
⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰⛰
📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍📍
"Pelanyan!!" panggil salah seorang pelanggan.
Viona yang kebetulan berada di sekitar sana pun segera mendekati pelanggan itu. Dengan ramah Vioan melayani nya.
"Mau pesan apa Tuan" Ucap ramah Viona pada salah satu pelanggan itu.
"Saya mau Capuccino dingin saja" Jawabnya.
"Baiklah tunggu sebentar ya tuan, saya akan segera kembali dengan membawa pesanan tuan" Ucap Viona sopan sembari berjalan menjauh.
Dan pelanggan itu pun hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Ehhh dia bukan gadis kemarin" ucapnya
"Kemana Lexa, kenapa dia tidak ada?" sambungnya sambil clingak clinguk.
"Ada yang bisa di bantu tuan" Ucap Aiden yang kebetulan lewat.
"Sepertinya anda kebingungan" sambungnya.
"Ahhh tidak, saya hanya mencari salah satu waiters disini" Jawabnya.
Ternyata pelanggan itu adalah Reno. Reno yang datang kemarin dan bertemu Alexa. Ia datang kembali untuk singgah dan bertemu dengan Alexa kembali. Namun sepertinya kali ini ia tidak beruntung.
"Ohh bukannya dia yang kemarin berbicara dengan Alexa?" Ucap Aiden di benaknya.
"Apa dia datang untuk bertemu dengan Alexa lagi" sambungnya dalam benaknya.
"Ahh mungkin saja dia sedang sibuk, maaf menganggu" Ucap Reno membuyarkan Aiden.
"Aa tidak apa, saya permisi dulu" Ucap Aiden sembari melangkah pergi.
"Ada hubungan apa dia sama Alexa?" Penasaran Aiden.
Beberapa hari kemudian Alexa kembali masuk kerja. Ia libur selama 3 hari dengan alasan sakit. Saat ini Alexa sedang berganti pakaian untuk pergi bekerja kembali. Ia memakai celana jeans panjang dengan kemeja berwarna Tosca. Membuatnya semakin terlihat cantik di mata para lelaki. Dengan rambut panjang yang di kuncir kuda dan sepatu sneaker putih menambah kesan casual pada penampilan Alexa. Setelah selesai ia segera keluar dari kamar dan pergi ke dapur membantu mamanya menyiapkan sarapan.
"Mama" Panggil Alexa.
"Ya sayang, sudah selesai siap-siap" Tanya Wendy sambil menoleh pada Alexa.
"Sudah, mama lagi masak apa baunya enak banget" Ucap Lexa sambil menghirup bau masakan Wendy.
"Mama lagi bikin nasi goreng nihh, mama bingung mau masak apa buat sarapan" jawab Wendy.
"Yaudah mama bikin nasi goreng aja" sambung Wendy.
"Wahh enak nihh, yukk Lexa bantuin" Ucap Alexa antusias.
"Nggak usah, udah mau selesai" Jawab Wendy.
"Yahhh padahal mau bantuin, ya udah dehh Lexa duduk disini aja ya" Ucapnya.
Wendy pun hanya mengangguk dan tersenyum. Ia terkadang merasa heran kepada Lexa. Alexa sudah berumur 23 tahun, namun terkadang sifatnya sangat manja dan ngambekan.
Setelah makanan siap mereka berdua segera melahap hidangan tersebut. "Hemmm nyami" Ucap Lexa yang sudah mulai memakan makanan nya.
"Ma, kapan Ayah pulang" Tanya Lexa.
Wendy pun berhenti makan. Ia menatap Alexa dan berkata. "Entahlah, mama juga belum dapat kabar dari Ayah" Jawab Wendy
"Mungkin Ayah sedang sibuk sayang, kita doakan saja ya" Sambung Wendy.
Alexa pun hanya menganggukkan kepala. Ia tau jika Wendy juga merasakan rindu yang amat dalam terdahap sang Ayah. Namun ia tak bisa apa-apa, ia hanya bisa berdoa agar sang Ayah selalu diberikan kesehatan dan jalan rezeky yang lancar. Agar mereka bisa berkumpul kembali.
Hari semakin siang, Alexa segera menyudahi sarapannya dan segera berangkat bekerja. Ia takut jika ia terlambat hari ini ia akan terkena masalah lagi nantinya.
