
.....Happy Reading......
.....Di Like Ya.....
.......Jangan Baca Doang.......
....😘😉....
Sesampainya di dalam rumah, mereka segera duduk di sofa ruang tamu Kecuali Lexa dan Wendy. Karena, Wendy pergi kedapur untuk menyiapkan air minum untuk Alex, sedangkan Lexa masuk kedalam kamar untuk bersih-bersih diri.
"Emm Pak Alex kok bisa sama Lexa" Tanya Viona memberanikan diri.
"Hanya kebetulan" Jawab singkat Alex.
"Oo kebetulan Ai" Ucap pelan Viona sambil menyikut lengan Aiden. Aiden yang kaget pun hanya bisa senyum paksa, karena sikutan Viona cukup kuat dan membuat siku Aiden sedikit nyeri.
"Ini minumnya Nak" Ucap Wendy sambil meletakkan segelas air untuk Alex.
"Terimakasih Bu" Ucap Alex sopan. Wendy pun membalasnya dengan senyuman.
Setelah Alexa selesai bersih bersih diri, ia segera pergi ke ruang tamu untuk menyapa para sahabatnya. Dengan senyum yang ia tampakkan setiap hari membuat siapa saja yang melihatnya menjadi terpikat.
"Hai, Guys maaf lama" Ucap Lexa sembari duduk di sofa. "Ada angin apa, kalian datang kesini? " sambungnya bertanyaanya.
"Cuma mau main aja Lex, lagian sejak lo nggak dateng ke Cafe kita kangen" Jawab Aiden sambil tertawa.
"Iya wkwkwk, kalau ada lo itu suasana Cafe enak Lex adem gitu, kalau nggak ada lo sepi kek kuburan. Padahal pelanggan banyak" Ucap Viona menambahi.
Alexa yang mendengarnya pun tersenyum sambil melihat kearah Alex, Ia yakin bahwa saat ini Alex sedang merasa seperti terpojokkan. Terlebih lagi ia lah yang membawa dan mengeluarkan paksa Alexa dari Cafe nya sendiri.
"Iya aku tau, tapi sekarang aku memiliki pekerjaan yang jauh lebih menyenangkan" Ucap Alexa kepada mereka berdua. "Dan pekerjaan ini juga sangat mengasyikkan, tidak terlalu lelah" Sambungnya.
"Cepet banget dapet kerjaan Lex" Tanya Viona.
"Emm begitulah" Jawab Lexa sambil mengangguk-angguk.
"Lexa aku pulang, sampaikan salam terimakasih ku kepada ibumu" Ucap Alex sembari bangkit dari duduknya. "Dan jangan terlambat besok" Sambungnya mengingat kan.
"Ya baiklah, Hati-hati di jalan" Jawab Alexa yang kemudian fokus kembali dengan kedua sahabatnya.
'Cihh dia mengabaikan ku' Gumam Alex yang kemudian keluar dari rumah dan segera masuk kedalam mobil. Setelahnya ia segera melaju menuju kediaman Fernando. Sedangkan Alexa masih asyik mengobrol dengan kedua sahabatnya hingga larut malam.
......Keesokan harinya......
"Haduhh hari ini padat sekali, taksi pun semuanya penuh" Gerutu Alexa di pinggir jalan. "Ohh aku akan terlambat" Sambung Alexa yang kemudian berjalan menuju kediaman Fernando. Namun tiba-tiba ada klakson mobil yang mengagetkan nya dari belakang. ....Tin.. Tin.. Tin....
"Astaga" Ucap spontan Lexa kaget yang kemudian menoleh kebelakang.
Saat ia menoleh ada seseorang yang melambaikan tangannya untuk nya dan menyuruhnya mendekat. Alexa yang kebingungan pun menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan dia tidak salah tanggap, dan orang itu mengiyakan dengan cara melipat keempat jarinya dan meninggalkan jempolnya (👍). Alexa yang paham pun segera mendekat.
__ADS_1
"Hallo, selamat pagi Nona" Ucap orang itu kepada Lexa.
"Astaga Reno" Ucap Lexa terkejut.
"Masuk masuk, gw anterin dari pada jalan kaki" Ucap Reno menawarkan.
"Beneran nihh?" Tanya Alexa memastikan.
"Iya buruan, telat lo nanti" Jawab Reno santai.
Alexa pun segera masuk kedalam mobil. Dan kemudian Reno pun segera melajukan kembali mobilnya. "Cafe kan?" Tanya Reno.
"Nggak, Sekarang gw nggak kerja di sana lagi.Kalau ke kediaman Fernando bisa? " Jawab Alexa.
"Kalau engga turunin aja gw di jalan xx nanti gw tinggal jalan ke kediaman Fernando dikit" Sambung Lexa.
"Nggak baik, nurunin cewek di pinggir jalan. Apa lagi ceweknya cantik" Jawab Reno sambil tertawa.
"Aishh bisa aja" Ucap Lexa yang ikut tertawa.
Reno mengantarkan Lexa sampai di depan gerbang Rumah keluarga Fernando. Sebelum turun Alexa tidak lupa untuk berterima kasih kepada Reno. Dan kemudian ia segera masuk kedalam untuk memulai bekerja.
Setelah itu Reno pun segera melajukan mobilnya pergi dari tempat itu. Entah ia akan pergi kemana namun ia begitu cepat mengemudikan mobilnya.
"Selamat pagi kak, maaf Lexa telat hari ini" Sapa Alexa kepada Zaufa, serta meminta maaf atas keterlambatan nya.
"Kalau gitu Lexa harus menunggu Zafa pulang dong kak" Tanya Lexa polos.
