
...𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐...
...𝙼𝚘𝚑𝚘𝚗 𝙳𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊...
Di pagi yang sangat indah, di hari minggu. Terdapat keluarga yang sedang menikmati suasana pagi di taman belakang rumah. Mereka berkumpul untuk minum teh bersama setelah sarapan pagi. Hari minggu atau yang biasa di sebut weekend adalah hari yang sangat berarti bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Jika hari-hari biasanya mereka hanya akan bertemu di saat pagi dan juga malam hari saja, karena mereka sibuk bekerja. Suasana yang sangat asri serta sinar matahari yang belum meninggi menambah kenyamanan mereka.
"Papa, Zafa ingin camilan. Camilan Zafa habis" Ucap Zafa mengadu kepada papanya.
"Anak kecil tidak boleh makan cemilan terlalu banyak, nanti bisa sakit perut" Potong Alex menakut-nakuti Zafa. Zafa yang mendengarnya pun cemberut di buat Alex.
"Emm papa!!! Mama!!! " Ucap Zafa mengadu lagi.
"Alex kau ini" Omel Zain pada Alex yang membalasnya dengan juluran lidah mengejek. "Kalau begitu, temani Zafa membeli camilan di supermarket" Sambung Zain menyuruh Alex.
"Nggak mau" Jawab cepat Alex.
"Ayolah Alex temani Zafa dan juga Lexa berbelanja, kami ada hal serius yang harus di bicarakan" Ucap Sheira kemudian.
"Mama ayolah hal penting apa sehingga Alex tidak boleh tau" Ucap Alex sambil memicingkan matanya.
"Ini adalah hal yang sangat dewasa Alex, jadi kamu tidak boleh tau" Jawab Zaufa menambahi.
"Kakak ipar, apa aku ini kurang dewasa di matamu" Jawabnya.
"Ya karena kamu belum menikah, jadi masih ku anggap seperti anak kecil" Jawab Zaufa sambil tersenyum. "Jadi cepatlah menikah, agar aku menganggap mu sudah dewasa" Sambung Zaufa yang membuat Alex kesal.
"Ahh Sudah lah, ayo Zafa, Lexa kita pergi dari sini" Ucap Alex yang kemudian menarik keduanya.
__ADS_1
"Ehh ehh kau" Ucap Alexa tertarik.
"Da'Da papa, mana, Oma" Ucap Zafa mengikuti langkah cepat Alex.
Mereka bertiga memasuki mobil dan menuju salah satu supermarket terdekat untuk berbelanja. Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Dan 30 menit kemudian mereka sampai di salah satu supermarket. Setelah itu mereka bertiga turun dari mobil dan masuk kedalam. Sebelum berkeliling untuk mencari-cari apa yang akan mereka beli, Lexa menarik Troli terlebih dahulu agar memudahkan mereka untuk membawa belanjaan mereka nantinya.
"Sayang, kita mau beli apa dulu? " Tanya Lexa sambil membungkuk mensejajarkan tingginya dengan Zafa.
"Kita ke camilan dulu ya Tante" Ucap Zafa yang sangat antusias. Lexa setuju dengan Zafa, jadi mereka menuju rak rak snak/makanan ringan terlebih dahulu. Alex hanya mengikuti mereka saja, kemanapun mereka pergi ia hanya mengikuti nya dari belakang.
"Berat ya Tante" Ucap Zafa sambil melirik Alex bermaksud memintanya untuk membantu Lexa namun Alex tidak paham.
"Tidak kok, tante masih kuat mendorongnya" Ucap Lexa sambil membelai rambut Zafa.
"Lihat-lihat, suami macam apa dia. masa istrinya yang di suruh dorong troli sendiri" Ucap salah satu pengunjung disana yang melihat mereka.
Lexa dan Zafa pun mengejar Alex yang berjalan cepat, bahkan Zafa dan Lexa sudah memanggilnya berkali-kali pun tidak dihiraukan olehnya dan tetap berjalan. Namun sebenarnya Alex sedang menuju ke tempat bahan makanan lain, seperti daging, sayur dan bumbu masakan. Entah mengapa ia sangat ingin pergi kesana dan memenuhi troli besar itu dengan aneka bahan dapur.
