Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
permintaan maaf yang sia sia


__ADS_3

Sesampai intan pulang ke rumah."


Intan langsung masuk ke kamarnya. Di dalam kamar intan masih mengingat tatapan tajam dari dafis hingga membuat intan takut. Dan perkataan dafis membuat intan terus berpikir???? Kenapa dafis mengatakan tidak semua dapat dihargai dengan uang???? Gumam intan pada dirinya sendiri.


Lalu pintu kamar intan terbuka, dan tenyata itu adalah mama intan. "Apa kamu gak makan malam tan." Tanya mama intan.


Enggak ma!!! Intan sedang nggak enak makan!!! Mendengar perkataan intan. Wajah Mama intan yang kalem dan terlihat sabar, kini wajah mama intan berubah menjadi sangat terlihat kuatir kepada intan.


Mama intan kemudian masuk ke dalam kamar intan dan bertanya kepada intan. Kenapa kamu nggak makan??? Ada masalah apa nak, tanya mama intan sambil mngelus lembut kepala intan. Intan yang sedari tadi memikirkan perkataan dafis dan tak menemukuan solusinya??? Akhirnya intanpun mulai bercerita tentang dafis pada mama intan.


Intan lalu menjelaskan dari awal bertemu ferdi lalu menelpon dafis, lalu dafis yang membuat intan marah, tatapan tajam dari dafis. dan intan tak lupa untuk menceritakan perkataan dafis. "intan yang beruntung lahir dari keluarga kaya dan tidak tidak semua dapat di hargai dengan uang.


Awalnya mama intan biasa saja menanggapi intan, lalu mama intan mulai tertawa mendengar dafis yang memakai celana kolor pendek dan sandal japit. Saat intan mejelaskan tentang perkataan dafis, wajah mama intan mulai berubah dengan serius.


Setelah intan selesai berbicara, kini intan meminta pendapat pada mama intan.

__ADS_1


Mama intan lalu menjelasakan kepada intan. "Mama rasa." Temanmu tadi merasa kuatir padamu nak, jadi dia tidak sempat mengganti pakaiannya. Dan Mungkin temanmu sedang marah padamu?? Jadi temanmu lebih memilih diam. Intan hanya medengarkan perkataan sang mama dengan serius. Lalu mama intan melanjutkan perkataannya, untuk tatapan matanya??? Mungkin dia benar benar marah padamu nak. Untuk perkataan temanmu yang terakhir. Mungkin kamu telah menyinggung penampilannya hingga temanmu berkata seperti itu.


Setelah mama intan seleaai berbicara!!! Kini Intan mulai mnyesali pekataan yang telah ia ucapkan kepada dafis. Melihat wajah sedih putri semata wayangnya. "Lalu mama intan berbicara kepada intan dengan lembut." Jangan sedih begitu, semua pasti ada jalan keluarnya. Kamu makan dulu, setelah makan mama beri kamu jalan keluarnya.


Mendengar perkataan mama intan, wajah intan yang tadinya murung!!! Kini berubah sumringah. Lalu intan bergegas makan malam dengan papa dan mama intan. Stelah selesai makan. Intan segera menanyakan jalan keluarnya!!! Mendengar jalan keluar!!! Papa intan mulai kepo kepada intan. Jalan keluar apa tan??? "Tanya papa intan kepada intan."


Papa mau tau aja!!! Jawab manja intan kepada papanya. "Lalu intan menggengam tangan mama intan." Ayo ma!!! Kita bicara di kamar aja. "Ajak intan pada sang mama."


Lalu intan berjalan ke kamar intan sambil menggandeng tangan mama intan. Setelah di dalam kamar intan lalu menutup pintu kamarnya.


Mama intan lalu menjawab!!! Minta maaflah pada temanmu. Nggak mau ma!!! Aku malu ma!!! Jawab ketus intan. "Lalu mama intan menjawab." Meski kamu malu, kamu harusnya minta maaf. Jika kamu malu meminta maaf langsung!!! Setidaknya minta maaflah dari hanphonemu!!! Setelah berbicara, mama intan lalu keluar dari kamar intan.


Kini intan mulai mondar mandir sambil memegang handphonenya. Intan masih merasa sangat malu sekaligus merasa sangat gengsi untuk meminta maaf kepada dafis. Lalu intan mulai berbicara sendiri!!! Kenapa aku harus minta maaf duluan!!! Tapi??? Jika aku tidak meminta maaf, bagimana jika ferdi dan leo menggangguku lagi???


"Setelah intan berpikir cukup lama!!! Lalu intan membulatkan tekadnya untuk menelpon dafis. Dafis yang sedang tiduran kaget melihat hpnya berdering!!! Melihat panggilan dari intan, dafis yang masih kesal dengan perkataan intan, lalu menjawab panggilan dari intan. "Ada masalah apa lagi sekarang. "Jawab dafis pada intan dengan nada kesal." Mendengar jawaban dafis, intan mencoba untuk mengalah. "Aku sedang tidak dalam masalah, aku hanya mau meminta maaf atas perkataanku tadi kepadamu." Dafis yang mendengar perkataan intan!! Denga tegas dafis membalas perkataan intan. "Anak orang kaya sepertimu tidak sepantasnya meminta maaf kepada anak orang tak punya sepertiku." Intan yang merasa di sindir oleh dafis, intan yang tadi mncoba bersabar kini berubah menjadi marah.

