CINTA DALAM PERJALANAN.

CINTA DALAM PERJALANAN.
Episode. 7. Munculnya Sang Sayap.


__ADS_3

Pertukaran syarat antara Anuska dan Ayah membuahkan hasil yang sangat membahagiakan bagi pihak Anuska. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya wanita itu akan melangkahkan kakinya keluar rumah. Halaman yang dulu tak pernah di pijak, kini tersentuh oleh dasar sepatu kets miliknya. Rasanya menusuk hingga ke pori-pori. Sungguh luar biasa.


Sayap yang tak pernah ada, kini muncul di kedua sisi tangannya. Dia bisa terbang bebas kemanapun dia mau kali ini. Namun, masih dalam batasan etika dan moral sesuai dengan pesan Ayah dan Ibu.


Anuska mengemasi semua barang-barang yang akan di bawanya ketika tour nanti. Bahkan Anuska hampir tak bisa tidur malam itu, karena menunggu waktu fajar tiba. Dia menjadi lebih terjaga agar tak melewatkan waktu.


Menyaksikan mentari terbit di pagi hari dari luar rumah, dan sinar itu berdiri tepat di atas kepala Anuska. Kemudian berakhir terbenam di ufuk barat. Menyaksikan sunset di pantai, melihat burung-burung berterbangan. Menapaki gunung yang terjal. Atau mungkin bertemu seseorang yang spesial. Sungguh momen itu sangat di tunggu-tunggu oleh wanita bermata coklat tersebut.


Tak pernah di duganya, hari ini akan tiba. Dimana untuk pertama kalinya Anuska melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan tanpa henti. Mendengarkan kebisingan kota, angin bertiup kencang seolah menyapa dirinya yang baru saja lahir. Suara burung bersiul ria di atas kepala Anuska, menambah poin kebahagiaan dan kekaguman terhadap ciptaan Tuhan yang sempurna. Ternyata bumi ini sungguh indah. Dunia tak seburuk yang di bayangkan.


**


Kini tibalah saatnya Anuska berpamitan pada kedua orang tuanya. Berbagai macam wejangan di berikan oleh Ayah dan Ibu. Mulai dari jaga diri, makan, jangan bergaul dengan orang-orang asing, jaga nama baik keluarga, jangan jatuh cinta, hingga jangan sampai mengenal apa itu cinta di luar sana. Karena cinta Anuska hanya terletak pada tunangan nya. Ya, sebelum melakukan touring, Anuska melangsungkan pertunangan terlebih dahulu dengan seorang pria yang bernama Edrik Ameral, sesuai dengan persyaratan Ayah. Beruntung pria tersebut mengizinkan Anuska untuk berkeliling dunia sebelum menikah.


Anuska memulai touring nya di benua Eropa terlebih dahulu, tepatnya di kota Paris. Negara yang merupakan ibukota Prancis ini memiliki 45 juta pengunjung setiap tahunnya, dan tahun ini salah satu pengunjungnya adalah Anuska. Paris adalah tujuan wisata paling populer di dunia. Di juluki dengan berbagai nama panggilan seperti City of light, yang di kenal karena suasana romantis dan berbagai macam industrinya seperti bisnis, hiburan, tata boga, mode, seni, dan budaya. Itulah sebabnya Anuska memilih kota ini sebagai pijakan pertamanya untuk melakukan touring. Kendati wanita itu harus melewati kota romantis yang bernama Paris tersebut, tanpa seorang kekasih. Namun, dia sangat menikmati suasana romantis yang di jalaninya seorang diri.

__ADS_1


Malam itu angin terasa sejuk, suasana kota Paris sangat ramai pengunjung. Ditemani salju, di iringi alunan musik jalanan. Tarian para seniman jalanan yang bermain di bawah menara Eiffel, lampu kerlap-kerlip, menambah poin keromantisan suasana kota Paris di malam hari.


Anuska menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis di wajahnya yang cantik. Senyuman itu tak pernah menyurut semenjak gadis remaja berusia 19 Tahun itu mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tuanya untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang maha agung. Tanpa Anuska sadari, ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari kejauhan. Orang itu tersenyum mengejek. Sementara Anuska terus berdecak kagum atas ciptaan Tuhan yang satu ini.


