Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
awal tumbuhnya perasaan


__ADS_3

Tak lama kemudian." suara langkah terdengar oleh dafis dan intan, dan mereka pun kembali duduk dengan tenang yang saling berhadapan. Ibu dafis yang berjalan dengan membawa nampan dan segelas teh lalu menyuguhkannya kepada intan, "dan berbicara kepada intan." Ayo di minum tehnya nak intan. Iya tante terimaksih. "Jawab intan dengan sopan."


Ibu dafis lalu duduk di samping dafis dan melanjutkan pertanyaannya pada intan. Di mana rumah nak intan.


Di bukit tinggi tante. "Jawab intan." Ow, lumayan jauh kalau dari sini. "Jawab ibu dafis pada intan." Iya tante. "Jawab intan dengan senyum pada ibu dafis."


Ibu tinggal ke belakang dulu, jangan sungkan nak intan, anggap rumah sendiri.


Melihat ibunya yang mulai akrab dengan intan, dafis yang sedari tadi terus memperhatikan sikap intan!! Dafis mulai bebrbicara dalam hati. Apa yang sedang di rencanakan intan??? Kenapa dia datang kerumah!!! Dan sekarang malah sok akrab dengan ibuku. "Seteleh ibu dafis pergi."


Apa maksutmu datang kemari??? "Tanya dafis dengan serius pada intan." Lalu intan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan di taruh di meja. Aku kemari untuk mengembalikan uangmu!!!


Apa hanya karena ini kamu datang ke rumahku!!! "Tanya dafis pada intan dengan wajah tak percaya." Intan yang mulai marah mendengar kata kata dafis. "Intan lalu mulai berbicara dengan marah kepada dafis." Apa maksutmu berbicara seperti itu padaku!!! Aku kemari hanya ingin mengenbalikan uangmu dan tak ada maksut lain!!!


Dafis yang masih dengan santainya mendengar perkataan intan, "lalu dafis berbicara lagi kepada intan." Aku berharap kamu tak datang ke rumaku lagi!!! "Jawab dafis pada intan dengan cueknya." "Intan yang sangat geram kepada dafis, lalu berbicara dengan nada tinggi kepada dafis." Aku kemari berniat baik!! Kamu malah mengusirku dari sini!!! Aku akan membuatmu menyesal."


Dimana ibumu, aku ingin berpamitan kepadanya. "Tanya intan lagi pada dafis."


Pulanglah, nanti akan aku sampaikan pada ibuku. "Jawab dafis dengan sedikit mengusir intan."


Aku tak akan pulang sebelum ibumu keluar!!! "Jawab intan sambil memalingkan wajahnya pada dafis."


"Dafis lalu berbicara sambil berjalan ke arah dapur dan tak lupa menyimpan uang dari intan." Sial!!! Kenapa aku harus bertemu dengan perempuan sepertimu.


"Dafis kemudian berbicara kepada ibu dafis." Bu, temanku mau pulang. Dia mau berpamitan pada ibu. Ibu yang berada di dapur, kemudian pergi untuk menemui intan, dan Dafis mengikuti di belakang ibunya.


lalu intan bersalamam dengan ibu dafis, dan berbicara lagi kepada ibu dafis. Tante intan pukang dulu.


Iya, hati hati di jalan "jawab ibu dafis."


Tante bolehkah lain kali saya main ke rumah tante???? "Tanya intan dengan sedikit memelas."


"Ibu dafis hanya tersenyum, "kemudian berbicara kapada intan dengan lembut." Boleh!! Kenapa kamu bertanya seperti itu??


Dafis melarang saya untuk datang kesini lagi tante. "Jawab intan dengan pelan."

__ADS_1


"Ibu dafis lalu berbicara pada intan." Sudahlah, jangan kamu masukkan hati perkataanya. Sekarang pulanglah dulu, besok mainlah lagi kesini.


"Intan yang merasa senang lalu berbicara dengan snyum bahagianya."


Iya tante, makasih tante.


Lalu intan melambaikan tangan kepada dafis sambil tersenyum bahagia!!! Dah dafis ... sampai ketemu besok.


Selesai berbicara intan lalu pergi dari rumah dafis.


Mulai besok bersikaplahlah yang baik pada temanmu, jika kamu tak mau menemuinya maka bicaralah yang baik, Jangan berbicara semaumu saja. "Tutur ibu dafis, kepada dafis." Lalu ibu dafis pergi meninggalkan dafis.