__ADS_1


Perdebatan mereka berduapun tak terelakkan lagi!!!


"Aku sudah dari tadi mencoba bersabar dan meminta maaf padamu!!! Tapi kamu malah menyindirku seperti itu!!! Mau kamu apa??? "Jawab intan dengan nada yang tinggi." Dafis mendengar intan marah!! Dafis kini mulai tersenyum lalu betanya lagi kepada intan . "Apa kamu datang bulan." "Apa maksudmu bertanya seperti itu." Jawab intan dengan nada yang masih tetap tinggi. Tanpa menjawab pertanyaan intan, kini dafis mencoba mengerjai intan lagi. "Bisakah kamu berbicara selayaknya seperti seorang perempuan." "Dasar brengsek." Kali ini kamu benar benar membuatku marah. Besok aku pasti akan mencarimu!!!!


"Selesai berbicara intan lalu menutup teleponnya.


"Intan mulai uring uringan gak jelas karena dafis." Dasar brengsek!!! Lihat saja besok??? Aku pasti akan menamparmu!!!


"Dafis kini mulai berbicara sendiri di kamarnya." Aku berharap!!! Tidak banyak tamparan yang akan menimpaku minggu depan.


"Keesokan harinya." Di pagi hari, intan sudah menelepon dafis!! Dafis yang melihat panggilan dari intan, hanya mengabaikannya. Hingga dafis di sekolah pun. Intan terus menelpon dafis!!! Tetapi dafis masih terus mengabaikannya. "Saat bertemu bara." Dafis lalu berbicara kepada bara. Ra!! Kalau intan menelponmu, jika dia mencariku, katakan aku tidak masuk sekolah. "Bara lallu menjawab." Kenapa??? Apa kamu juga mendapat masalah dari intan. Tidak!!! Aku sengaja menghindarinya agar cepat keluar dari masalah intan. "Jawab dafis dengan santai kepada bara." Bara hanya diam mendengar perkataan dafis. Melihat bara yang diam saja, seakan sedang memikirkan banyak hal. Dafis lalu berbicara lagi kepada bara. Kamu jangan memikirkan yang tidak tidak ra?? Aku menghindarinya bukan karena takut, atau lari dari masalah. Aku hanya akan membuatnya lebih kuat!!! Bara yang tidak paham dengan ucapan dari dafis??? "kemudian bara mulai bertanya lagi kepada dafis." Bisakah kau perjelas pembicaraanmu fis!!! Aku sama sekali tidak paham dengan perkataanmu??? Dafis lalu tersenyum mendengar perkataan bara, dan dafis lalu berkata, sudahlah!!! Jangan kamu pikirkan??? Suatu saat nanti kamu pasti mengerti.


"Di sekolah intan." Intan sedari pagi hingga siang terus uring uringan karena ulah dafis semalam. Nina dan devi mendengar penjelasan tentang dafis. Kini mereka bertiga sangat membenci dafis. Saat jam isrirahat, intan pergi ke kantin dengan devi dan nina. Saat berjalan ke arah kantin intan di goda oleh adik kelasnya!!!


"Hai kakak intan." Goda adik kelas kepada intan saat mendengar perkataan adik kelasnya, intan hanya melirik tajam ke arah adik kelasnya!!! Lalu intan berjalan lagi ke arah kantin. Adik kelas intan yang tadi di lirik oleh intan, kini malah berlari lalu berjalan di samping intan dan berkata, "kakak intan cantik, berapa nomor hp kakak. Intan sama sekali tak menggubris perkataan adik kelasnya tersebut dan masih terus berjalan ke aeah kantin. Tiba tiba!!! Dengan berani, adik kelas intan lalu menggenggam tangan intan dan berkata, "kenapa kakak diam saja." Plaakkkkkk!!! Tamparan keras dari intan melayang ke wajah adik kelasnya. "Kemudian intan berbicara ke adik kelasnya dengan nada tinggi dan mata melotot." Jangan pernah kamu ulangi perbuatanmu!!!! Setelah berbicara, intan kemudian pergi kantin.

__ADS_1


"Sesampai di kantin." Nina dan devi sangat kaget melihat kemarahan intan kepada adik kelasnya. Lalu nina bertanya kepada intan. Apa semarah itukah kamu kepada dafis. "Maksutmu." Jawab ketus dari intan. Aku tahu, jika kamu marah pada dafis!!! Tapi kenapa kamu tadi menampar adik kelas??? Aku hanya tak suka dia memegang tanganku!!! Jawab intan yang masih terlihat marah. Devi lalu mengalihkan pembicaraan kepada intan dan nina. Devi kemudian berbicara tentang baju yang ia sukai, nina dan intan lalu menaggapi perkataan devi. Suasana yang tegang Kini telah mencair. Dan perbincangan mereka terus berlanjut hingga intan lupa dengan kemarahannya.


__ADS_2