Setelah puas berbelanja mereka segera pergi kekasir dan membayar nya. Kemudian dengan di bantu petugas mereka memasukkan belanjaannya di bagasi mobil Alex. Setelah selesai Alex dan Zafa memilih untuk jalan-jalan sebentar berkeliling di sekitar tempat itu, Lexa pun hanya mengikuti keinginan mereka saja dan mengikutinya.
"Alex? Kau Alex kan?" Tanya salah seorang wanita muda di sana. Alex yang mendengar namanya di panggil pun menoleh ke arah sumber suara.
"Alex apa kau masih mengigatku?" Sambungnya berharap.
"Ya wanita sialan, hanya 0.3% saja" Jawab Alex sinis. Lexa pun hanyaa menyimak keduannya.
"Tega sekali kamu Alex, Alex aku masih mencintaimu" Ucapnya mencoba membuat Alex luluh.
__ADS_1
"Dan aku tidak" Jawab Alex singkat dan dingin. Wanita itu masih mencoba mendekati Alex, bahkan sekarang ia merangkul lengan Alex. Lexa yang melihatnya bertanya-tanya di dalam hati siapa sebenarnya wanita itu.
"Lepaskan tanganmu, itu sangat menjijikkan" Ucap Alex dingin.
"Tidak akan, aku tau kau masih ada rasa dengan ku" Ucap wanita itu menyakinkan Alex. •Ohh ternyata mantanya Alex• Bantin Lexa di dalam hati. Wanita itu masih mencoba merayu Alex. Saat Alex memalingkan wajahnya ia mencoba untuk mencium Alex.
"Maaf ada anak kecil disini nona" Ucap Lexa menghalangi bi*bir Bella yang akan menyentuh pipi Alex. Bella yang di ganggu pun sangat tidak Terima dan kesal.
"Siapa kamu? beraninya mengganggu kami" Tanya Bella kepada Lexa, Terlihat Bella sangat marah dengan aksi Lexa. Dengan berani Lexa memisahkan Alex dan juga Bella, menjauhkan keduanya.
"Aku adalah orang yang sangat spesial, aku adalah Nona nya Tuan Alex" Jawab Lexa dengan percaya diri. "Jadi jangan menganggu kami, kau hanyalah masa lalunya dan aku adalah masa depannya untuk selamanya" Sambung Lexa yang membuat wajah Bella merah menahan amarah.
"Aku tidak percaya, Alex hanya mencintaiku dan selamanya akan seperti itu. Kau hanyalah pengganti ku untuk sesaat" Ucap Bella kepada Alexa. Lexa tak pantang menyerah, ia bahkan membuat Bella terlihat lebih marah lagi.
"Jika memang benar, kenapa selama ini dia jalan denganku, makan denganku, bahkan seranjang denganku" Ucap Lexa membuat Alex terbelalak kaget. "Jika memang kau mencintai nya kemana kau selama ini, mengapa kau menghilang dan kembali di saat dia sudah sukses" Sambung Alexa.
"Aku tidak menghilang aku hanya---" Ucapannya terpotong karena Alex berbicara.
"Sudahlah sayang, berdebat dengannya tidak akan pernah selesai. Ayo kita pulang mama pasti menunggu kita" Ucap Alex lembut sambil menggandeng Lexa serta Zafa. Sebelum benar-baner jauh Alexa masih sempat menjulurkan lidahnya kepada Bella. Bella yang melihatnya pun geram di buatnya.
Sesampainya di tempat parkir tadi, mereka segera masuk kedalam mobil. Dan Alex segera melakukan mobilnya pulang kerumah. "Jangan G'R tadi aku hanya membantumu saja" Ucap Lexa memecahkan keheningan. "Aku juga tidak tertarik" Sambungnya sambil memalingkan wajah melihat keluar jendela.
"Aku juga tidak tertarik, aku hanya melengkapi sandiwara saja" Jawab Alex yang masih fokus menyetir. Zafa yang duduk di belakang menjadi sanksi dan pendengar setia mereka. Bahkan ia enggan ikut campur, jadi ia hanya diam melihat keduanya.
.....Bersambung.....
......Terimakasih......
__ADS_1
.....Mohon Dukungannya.....