
.....Happy Reading.....
.....Mohon Dukungannya.....
....🙏🙏🙏....
..Beberapa kemudian~
Kali ini Alexa sudah bekerja seperti biasanya, yaitu menjadi pengasuh Zafa. Ia senang dan bahagia menjadi pengasuh Zafa dari pada harus membantu Alex di kantor dan membuatnya terkena masalah. Dan saat ini ia sedang membantu Zafa untuk bersiap pergi kesekolah.
"Bagaimana sekolah kemarin??" Tanya Lexa memecahkan keheningan.
"Membosankan" Jawab Zafa sambil cemberut.
"Lohh kenapa" Tanya Lexa sambil membelai pelan rambut Zafa.
"Di kelas hanya ada empat orang tante, dan Zafa perempuan sendiri" Jawab Zafa
"Tapi mereka tidak nakal kan? Atau mereka menjaili mu" Tanya Lexa yang khawatir. Zafa pun menggelengkan kepala.
"Mereka tidak nakal kok, Zafa merasa selalu aman bersama mereka. Hanya saja Zafa terkadang merasa sepi karena tidak ada teman perempuan" Ucap Zafa yang seolah sedang curhat.
"Zafa tau nggak kalau Zafa itu pintar, tidak semua anak anak yang berumur 5 tahun itu sudah sekolah lohh"Alexa. "Anak anak biasa akan sekolah SD di umur 7 tahun dan Tk di umur 5/6 tahun, Tapi Zafa sudah sekolah SD di umur 5 tahun." Sambung Alexa.
Tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka. Mereka sudah sepakat akan sesuatu dan tersenyum melihat mereka. Lalu keduanya pun mendekati mereka perlahan.
"Zafa sayang, sudah selesai belum? " Tanya Zaufaa sambil meletakkan bekal makanan Zafa di tasnya.
"Sudah ma, mama ikut ngantar Zafa kan?" Tanya Zafa.
"Iya sekalian mama mau ke butik" Jawab Zaufaa sambil senyum.
"Ayo nanti Zafa telat, papa juga ada rapat pagi ini" Ajak Zain kepada keduanya.
"Tante Zafa berangkat dulu ya" Ucap Zafa sambil mencium pipi Lexa.
"Iya sayang, belajar yang baik ya" Jawab Lexa sambil mencium pipi Zafa dan membelai pelan rambutnya.
"Lexa kamu temani mama dulu ya hari ini, kakak ada urusan di butik" Ucap Zaufa kepada Lexa.
"Iya kak, serahkan semuanya kepada Lexa" Jawab Lexa sambil tersenyum.
"Ayo sayang berpamitan terlebih dahulu kepada Oma" Ucap Zain sambil menggandeng tangan Zafa keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah selesai berpamitan, Zain, Zaufa, dan juga Zafa pun segera berangkat. Zain mengantarkan Zafa terlebih dahulu kesekolah setelah itu ke butik Zaufa dan setelahnya baru ia berangkat ke kantor.
Sedangkan Alexa segera membantu maid-maid yang ada di Kediaman Fernando membersihkan dan merapikan rumah. Seperti menyapu, mengepel dan yang lainnya. Walaupun cukup melelahkan namun ia senang melakukannya. Saat sedang merapikan buku-buku di ruang tamu ia mendengar ada yang menekan bell. Jadi Lexa segera menyudahi kegiatannya dan segera melihat siapa yang datang.
"Silakan mas--" Ucap Alexa terhenti karena melihat seseorang yang sangat ia tidak suka berada di hadapannya.
"Kamu!!!, ngapain kamu disini??" Ucapnya membentak kepada Alexa.
"Kenapa aku disini? Ini adalah rumah suami ku, apa aku salah jika aku disini" Jawab Alexa dengan nada ketus. 'Semoga tante Sheira tidak mendegar apapun, semoga ia berada di dalam kamar' Ucap Lexa di dalam hati.
"Siapa yang datang Lexa?" Ucap wanita paruh baya yang membuat Lexa kaget.
Sontak saja Alexa merasa terkejut, wanita yang baru saja ia tidak ingin turun malah sedang menuruni tangga dan berjalan kearahnya.
"Aaa itu--" Jawab Alexa terhenti karena wanita di hadapannya malah berlari masuk.
"Tante Sheira apa kabar" Berjalan masuk dan sengaja menabrak bahu Lexa.
"Bella!?" Seru Sheira kaget dan khawatir.
"Awwh" Ucap Lexa tanpa sadar karena tabrakan Bella cukup keras.
Bella berjalan masuk dan mendekati Sheira, begitu juga dengan Alexa. Sheira tersenyum paksa menanggapi Bella. Ia kemudian duduk di sofa, Alexa dengan sigap membantunya.
"Kenapa repot-repot sekali" Ucap Sheira sambil menerima bingkisan itu. "Terimakasih ya" sambungnya.
"Tidak Tante" Ucap Bella sambil tersenyum. "Tante Alex kemana?" Sambung Bella
"Jam segini Alex sudah berangkat ke kantor" Jawab Sheira. "Alexa, nanti siang kamu antar makanan untuk Alex ya. Kasian kalau dia harus beli di luar" Sambung Sheira.
