
Setelah kepergian dafis." Intan lalu kembali ke kamarnya, saat berjalan ke kamar intan. Apa dia temanmu?? "Tanya mama intan kepada intan."
Bukan ma!! "Jawab intan sambil terus berjalan ke kamarnya. Mama intan hanya hanya tersenyum mendengar jawaban intan.
"Saat dafis pulang kerumah." Dafis melihat motor matic yang terparkir diteras rumahnya, "motor siapa ini." Gumam dafis dalam hati.
Saat masuk rumah dafis sangat terkejut melihat ana yang ada di dalam rumahnya dengan ibunya!!!
Ada apa kau datang kemari ana, "tanya dafis pada ana sambil berdiri didepan ana."
"Tak bolehkah aku datang kerumahmu???" Jawab ana dengan lembut.
Temui ana dulu, ibu mau ke belakng dulu. "Jawab ibu pada dafis."
Iya bu. "Jawab dafis lalu duduk di depan ana."
"Lalu ana memulai pembicaraan kepada dafis." Apa setelah kejadian tersebut, kamu benar benar membenciku sampai sekarang!!! Aku tidak pernah membencimu ana, aku hanya selalu mengingat kata katamu. "Jawab dafis dengan santai."
Salahkah jika aku memebela abangku!!! "Tanya ana sedikit kesal kepada dafis."
Apa kamu kesini hanya ingin mengungkit masalah yang telah lewat. "Tanya dafis pada ana dengan mulai nada serius."
Iya!!! "Jawab ana dengan tegas kepada dafis."
Aku tak ingin berdebat denganmu ana, lagipula aku juga sudah melupakannya. Jadi lupakan sajalah!! "Dafis dengan santainya berbicara kepada ana."
"Kini ana mulai meneteskan air matanya lalu berbicara lirih kepada dafis." Setelah kejadian itu, aku sangat menyesal telah menamparmu, dan aku juga mencoba untuk meminta maaf langsung kepadamu, tapi kamu terus menghindariku dan tak pernah memberiku kesempatan untuk berbicara kepadamu.
__ADS_1
Dafis hanya diam, dan mendengar dengan serius saat ana berbicara dengan sedikit meneteskan air matanya. Setelah ana selesai berbicara, dafis lalu berdiri dari tempat duduknya dan menggenggam tangan ana.
Kita bicara diluar sebentar. Ajak dafis pada ana sambil terus menggenggam tangan ana. Ana hanya menurut san berjalan ke depan dengan dafis.
Jangan menangis, Kata dafis sambil mengelap pipi ana. "Lalu dafis mulai berbicara lagi kepada ana." Aku menghindarimu selama ini hukan karena aku membencimu, tapi aku tak ingin melihatmu menangis karena aku.
Andai jika kita sekarang dekat lagi seperti dulu, aku akan menghajar siapa saja yang bersikap kasar terhadapmu!!!
Tak bisakah kamu merubah sikapmu untukku. "Tanya ana pada dafis."
"Dafis kemudian berbicara kepada ana dengan lembut." Aku yang Dulu, sekarang dan nanti, masih akan tetap sama ana. Akan menghajar siapa saja yang memperlakukan kasar terhadapmu,
Jadi pikirkanlah lagi baik baik jika ingin dekat denganku ana.
Setelah selesai berbicara, dafis lalu mengajak ana masuk kedalam rumahnya lagi. Mereka berdua berbicara panjang lebar, hingga waktu mulai malam ana berpamitan untuk pulang.
Aku tak butuh uangmu, besok ambil lah di sekolahku!!! "Isi pesan intan kepada dafis."
"Jika kamu tak mau uangnya, berikan pada pengemis. Kita sudah tidak ada urusan!!! Jadi jangan ganggu aku lagi." Isi pesan dafis untuk intan.
Tak lama mengirim pesan kepada intan, intan kini menelpon dafis. Dengan malas dafis mengangkat panggilan dari intan. Hhmmmm!!! "Jawab dafis pada panggilan intan." Kamu jangan berlagak seperti orang kaya saja??? Aku sama sekali tak butuh denganmu. Baru kali ini aku menemui cowok brengsek yang sombongnya minta ampun." Dafis hanya diam mendengar perkataan intan, setelah intan selesai berbicara, dafis lalu kembali berbicara kepada intan. " jika kamu sudah selesai bicara, jangan telpon aku lagi. Lalu dafis mematikan panggilan dari intan."
