CINTA CEO DINGIN DAN GADIS CUEK

CINTA CEO DINGIN DAN GADIS CUEK
Eps 03 ◕Chapter 003~•


__ADS_3

Setelah selesai berganti pakaian Viona segera menyusul Alexa dan melihat apa yang terjadi. Namun saat ia keluar ia malah melihat pemandangan yang tidak sedap. Liana kembali memarahi Alexa lagi.


"Lagi-lagi kak Liana membuly Lexa" Batin Viona.


"Apa yang harus ku lakukan" Sambungannya di dalam benak.


Viona pun berjalan mendekati mereka. Ia mencoba membantu Alexa yang sedang di marahi Liana.


"Maaf kak, ada apa" Tanya Viona sedikit takut.


"Kamu nggak usah ikut campur, cepat kerja sana" ucap sinis Liana.


"Dan kamu Alexa cepat bereskan ini semua, 5 menit lagi Cafe ini akan dibuka" bentak Liana pada Alexa.


"I-iya kak" gugup Lexa.


Liana pun pergi meninggalkan mereka. Sedangkan Alexa segera membersihkan kekacauan yang sebenarnya di buat oleh Liana. Beberapa menit yang lalu Liana lewat didepan Alexa dengan membawa segelas jus. Dan Liana dengan sengaja menumpahkan jus tersebut ke meja yang sedang di bersihkan Alexa. Dan menuduh Lexa bahwa dia sengaja menabrak dirinya.


"Hahhh" Helaan nafas Lexa.


"Sabar Lex, mungkin ini ujian buat kamu" Ucap Viona.


"Tetap semangat ya Lexa" Viona menyemangati Lexa.


"Makasih Viona" ucap Lexa sambil tersenyum tulus.


"Nggak usah di ambil hati ya Lexa, Liana emang gitu sifatnya" Ucap Clara sambil menepuk pundak Lexa.


"Iya kak, Lexa nggak ambil hati kok" Mencoba tersenyum.


"AYO SEMUANYA, KITA AKAN BUKA CAFE INI!!"


"SEMOGA HARI INI RAMAI!!"


"SEMANGAT" sambung Clara..


"SEMANGAT!!" Ucap serempak karyawan Cafe GOOD MOOD.


Cafe Good Mood buka jam 08.00 WIB setiap hari. Saat ini Lexa dan semua karyawan Good mood tengah disibukan dengan beberapa pesanan pelanggan.


"Pelayan!!" panggil salah seorang pelanggan.


"Iya, tunggu sebentar" Jawab Alexa sambil berjalan kearahnya.

__ADS_1


"Ada yang bisa kami bantu" Ucap ramah Lexa sambil tersenyum.


"Saya pesan Cappucino dingin dan Beberapa cemilan ya" Ucap pelanggan itu.


"Baik, pesanan akan segera siap" Lexa sambil tersenyum.


"Tunggu sebentar ya" Sambungnya.


Alexa pun pergi dan menyerahkan pesanan itu kepada salah seorang barista dan koki. Setelah selesai Alexa segera mengantar pesanan tersebut.


"Ini pesanannya Tuan,silakan di nikmati"Ucap nya sambil tersenyum manis.


"Terima kasih ya"ucap pelanggan itu.


"Sama-sama" Ucap Lexa.


"Boleh saya tau nama kamu" Tanya pelanggan itu sedikit gugup.


"Boleh, kenalin aku Alexa" jawab Alexa sambil mengulurkan tangan.


"Aku Reno" Ucap Reno sambil mengulurkan tangan membalas uluran Lexa sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu aku balik kerja dulu ya, takut di marahi" Ucap Lexa melepaskan genggaman tangan Reno.


"Kapan-kapan kita ngobrol lagi ya" ucap Reno kembali.


"Iya" ucap singkat Lexa sambil melangkah pergi meninggalkan Reno yang masih menatap punggung Lexa.


"Cantik sekali" gumam Reno.


~°°°~


Di sebuah gedung bertingkat tinggi. Terdapat 2 manusia yang sedang memperdebatkan sesuatu.


"Alex kapan kamu menikah" Ucap Sheira selaku ibu Alex.


"Mama" Alex memasang wajah datar.


"Ayolah Lex mama hanya ingin kamu menikah"


"Kamu ini sudah 25 tahun Alex, umurmu sudah pas untuk menikah" sambung Sheira.


"Walaupun sudah pas, namun Alex belum menemukan seseorang yang pas untuk Alex ma" Ucap Alex.

__ADS_1


"Udah mending mama pulang dehh" sambung Alex.


"Kamu ngusir mama Lex" ucap Sheira tidak terima di usir oleh anaknya sendiri.


"Bukan begitu mama, tapi Alex memiliki banyak pekerjaan"


"Bahkan bertumpuk-tumpuk" sambung Alex.


"Baikalh, mama pulang" akhirnya Sheira mengalah.


"Baiklah ma, hati-hati di jalan" ucap Alex yang mulai sibuk dengan laptop nya.


"Sopir Alex akan mengantar mama kembali" sambung nya kemudian.


"Baiklah, jaga dirimu Alex" ucap Sheira.


"Dan jangan lupa bawa seorang menantu buat mama" sambungnya.


"Mama" Alex sedikit cembertu.


Lagi-lagi Mama menyuruh Alex menikah. Ini adalah pertanyaan yang paling di benci Alex. "Kapan menikah". Benar-benar membuat mood seorang Alex menjadi turun. Setelah kepergian mamanya Alex menyandarkan kepalanya di kursi yang ia duduki. Ia jadi memikirkan perkataan ibunya. Walaupun ia sering marah jika ibunya mengungkit hal itu.


Namun tidak di pungkiri Alex juga menginginkan seorang pendamping. Pendamping yang bisa mengerti semua keadaan Alex, Yang sabar menghadapi Alex dan sifatnya,dan yang paling penting ia sangat mencintai dan menyayangi Alex dengan tulus bukan karena harta Alex.


"Lagi mikirin jodoh Lex" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Alex.


"Sialan kau Vin, minta turun gaji kau" ucap kesal Alex pada Vino, selaku sekertaris pribadi Alex di A.LX CROP.


"Ehh jangan dong, becanda Lex"Ucapnya sambil nyengir kuda.


Alex dan Vino adalah teman dekat, tak heran jika mereka berada di dalam ruangan Alex mereka akan berbicara biasa saja.


"Tadi tante Sheira kesini ngapain" Tanya Vino sambil duduk di salah satu sofa.


"Biasa"ucap datar Alex.


Dan Vino pun hanya mengangguk. Ia tidak mau membahas itu lagi, karena jika ia membahas hal yang sudah di bahas Sheira maka ia akan kena juga. Kena omel Alex.


Waktu cepat berlalu, sekarang ini di Cafe Good Mood sedang disibukan dengan berbagai pesanan pelanggan. Kerena ini sudah jam makan siang maka banyak tamu yang singgah untuk makan siang atau sekedar melepas penat sambil menyeruput kopi dan berbagai minuman lainnya.


~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~


~•°Next Chapter°•~

__ADS_1


~•°Jejaknya Sayang°•~


__ADS_2