"Hari ini kamu ikut aku ke kantor" Ucap Alex yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah.
"Lohh nggak bisa dong, kan kerjaan ku disini bukan di kantor" Protes Lexa.
"Zafa kan sedang kesekolah, jadi kamu bantuin aku di kantor sebentar" Ucap Alex memaksa.
"Kerjaan kantor lagi menumpuk, jika hanya aku dan Vano itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Jadi aku membutuhkan mu untuk membantu pekerjaan kami" Sambung Alex menjelaskan.
"Tidak papa Lexa, kamu bantulah Alex dulu. Nanti biar Kakak yang menjemput Zafa" Ucap Zaufa kepada Lexa. "Lagian hari ini kakak nggak kerja kok" Sambungnya kembali.
"Baiklah, kalau gitu" Jawab Lexa pasrah.
"Kalau gitu sekarang kita berangkat, Vano sudah menunggu" Berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan Vano. Alexa pun mengikutinya dan menaiki mobil yang sama dengan Alex.
Kemudian Vano segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan Alex. Hari ini di jalan sangat lah ramai, sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk sampai di perusahaan. 45 menit kemudian akhirnya mereka sampai di perusahaan dan mereka segera keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam perusahaan.
Di saat Lexa berjalan mengikuti Alex dan juga Vano ada beberapa tatapan aneh dari pegawai di kantor Alex. Namun Lexa tetap berjalan mengikuti mereka dan mengabaikan tatapan-tatapan itu. Mungkin para pegawai Alex merasa aneh dengan Alexa, pasalnya ia memakai pakaian yang Casual dan mengikuti Alex bahkan semobil dengannya serta mereka pun belum melihatnya sebelumnya. Jika dia adalah sekertaris baru Alex otomatis pakaian yang ia kenakan akan formal.
"Jadi apa yang akan aku kerjakan? " Tanya Alexa sesampainya di ruangan Alex.
"Untuk saat ini duduk diamlah disana" Ucap Alex sambil menunjuk sofa di dalam ruangannya. Sedangkan Vano hanya tersenyum melihat kelakuan Alex.
__ADS_1
"Dari pada kau senyum-senyum seperti itu lebih baik cepat bekerja" Ucap Alex sambil melirik Vano. Vano yang paham pun langsung berjalan keluar dari ruangan Alex dan pergi menuju ruangannya sendiri.
"Heii kau menyuruhnya bekerja dan hanya menyuruhku duduk disini saja?" Tanya Lexa yang tidak paham. "Jika hanya seperti ini, lebih baik aku pulang membantu Tante Sheira dirumah sambil menunggu Zafa pulang" Sambung Alexa.
"Kalau begitu bikinkan aku kopi dulu, kebetulan aku belum minum kopi di rumah tadi" Ucap Alex sambil fokus pada laptopnya.
"Menyuruhku ikut datang kesini hanya untuk membuatkan-nya kopi, huhh menyebalkan sekali" Gerutu Lexa sambil berjalan menuju pantry.
"Itu kopi untuk Tuan Alex kan?" Ucap salah satu pegawai disana.
"Iya" Jawab singkat namun ramah Lexa.
"Kau pegawai baru ya? aku baru melihatmu" Tanya nya sambil melihat Lexa dari atas kepala hingga ujung kaki.
"Aku pun tidak tau" Ucap Alexa jengah.
"Heyy kau menambahkan terlalu banyak gula di kopinya" Ucapnya sambil menunjuk kopi buatan Lexa.
"Dia suka manis" Jawab Lexa sambil membawa secangkir kopinya menuju ruangan Alex.
"Beraninya orang baru bersikap tidak sopan" Ucapnya sambil menarik rambut Lexa dari belakang.
"Beraninya pegawai lama yang sok berkuasa" Ucap Lexa sambil menginjak salah satu kakinya agar dia melepaskan tarikan rambut miliknya.
"Awwwwhh" Ucapnya menjerit kesakitan. Alexa pun segera berlari setelah genggaman tangan pegawai itu terlepas dari rambutnya.
"Sialann, aku yakin dia akan kembali lagi karena kopinya kemanisan" Ucapnya sambil meringis kesakitan.
Sesampainya di ruangan Alex, Lexa pun mengadu akan kelakuan pegawainya yang menurutnya tidak sopan.
"Ini kopinya, silakan diminum dan jangan protes apapun rasanya" Ucap Alexa.
"Kenapa lama sekali, apa kau tau aku sudah kehausan" Ucap Alex yang memarahi Lexa.
"Tanyakan saja pada pegawai lama mu yang tidak sopan itu" Jawab Alexa sambil duduk disofa.
"Benar-benar sok berkuasa" Sambungnya.
"Siapa dia?" Alex menoleh pada Lexa karena penasaran. " Kenapa bisa ada pegawai ku yang tidak sopan?" Sambungnya.
"Cari tau saja sendiri, lagi pula aku juga tidak tau siapa namanya" Jawab Alexa. "Dan jangan bawa-bawa aku jika kau sudah tau, nanti aku pasti akan terkena masalah yang lebih banyak lagi" Sambung Lexa sebelum Alex bertindak.
Alex hanya diam mendengarkan ocehan Lexa, dia masih menatap laptop miliknya namun dia tidak memindahkan ataupun membaca isinya, Ia hanya fokus mendengarkan tanpa menoleh kepada Alexa seakan-akan dia mengabaikannya.
.....Bersambung.....
.......Mohon Dukungannya.......
......Jangan Lupa Like Kaka......
__ADS_1