Intan sangat marah dengan dafis, yang tiba tiba mematikan panggilan dari intan.
Sial!!! Kenapa si brengsek ini sombong sekali. Intan terus marah kepada dafis, hingga intan tertidur.
"Keesokan harinya."
__ADS_1
Dafis yang selalu datang paling lambat dari murid lainnya, dafis dengan terburu buru memarkirkan motornya, saat keluar dari tenpat parkir, ana audah menunggu dafis dengan senyum bahagianya. Dan tiba tiba ana berjalan sambil menggengam lengan dafis.
Ana lepaskan, aku malu di lihat anak anak, "jawab dafis kepada ana, dwngan sedikit wajah memerah karena malu."
Aku tak akan melepaskan tanganku sebelum sampai aku masuk kelas. Jawab manja ana kepada dafis.
Dafis yang merasa sangat malu!! hanya bisa menunduk sambil berjalan dengan ana.
Di smk nusantara menjadi gempar, lantaran dafis berjalan dengan ana di sekolah. Banyak murid yang membicarakan dafis dan ana, karena dafis dan ana sudah satu tahun lebih tidak pernah dekat lagi, dan banyak murid perempuan yang merasa sakit hati, karena idola mereka kini telah berjalan bersama dengan ana.
Dasar perempuan tak tahu malu!!! Dulu menamparnya, sekarang malah menggandeng dafis. Dasar peremouan rak tahu diri. "Gosip dua murid perempuan yang melihat dafis berjalan dengan ana dari jauh."
Di sekolah Banyak murid perempuan yang juga bergosip tentang dafis dan ana.
dafis yang biasa berkumpul dengan bara, tito dan deni di kantin saat pagi, dafis yang merasa jadi bahan tontonan langsung masuk ke kelasnya.
sampai jam istirahatpun, dafis masih di dalam kelasnya. tak lama kemudian bara, tito dan deni mendatangi dafis yang berada di kelasnya.
ayo ke kantin fis. "ajak tito kepada dafis."
apa ada gosip tentang aku!!! "tanya dafis kepada ketiga temannya." mereka bertiga lalu menangguk, dan "deni mulai berbicara kepada dafis." ayolah fia hal sekecil ini tak perlu kamu pikirkan. aku tah, kalau kamu sekarang sedang malu.
"tito lalu berbicara juga kepada dafis." harusnya yang malu adalah ana, bukannya kamu!! satu sekolah juga tau, jika dulu ana yang telah menamparmu. bara lalu memegang pundak dafis ayo kita ke kantin. "ajak bara pada dafis."
dafis hanya diam, dan memikirkan tentang kejadian tadi pagi dengan ana, dafis lalu berpikir tentang perkataan teman temannya, dan akhirnya dafis berpikir jika dirinya harusnya tak malu seperti sekarang. dan mereka berempat lalu pergi ke kantin.
saat di kantin, ana melambaikan tangannya dan berkata kepada dafis. gabung sini fis, "ajak ana pada dafis." dafis lalu menghampiri ana, aku dengan teman temanku sekarang. jadi aku tidak mungkin meninggalkan mereka, jika kamu mau kesanalah!! dafis dengan santai lalu pergi meninggalkan ana. setelah dafis agak jauh, "teman ana lalu berbisik kepada ana." jika kamu tak menejarnya sekarang, maka kesmpatanmu akan lebih sulit untuk kedepannya." mendengar perkataan temannya, ana lalu pergi ke meja dafis dan teman temannya.
__ADS_1
apakah aku boleh gabung?? "tanya ana kepada dafis." duduklah. "jawab dafis pada ana." saat ana bergubung dengan dafis dan teman temannya, seketika suasana langsung berubah dingin!!! bara, tito dan deni hanya diam tak bicara. "dafis lalu berbicara kepada mereka." kenapa kalian tegang begini, setelah berbicara dafis lalu tertawa. dan bara, tito dan deni juga ikut tertawa, mereka lalu berbicara satu sama lain sampai jam istirahat telah habis.