"Ma Lexa berangkat dulu ya, takut telat" Ucap Alexa.
"Iya sayng hati-hati, pulang bawa calon suami ya" Jawab Wendy bercanda.
"Mama..." Jawab Lexa sambil cemberut.
"Bercanda sayang, tapi kalau beneran juga tidak apa-apa" Ucap Wendy.
"Sudahlah jangan membahas itu lagi.. Lexa berangkat Ma Assalamualaikum" Alexa.
"Waalaikumsalam" Jawab Wendy.
Alexa segera berlari keluar dari pekarangan rumah, ia menuju jalan raya yang tak jauh dari tempat ia tinggal. Karena sekarang ia tidak memiliki motor terpaksa Alexa kini harus menaiki kendaraan umum.
"Aku pesan taksi online saja atau naik bus" Gumam Alexa yang tengah berdiri di trotoar jalan.
Namun sebelum ia memesan sebuah taksi online ia melihat ada sebuah taksi tanpa penumpang melaju kearahnya. Ia pun segera memberhentikan taksi tersebut.
"Taksi" ucap Alexa. Taksi pun berhenti tepat di depan Alexa.
"Cafe Good Mood ya pak" ucap Alexa.
Sang supir pun menganggukkan kepala tanda mengerti akan ucapan Alexa. Alexa pun segera masuk kedalam dan duduk dengan tenang. Taksi pun segera melaju ketempat yang di sebut Alexa tadi. Namun saat di perjalan Alexa melihat sesuatu.
"Pak berhenti pak!!!" ucap Alexa cepat.
"Ada apa non, kan belum sampai tempat tujuan" Tanya supir.
"Saya turun disini aja pak, ini uangnya" Ucap Alexa sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
"Tapi non ini kebanyakan" ucap sang supir taksi tersebut.
__ADS_1
"Nggak papa pak, ambil saja itu rezeky bapak" ucap tulus Alexa.
"Terimakasih ya non, semoga di balas sama yang di atas" ucap Syukur supir taksi.
"Amiin, kalau begitu saya turun ya pak" ucap Alexa yang kemudian turun.
Setelah Alexa turun taksi tersebut segera meninggalkan tempat itu dan segera mencari penumpang lain. Sedang kan Alexa mendekati sesuatu yang menggangu nya.
"Haii" Ucap lucu Alexa.
"Kenapa menangis disini hemm" Tanya Alexa kemudian.
"Tante, papa nggak mau ajak aku ke mall" Ucapnya.
"Kenapa nggak mau, kamu kan lucu" Tanya Alexa lagi.
"Katanya papa sibuk, ada meeting" Jawab anak itu.
"Tapi aku ingin bermain tante" sambungnya sambil menangis.
"Cup,cup jangan menangis bagaimana kalau tante aja kamu jalan sekitar sini" Usul Alexa.
"Tapi tante nggak bisa lama, tante juga harus bekerja" Sambungnya.
"Benarkah?" Tanya anak itu.
Alexa mengangguk dan anak itu pun setuju untuk berjalan-jalan disekitar sini untuk mengurangi bosan. Alexa membawa nya untuk membeli es krim, bermain di taman dan bersenda gurau lainnya. Sampai ia lupa bahwa ia harus pergi bekerja.
"Astaga" Ucap Alexa.
"Kenapa tante" tanya anak itu.
"Tante lupa kalau tante harus bekerja" jawab Alexa sambil menepuk dahinya sendiri.
"Mana sekarang udah jam setengah 9 lagi ahhh kena omel dehh" Sambungnya kemudian.
Alexa pun berpamitan pada anak kecil yang umurnya sekitar 6 tahun itu. Ia mengantar anak itu ketempat semula.....
******🍒🍒*****
"Kak dimana Zafa" Tanya salah seorang pemuda yang terlihat begitu angkuh namun sangat tampan.
"Astaga aku tinggal diruangan ku tadi" Jawabnya.
"Kak, kau aissh" Ucap pemuda tadi yang lantas berlari menuju Rungan kakaknya.
Kemudian di susul oleh kakaknya yang juga berlari. Para karyawan pun merasa heran kepada dua orang pemuda tampan ini yang berlari cepat menuju Rungan CEO.
"Kak, Zafa nggak ada di ruangan kakak" Ucap pemuda itu.
