CINTA DALAM PERJALANAN.

CINTA DALAM PERJALANAN.
Episode. 14. Maafkan Aku.


__ADS_3

Harry menjadi canggung dan juga salah tingkah ketika Anuska masih menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Entah setan apa yang membujuk pria tersebut untuk mengecup bibir tipis nan manis Anuska. Hasratnya seakan menuntun naluri kelakian nya untuk mengecup, bahkan mencium benda kenyal tersebut.


Harry bangun dari jatuhnya, dia berusaha untuk menenangkan perasaan yang bercampur aduk. Malu, takut, merasa bersalah, dan juga kecewa. Ya, Harry kecewa pada dirinya sendiri, karena sudah berani menyentuh seorang wanita yang sama sekali tak ada hubungan dengan dirinya. Namun di sisi lain, pria itu merasa senang karena telah merasakan bibir manis Anuska. Rasanya seperti berada di atas awan. Kali ini dia lah yang mendapatkan penawaran keindahan dunia, hingga melupakan akal sehatnya.


"Apakah kamu sangat menikmatinya?" Tanya Anuska dengan tatapan tak terbaca. Kali ini Harry tak bisa mengartikan tatapan wanita tersebut. Dia bisa menyimpulkan, bahwa Anuska marah terhadapnya. Namun, bisa di katakan tak marah sama sekali.


"Maafkan aku, tadi aku sedang mimpi mendaki gunung," jawab Harry bohong tanpa melihat wajah Anuska. Sungguh alasan konyol dan memalukan. Pikir Harry.


"Benarkah? aku rasa begitu. Baiklah, sekarang waktunya kita menyebrang ke Benua lain," ucap Anuska datar, membuat Harry bingung penuh tanya. Bagaimana bisa Anuska bersikap biasa-biasa saja? bukankah seharusnya dia marah karena Harry telah mencium dirinya? pikir Harry.


"Baiklah, kamu mandi duluan. Aku akan memesan makanan untuk sarapan kita."


Anuska pun beranjak dari tempat tidur, dan mengambil pakaian ganti dalam ransel. Lalu kemudian menuju kamar mandi. Sementara Harry diam tak bergeming. Dia terus melihat Anuska yang tak bisa di artikan nya.


Setibanya Anuska di dalam kamar mandi, dia mengunci pintu dan memutar keran air. Lalu kemudian,


"Aaaaa..." Anuska berteriak histeris dalam kamar mandi. Dia melepas semua rasanya yang bercampur aduk. Malu, takut, bahagia, dan juga aneh. Semua rasa itu muncul secara bersamaan. Tadi dia hanya berusaha untuk tenang di depan Harry. Namun, sejujurnya hati dan juga jantungnya berdegup kencang ketika Harry mencium bibir nya.


Anuska memegang bibir bekas ciuman Harry. Cara Harry mencium bibirnya mulai terngiang-ngiang di kepala Anuska. Bagai ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di atas kepala wanita tersebut. Betapa bahagia rasanya di cium oleh seorang pria yang di cintai. Apa cinta? ayolah Anuska, kalian bahkan baru beberapa hari ini bertemu dan berkenalan. Jadilah wanita normal. Anuska mengutuk dirinya sendiri.


"Aku pasti sudah gila," gumam Anuska. Wanita itu merasakan sesuatu yang luar biasa dalam hatinya. Sulit untuk di artikan, yang jelas saat ini wanita berambut warna madu tersebut sangat bahagia. Mungkin inilah yang di namakan jatuh cinta pada seseorang yang spesial seperti yang di katakan oleh Harry sebelumnya.

__ADS_1


Sementara di kamar, Harry terus mengutuk dirinya sendiri sembari memukul-mukul kepalanya. Ada rasa bersalah sekaligus malu dalam hati pria bertubuh tinggi tersebut.


"Dasar bodoh, mengapa aku tidak bisa mengendalikan diriku tadi," ucap Harry masih terus mengutuk dirinya.


"Lagi pula, salah siapa menyuruhku untuk tidur bersamanya? jadi bukan salahku kalau aku tak bisa mengendalikan diri. Ya, ini bukan salahku." Harry berusaha menampik rasa bersalah dalam hati pada Anuska. Dia terus berbicara sendiri untuk menghilangkan rasa bersalah pada wanita tersebut.


"Aaakkkk---." Harry berteriak frustasi dalam kesendirian nya. Dia benar-benar malu dengan kejadian setengah jam yang lalu.