"Iya, Nanti Alexa antar" Jawab Alexa sambil tersenyum.
"Biar Bella aja Tan, sekalian mau main kesana" Ucap Bella tersenyum kepada Sheira dan melirik Alexa.
"Tidak perlu, Alexa adalah istrinya jadi sudah kewajiban Alexa untuk mengurus Alex. Kamu hanyalah mantannya jadi tidak perlu memikirkan suami orang lagi" Jawab Sheira yang membuat Alexa serta Bella kaget.
Alexa terkejut karena Sheira mengetahui sandiwaranya dengan Alex, Namun Bella terkejut karena ternyata kabar yang ia dengar dari Alex dan Lexa ternyata benar. Bella yang cemburu pun hanya diam.
'Sialan ternyata mereka beneran menikah' Batin Bella sambil mengepalkan tangannya.
"Kalau begitu Bella pamit ya Tante, Bella ada urusan" Ucap Bella berpamitan sebelum pergi. Setelahnya ia bergegas keluar dari tempat itu dengan perasaan yang kacau. Ia tidak menyangka orang yang dulu tergila-gila dengannya ternyata sudah melupakannya dan bahkan sudah menikah dengan orang lain. Yang membuatnya semakin kesal ternyata istrinya tidak lebih dari dirinya, itu menurut Bella.
"Tante tadi itu--" Tanya Lexa kepada Sheira.
__ADS_1
"Ahaha tadi tante mendengar dari atas, Tante memang tidak suka dengannya sejak Alex memperkenalkan nya ke Tante. Dia itu terlalu mencolok dan juga sifat sombongnya itu sangat besar" Jawab Sheira menjelaskan. "Dan pasti itu akan sangat merugikan bagi kita semua, karena memang dia juga bukan kriteria menantu tante" Sambung Sheira.
Alexa mengangguk mendengar penjelasan Sheira ia juga setuju dengan Sheira soal sifat yang ada pada diri Bella, ia memang terlalu sombong dan memiliki percaya diri yang tinggi. Memiliki percaya diri yang tinggi memang bagus namun juga jangan sampai kelewat batas karena itu juga bisa merugikan diri sendiri.
Hari mulai siang, sesuai perkataan Sheira tadi pagi Alexa akan mengantar makan siang untuk Alex. Lexa kira itu hanyalah candaan untuk mengusir Bella, ternyata perkataan itu tadi benar. Dan Lexa juga tidak berani membantah alhasil ia menuruti perkataan Sheira. Dan sialnya Alexa saat ini sedang tidak ingin berurusan dengan Alex namun ia malah harus pergi kekantor untuk mengantarkan makan siang. Tapi dia melakukannya juga dengan ikhlas.
Sesampainya dia di kantor ia segera masuk kedalam namun saat dia di pintu masuk Alexa di tahan oleh satpam.
"Maaf nona, anda di larang masuk!! " Ucap pak Satpam kepada Alexa.
"Kenapa pak, apa ada yang salah sama saya?" Tanya Alexa heran karena waktu pertama kali ia datang tidak ada sesiapa pun yang menghentikan nya.
"Pokoknya Nona tidak boleh masuk" Jawab pak satpam bersikeras.
"Kenapa tidak boleh masuk pak?" suara seseorang yang mengagetkan mereka berdua.
"Pak Vino, maaf pak tapi ini perintah Bu Veronica" Jawab Pak Satpam menunduk.
"Siapa yang lebih berkuasa di perusahaan ini saya atau Veronica?" Tanya Vino geram.
"Ten-tentu saja bapak" Jawab Pak Satpam gugup.
"Jadi ikuti perintah saya, jangan mengikuti perintah Veronica" Ucap Vino kembali.
"Iya Pak, maafkan saya" Jawab Pak Satpam merasa bersalah.
"Ayo nona Lexa, kamu mau bertemu dengan Pak Alex kan?" Tanya Vino sambil mempersilahkan Lexa jalan duluan.
"Iya aku bawa makan siang untuk kalian" Jawab Lexa sambil masuk kedalam.
Seperti saat sebelumnya Alexa menjadi perhatian beberapa dari karyawan. Apa lagi Nona yang bernama Veronica dia seperti tidak suka akan kehadiran Lexa saat ini.
"Kalau begitu ayo, Pak Alex pasti senang" Ucap Vino mempersilahkan Lexa untuk memasuki Lift khusus. Dengan senang hati Lexa mengikuti Vino.
Setelah kepergian mereka, seperti biasa beberapa karyawan mulai bergunjing dengan kedekatan Lexa dan Vino. Namun ada juga beberapa karyawan yang mengabaikannya dan melanjutkan pekerjaan mereka agar cepat selesai dan buru-buru untuk makan siang. Karena waktu makan siang akan segera tiba.
........Next Eps.........
......Mohon Dukungannya......
......Please......
.....Jangan Lupa Like......
__ADS_1