Dafis hanya menunduk dan diam mendengar perkataan ibunya. Lalu dafis kembali ke kamarnya dan tiduran di ranjang, dan terus memikirkan intan??


Apa yang intan rencanakan kali ini?? Apa dia benar benar ingin balas dendam!!!


Jika dia mau balas dendam kepadaku?? Dimana salahku.


Dan mengapa dia tahu rumahku??


"Dafis yang lelah nemikirkan intan kemudian tertidur dengan pulasnya."


"Di rumah intan."


Intan yang selesai mandi lalu pergi makan dengan orangtuanya. Intan yang merasa bahagia atas kemenangannya atas dafis membuat intan terus memikirkan tentang dafis.


Orang tua intan tang melihat intan senyum senyum sendiri, membuat orang tua intan bingung sekaligus bahagia melihat anak mereka.


Apa yang sedang kamu pikirkan nak?? Kelihatannya kamu sedang bahagia sekarang. "Tanya mama pada intan."


Hmm aku sangat senang hari ini. "Jawab intan sambil tersenyum kepada orangtuanya." Lalu intan makan dengan cepat. selesai makan, intan lalu pergi ke kamarnya.


"Sambil tiduran di kamar, intan masih memikirkan tentang dafis."


Kenapa aku merasa sangat bahagia hari ini. ahh mungkin karena dendamku yang sudah terbalaskan kepada si brengsek dafis!!! Aku jadi sangat senang sekarang. Kenapa tadi dia terlihat tampan dari biasanya!! Dan tubuhnya juga bagus?? Apa dia suka olahraga???

__ADS_1


Dan kenapa jantungku berdetak sang kencang saat ia menatapku dari jarak yang sangat dekat.


Dari sore hingga malam intan terus memikirkan dafis. Intan yang hanya merasa senang sekaligus bahagia.


dan intan tak lupa memberitahukan rasa bahagianya kepada devi dan nina.


Seakan akan intan bahagia karena dendamnya saja, padahal sedikit perasaan kini mulai tumbuh di hati intan kepada dafis. Hanya saja intan belum menyadarinya.


"nina yang paling pandai dalam masalah percintaan di antara devi dan intan." nina yang mendengar intan berbciara lewat telepon. nina merasa jika ada yanf salah dengan intan. dan nina memilih menanyakannya secara langsung daripada lewat telepon.


"keesokan harinya." nina yang telah datang duluan di sekolah, kini jina menunggu intan di dpean kelas mereka. tak lama kemudian intan datang, dan nina dengan cepat menggandeng intan masuk kelas dan mulai banyak bertanya kepada intan.


apa benar jika nanti kamu pulang sekolah akan ke rumah dafis lagi. "tanya nina dengan lirih."


iya. aku akan ke rumah dafis lagi nanti. "jawab intan dengan senyum bahagianya."


jika dafis tidak ada di rumah!!! "tanya nina lagi pada intan."


"intan hanya terus tersenyum, dan berbicara dengan santai kepada nina." jika dafis tidak ada di rumahnya juga tak masalah buatku. kan ibunya dafis setiap hari di rumah.


apa kamu kerumah dafis, ingin menemui ibu dafis??? "tanya nina dengan wajah serius."


iya. jika aku dekat dengan ibu dafis, dafis tidak akan berani macam macam denganku lagi. "jawab intan dengan santainya."


apa aku tak salah dengar??? "jawab nina dengan penasaran."


tak salah dengar bagaimana??? "kata intan dengan wajah sedikit bingung pada nina."


bukankah dafis tidak pernah menganggumu sperti cowok brengsek lainnya!!! dan dafis juga tak pernah menghubungi duluan. apa jangan jangan kamu menyukai dafis??? "kata nina, sambil tersenyum setelah menyelasaikan perkataanya."


intan yang sedari tadi selalu tersenyum, tiba tiba raut wajah intan berubah seketika saat mendengar perkataan nina barusan.


jangan asal, aku hanya ingin membalas perlakuan dafis kepadaku!!! dan sama sekali aku tak pernah menyukainya. aku hanya belum puas saja untuk membalas dafis.


devi yang baru datang, tiba tiba memotong pembicaraan intan dan nina. devi bercerita tentang cowok kelas sebelah, intan dan nina mulai menanggapinya dan mereka bertiga bergosip hingga terdengar bel masuk.

__ADS_1


__ADS_2