
"Baiklah" Ucap pasrah Zafa yang kemudian memberikan ponselnya pada Zain sang papa.
Zain menerima ponsel tersebut, ia tau sebenarnya Zafa ingin berbicara langsung dengan Lexa. Namun, karena Alex sudah memintanya menyerahkan ponsel tersebut kepadanya ia tidak jadi untuk meminta hal itu.
"Kak,, beritahu Zafa kalau T-A-N-T-E-N-Y-A ini sudah baik-baik saja" Ucap Alex yang sengaja menekankan kata tante.
Alexa kemudian menoleh kepada Alex dan menatap heran. Alex membalas tatapan itu dengan wajah cuek bebek. Alex kemudian melanjutkan berbicara dengan sang kakak.
"Dan jangan biarkan dia kemari, merepotkan saja" Ucap Alex.
"Ku tutup teleponya kak, masih ada hal yang harus ku urus" Sambungnya.
__ADS_1
"Baiklah, jaga dirimu Alex dan jaga dia juga" Jawab Zain.
"Jangan sampai aku mendatangimu karena Zafa menangis soal itu, Mengerti" Sambung Zain.
Zain tau kalau Alex tidak akan takut dengan ancaman ini. Namun ia hanya bergurau saja.
"Hmmm" jawab singkat Alex yang kemudian mematikan teleponnya.
"Apakah kau akan bersikap dingin terhadap kakak mu terus?" Tanya Lexa yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.
"Ternyata rumor itu benar, kukira itu hanya rumor semata" Sambungnya.
"Apa yang kau maksud haa?" Tanya Alex.
"Kau pria dingin dan angkuh" Jawab Lexa.
"Memang kenapa jika dingin dan angkuh? apa itu merugikan dirimu?" Tanya Alex lagi.
"Tidak, hanya saja merugikan untuk beberapa orang" Jwab Lexa.
Alex menatap tajam Lexa dari sofa yang ia duduki. Lexa yang sedikit takut kemudian memalingkan wajahnya. Ia kembali menoleh kepada Alex namun kembali memalingkan wajahnya karena Alex masih menatapnya. Lexa menjadi salah tingkah karena tatapan Alex. Bukan karena merasa malu namun karena takut.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•°•~•~•~•~•~•~•~•~
Huaa maaf baru Up
Ku lagi nggk enak badan kemarin🙏
Semuanya terimakasih atas dukungan kalian🙏
Author sangat" berterimakasih karena kalian sudh mau dukung cerita ini🙏.
Tetap dukung Author terus ya, ku membutuhkan kalian🙏.
__ADS_1