Sementara Anuska masih berada di dalam kamar mandi. Wanita itu belum menyelesaikan ritual mandinya. Bukan karena menikmati sejuknya air, tetapi karena malu dan belum siap untuk bertemu dengan pria yang sudah mencuri ciuman pertama nya. Ya, ini adalah pertama kalinya Anuska berciuman. Seperti yang di ketahui, bahwa Anuska tak memiliki siapapun selain kedua orang tuanya serta Kakek dan juga neneknya.


**


Makanan pesanan Harry telah tiba, dan di antar oleh salah satu pelayan hotel. Humburger, Pasta keju Mozzarella, dan dua gelas susu putih. Harry meletakkan makanan tersebut di atas meja, sembari menunggu Anuska keluar dari kamar mandi.


Harry melihat Anuska yang sudah tampak segar dengan memakai baju kaos berwarna coklat dan celana jeans. Rambutnya yang basah dan menetes di dahi wanita tersebut, menambah kesan seksi dalam pandangan Harry. Oh ayolah Harry. Bukankah kamu sudah buat kesalahan satu jam yang lalu? jadilah pria normal kali ini Harry. Batin Harry.


"Makanan sudah datang, ayo kita sarapan bersama." Anuska tidak menjawab ajakan Harry, dia hanya mengangguk kan kepalanya sembari mendaratkan tubuhnya di atas kursi untuk menikmati makanan yang tersedia.


Anuska memakan pasta, sementara Harry memakan humburger. Keduanya makan dalam diam, tak ada yang saling bersuara. Anuska masih menunjukan sikap biasa-biasa saja, sementara Harry masih bingung. Ya, Harry bingung karena Anuska tak mengatakan apapun. Minimal dia marah atau mengungkapkan kekecewaannya terhadap dirinya.


"Anuska, yang terjadi tadi itu adalah tidak di sengaja." Harry memberanikan diri untuk memulai percakapan.

__ADS_1


"Aku benar-benar minta maaf karena sudah--"


"Aku tahu, kamu tidak perlu khawatir," jawab Anuska datar.


"Anuska, tolong jangan salah paham." Harry masih terus berusaha untuk meyakinkan Anuska atas kesalahannya. Kendati wanita itu tak mempermasalahkan kejadian yang memalukan tadi.


"Harry, berhentilah meminta maaf padaku. Bukankah aku sudah mengatakan jika aku baik-baik saja? sekarang kita sudah kesiangan. Makanlah lalu mandi. Mungkin setelah mandi perasaan mu akan tenang."


"Baiklah, terimakasih Anuska," ucap Harry sungguh-sungguh, dan Anuska mengangguk kan kepalanya.


Harry pun menghabiskan makanan nya dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Anuska terdiam dengan tatapan datar.


"Aku tahu Harry, kamu tidak sengaja melakukan itu. Aku bisa melihat dan merasakan nya," gumam Anuska.


**


Setelah mandi dan berkemas, Harry dan Anuska pun check out dari hotel tempat mereka menginap, dan melanjutkan perjalanan ke benua Amerika. Benua yang di kenal dengan negara Adikuasa.


Keduanya akhirnya menemukan rombongan wisatawan yang sempat tertinggal bersama bus mereka. Anuska berkumpul bersama beberapa wanita paruh baya yang ikut melakukan touring, sedangkan Harry kembali pada tugasnya. Namun, tak melupakan tugas khusus dari Ayah Anuska untuk tetap mengawasi gadis remaja tersebut. Kendati hubungan keduanya menjadi canggung semenjak ciuman yang tak di sengaja itu.


Anuska bersenda gurau bersama seorang wanita paruh baya. Kali ini ia melepas tawanya lagi. Tawa itu pecah hingga memenuhi bus tempat mereka berada, dan sampai ke indera pendengarannya Harry. Pria itu menoleh ke arah Anuska berada. Dia jadi terpukau pada Anuska yang tampak cantik dan juga manis. Matanya yang polos selalu memancarkan kebenaran. Wanita itu tak pandai berbohong, bahkan tentang perasaan nya sendiri.

__ADS_1


Harry bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Anuska sekarang. Entah itu cinta atau persahabatan yang terjalin, tetapi Harry cukup bahagia dan menikmati kebersamaan mereka sebelum akhirnya harus berpisah dan kembali pada kehidupan masing-masing.


To be continued.


__ADS_2