"Lalu kemana dia?? aishhh" ucap nya penuh penyesalan.
"Mana dia tadi minta jalan-jalan ke mall lagi, kan lagi meeting" sambungnya.
~•~
"Tante nama tante siapa?" Tanya anak kecil itu sebelum Lexa pergi menjauh.
"Nama tante Alexa, panggil saja Lexa" Ucap Alexa sambil tersenyum.
"Wahh namanya mirip sama om aku" ucapnya.
"Benarkah" tanya Alexa dan anak itu mengangguk antusias.
"Kalau nama kamu siapa, kita tadi belum kenalan lohh" tanya Alexa.
"Aku Zafa" jawabnya.
"Nama yang cantik" Ucap Alexa sambil menoel hidung Zafa.
"Tente pergi ya, dadaaa" Sambung Alexa sambil melangkahkan kaki menjauh.
Zafa tersenyum. Alexa segera menyebrang jalan karena Cafe Good Mood tidak terlalu jauh dari tempat itu, dan ia memutuskan untuk jalan kaki saja.
"TANTE DADAAA" teriak Zafa sambil melambaikan tangan. Alexa pun kembali menoleh dan tersenyum, namun senyuman itu langsung hilang saat ia melihat ada motor yang berkecepatan tinggi melaju kearah Zafa.
"ZAFA!!!" teriak Alexa.
"ZAFA!!!!" Teriak seorang pemuda yang baru saja keluar dari gedung dan berlari kearah jalan.
"ZAFA!!!!" teriak sang papa.
Zafa berdiri terlalu menengah di jalan raya. Alexa segera berlari kecang menghampiri Zafa. Dan segera menyelamatkan Zafa dari maut.
Brukkkk.....
Alexa berhasil menyelamatkan Zafa namun dirinya lah yang terserempet motor tersebut. Dan pengemudi motor tersebut lantas melarikan diri. Alexa merasakan sakit di lengan, perut dan kaki. Ia sedkit meringis akibat luka itu.
"Tante, tante nggak papa kan" tanya Zafa yang khawatir melihat kemeja tosca Alexa berubah warna menjadi merah.
"Tidak, tante nggak papa kok" ucap Alexa berusaha menahan rasa sakit.
"Zafa!!" Ucap papa Zafa yang kemudian memeluk anaknya.
"Papa" Ucap Zafa yang kemudian menangis.
"Ahhhk" Lolos juga kata itu setelah Alexa menahannya.
"Papa tolong tante Lexa hikss" Ucap Zafa sambil menangis.
"iya papa akan menolongnya" Ucap papa Zafa.
__ADS_1
"Zafa tenang ya, om akan bantu tante Lexa" Ucapnya menenangkan Zafa.
Zafa mengangguk dan pemuda yang di panggil Om oleh Zafa segera membantu Alexa. Ia mengecek lengan Alexa dan menemukan luka yang lumayan lebar serta kemeja Lexa yang sobek. Ia mengamati Alexa dan ia teringat sesuatu.
"Bukankah dia adalah orang yang waktu itu" Ucapnya dalam hati.
"Akhhh, jangan menekannya" Ucap Alexa yang kesakitan karena orang itu meremas lengan Lexa.
Orang itu kemudian melepaskan remasan nya dan segera membantu Alexa. Ia mengendong Alexa dan membawanya ke parkiran mengambil mobil.
"Zafa dan kakak disini saja" Ucapnya berlalu menaiki mobil.
"Papa tante Lexa akan baik-baik saja kan?" tanya Zafa yang masih sesengukan.
"Zafa tenang ya, om Alex akan mengurus semuanya dan tante Lexa akan baik-baik saja bersamanya." Ucap Zain.
"Tapi pa, om Alex kan dingin seperti es dan datar seperti dinding" Ucap Zafa cemberut.
Zain hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan anaknya. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu di belakang om nya sendiri.
Sedangkan Alex mengemudikan mobil menuju rumah sakit terdekat. Ia sedari tadi memperhatikan Alexa yang menahan rasa sakit.
"Kenapa kau melihatku terus, lihat jalan" Ucap Alexa.
"Cihh siapa yang melihatmu, bisa kau kancingkan lagi itu kemajamu" Ucap Alex.
"Atau kau sengaja menggoda ku" sambungnya.