**


Anuska melanjutkan perjalanan nya ke kota Amsterdam setelah tiga hari berada di kota Paris. Anuska mengunjungi kota Amsterdam tersebut, karena di kenal sebagai kota modern. Amsterdam juga menawarkan kanal-kanal yang indah, bangunan bersejarah, dan museum kelas dunia. Sehingga Anuska tertarik untuk menjajaki Ibu kota negara Belanda tersebut. Semua tempat yang di kunjungi Anuska di abadikan dalam ponsel miliknya. Bagai momen berharga yang tak akan pernah terulang kembali.


Dua malam berada di kota Amsterdam, wanita cantik tersebut melanjutkan perjalanannya ke negara Praha. Praha adalah kota magis dengan katedral yang menakjubkan, arsitektur abad pertengahan, santapan lezat, dan suasana yang energik, menjadikannya salah satu kota yang paling banyak di kunjungi di Eropa. Objek wisata yang tidak boleh di lewatkan adalah Kastil Praha, Kastil kuno terbesar di dunia. Dan di Kastil itulah Anuska tak sengaja bertemu dengan pria yang selama ini menemani dirinya tanpa ia sadari.


"Apa kamu ingin mencopet.?"Sungguh pertanyaan konyol dan menggelikan bagi pria tersebut.


"Apakah kamu bisa menunjukkan kartu identitas yang menyatakan, bahwa kamu adalah pemandu wisata saya,?" tanya Anuska dengan tatapan penuh waspada. Dia benar-benar tidak menyadarinya keberadaan pria tersebut.


Pria itu menunjukkan kartu identitas dirinya yang menyatakan, bahwa dia adalah pemandu resmi dari agen wisata tempat Anuska mendaftar.

__ADS_1


"Harry Davidson." Anuska membaca nama yang tertera di kartu identitas tersebut. Ya, selama satu Minggu Harry menjadi pemandu wisata Anuska, dan mengikuti kemana wanita itu pergi. Namun, Anuska tak pernah menyadari keberadaan pria bermata perak tersebut.


"Nama kamu Harry Davidson,?" tanya Anuska dengan raut wajah yang tak di sukai oleh Harry.


"Apakah di kartu identitas saya tertulis nama carlota? Alfonso derodoxon, Fulgoso, atau Barbara Chabera," tanya Harry dengan raut wajah kesal yang tertahan. Ya, Harry sudah mulai kesal karena selama seminggu ini dia harus mengikuti kemana kaki Anuska melangkah sesuai dengan perintah dari atasannya. Tentu saja perintah itu berasal dari Ayah Anuska yang meminta pada pemilik agen wisata tersebut untuk mengutus salah satu anak buahnya yang bisa di percaya agar menjaga putri semata wayangnya tersebut. Dan Harry lah menjadi satu-satunya orang yang bisa di percaya oleh atasannya.


Selama Harry menjadi pemandu wisata, pria tersebut tak pernah membuat masalah. Satu-satunya yang menjadi masalah adalah, pria tersebut selalu menolak ketika di utus untuk memandu para wisatawan asing berkeliling dunia. Kecuali hanya dalam negeri saja. Alasannya sangat jelas, yakni restu dari orang tuanya. Namun, kali ini Harry mendapatkan restu tersebut. Kedua orang tua Harry akhirnya memberi izin pada pria tampan tersebut untuk mencari jati dirinya sembari menjadi pemandu wisata.


"Mengapa kamu jadi marah? saya hanya bertanya saja," sanggah Anuska pelan.


"Karena kamu sudah membuat betis saya hampir pecah selama satu Minggu ini. Apa kamu tidak pernah ke Paris sebelumnya? wajahmu di bawah menara Eiffel sungguh memalukan," cibir Harry.


"Ada apa dengan wajahku? mengapa kamu jadi menyalahkan wajahku yang tak berdosa ini,?" tanya Anuska tak mau kalah. Ternyata wanita itu cukup keras juga dalam berdebat. Dia benar-benar tidak ingin di salahkan.


"Benarkah itu? coba aku lihat wajah ini lebih dekat lagi, agar aku tahu seberapa tak berdosa nya dia," ucap Harry seraya berjalan mendekati Anuska. Sehingga wanita tersebut menjadi lebih waspada. Wajahnya berubah menjadi tegang, tubuhnya gemetar, inikah alasan mengapa Ayah tak pernah mengizinkan dirinya mengenal dunia luar? inikah yang di namakan dengan kejahatan? inikah akhir dari perjalanannya? dia bahkan belum menjajaki benua lain. Lalu Anuska pun berkata :

__ADS_1


"Jangan lupa like dan vote ya readers, hehe."


Happy reading.


__ADS_2