Alexa tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria disamping nya ini. Bisa-bisa nya ia berpikir dalan hal seperti ini Alexa masih ingin menggoda nya.
"Jaga bicara mu tuan" Ucap kesal Alexa segera membenarkan kemejanya.
"Jangan melihat!!!!!" teriak Alexa yang melihat Alexa sedikit melirik dirinya.
"Aku sudah pernah melihat nya dan aku juga tidak tertarik" Ucap datar Alex.
"Apa?" Tanya Alexa lagi memastikan pendengaran tidak salah.
"Tidak ada diamlah, kita hampir sampai" Ucap Alex.
"Tidak, apa tadi kau bilang?"
"Kau sudah melihatnya? dimana? kapan?" Rentetan pertanyaan Alexa.
"Sudah diam" tegas Alex.
Alexa terkejut lalu menutup mulutnya. Ia hanya melirik pria disampingnya yang bahkan ia sendiri belum tau namanya. Ia merasa ciut saat Alex berkata tegas padanya. 10 menit berlalu dan mereka sudah sampai di rumah sakit keluarga Fernanda. Alex segera keluar dari dalam mobil dan segera membopong Alexa. Kemudian ia segera berjalan masuk.
"Suster!!" teriak Alex.
Kemudian beberapa suster datang dengan membawa banker. Alex kemudian meletakkan Alexa di banker dan membantu suster mendorong banker tersebut. Karena luka Alexa yang tidak terlalu serius mereka membawa Alexa ke kamar pasien biasa.
"Bawa ke kamar VIP" cela cepat Alex sebelum mereka masuk ke dalam kamar.
"Baik Tuan" Ucap salah satu suster yang kemudian mendorong banker tersebut menuju kamar VIP.
"Siapa sebenarnya dia, kenapa suster-suster ini patuh padanya" batin Alexa.
"Tuan Alex disini saja biar kami yang menangani pasien" Ucap dokter yang baru saja datang.
"Hmm... ingat jaga dan pastikan dia baik-baik saja!!" titah Alex.
"Percayakan semua pada kami tuan" jawab Dokter yang kemudian menutup pintu.
Alexa yang mendengar nama pria itu disebut langsung teringat dengan sesuatu.
"Aaaaaaa...... Alex..... ini rumah sakit keluarga Fernanda" batin Lexa.
"Haaaa jangan-jangan dia adalah Alex Fernanda" batin lexa sambil membulatkan mata.
Suster yang melihat Lexa merasa heran. Jika Alexa merasa kesakitan bukan kah reaksinya bukan sperti ini. Mengapa ia melotot seperti itu? batin 2 orang suster yang sedang membersihkan luka di kaki Alexa.
"Kenapa aku tidak menyadari nya sedari tadi, ayolah Lexa apa yang kau pikirkan, dia adalah CEO A.LX... perusahaan besar dan paling berpengaruh di negri ini" Batinnya yang masih heran sampai taj menyadari dan merasakan sakit saat lengannya di bersihkan.
Beberapa menit kemudian*****....
"Nona kami sudah selesai" Ucap ramah dokter Jhoan.
"A-apa sudah selesai? sejak kapan kalian mulai?" Tanya Alexa heran.
"Kenapa aku tidak menyadari nya" sambungnya.
"Sepertinya nona banyak pikiran" Ucap dokter jhoan sambil tersenyum.
"Saya akan meresepkan obat agar anda lebih rilex dan obat untuk luka-luka ini" Sambungnya sambil menulis resep obat.
"Tapi dok....." Ucapan Lexa terpotong.
"Nanti setelah mendapatkan obatnya jangan lupa diminum ya, harus rutin!!" Titah dokter Jhoan.
Dokter dan 2 orang suster segera keluar dari ruangan tersebut. Dokter Jhoan memberikan resep obat itu kepada Alex. Dan Alex segera menerimanya.
"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Alex.
"Tuan tidak perlu khawatir, nona dalam keadaan baik" Jawab ramah dokter Jhoan.
"Obat yang saya resep kan akan di antar suster kedalam ruangan" sambungnya.
"Hmm,pastikan dia selalu dalam keadaan yang stabil" Ucap tegas Alex.
"Baik tuan, saya permisi ada pasien lain yang menunggu" Jawab Dokter Jhoan.
__ADS_1
"Hmm" Alex sambil masuk kedalam ruangan.