Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
kemarahan seorang ibu


__ADS_3

Sesampai intan di rumah." Intan segera mengirim pesan kepada nina dan devi, intan menjelaskan kepada dua sahabtanya, tentang pertemuan tio dengan dua anak smk nusantara.


Setelah mengantar bara pulang, kini tio mengantarkan dafis pulang, sesampai di depan gang rumah dafis, dafispun turun dan mengucapkan terima kasih kepada tio, tio tersenyum dan menganggukan kepalanya dan pergi.


"Sesampai di rumah," dafis masuk rumah dan melihat bapak dafis yang ada di rumah dengan ibunya. Tumben bapak sama ibu di rumah, "tanya dafis." Saat dafis hendak masuk kamar, "ibu dafis berteriak kepada dafis." Darimana saja kamu!!!! Duduk sini, perintah ibu dafis.


Dengan santai dafis berbalik arah menuju ruang tamu, "dafis berkata dalam hati." Jika ibu se marah ini, aku rasa ada masalah besar yang akan menimpaku.


Setelah dafis duduk, dafis lalu melihat wajah kedua orangtuanya, terlihat wajah Ibu dafis yang terlihat sangat marah, sedangkan bapak dafis hanya berwajah santai sambil menghisap rokoknya.


"Ibu dafis kemudian berkata kepada dafis."


Bapakmu tadi dari sekolahmu karena di panggil gurumu, "dafis sedikit kaget mendengar perkataan ibunya." Dafis pun segera menjawab pertanyaan ibu dafis. Aku tadi bolos bu, jawab dafis.


"Ibu dafis kemudian memarahi dafis."


Apa kamu tidak kasihan kepada orangtuamu, tiap hari bapakmu kerja cari uang buat sekolahmu, dan kamu enak enakan bolos sekolah. Dafis hanya terus menunduk dan diam, sedangkan ibu dafis masih terus menceramahi dafis. Sedangkan bapak dafis hanya santai mendengar omelan istrinya, "kemudian bapak dafis berbicara." sudahlah bu, biarkan dafis ganti pakaianya dan makan dulu.

__ADS_1


setelah berganti pakaian dafis kemudian makan, "saat dafis makan." Ibu dafis meghampiri dafis dan menaruh kunci motor di dekat dafis dan berbicara kepada dafis. Mulai besok, kamu harus membawa motor kalau sekolah.


"Sambil melahap makanannya, dafis hanya menganggukkan kepalanya." Pertanda dafis menyetujui permintaan sang ibu.


Setelah kejadian tersebut, hari ini dafis tak ingin membuat masalah lagi dan hanya berdiam diri di rumah, meski dafis sudah ada janji untuk nongkrong dengan bara, tito dan deni. Setelah waktu beranjak malam, bara, tito dan deni serentak mengirim pesan kepada dafis, dafis membalasnya dengan jawaban yang sama pada mereka bertiga. "Lain kali saja kita nongkrong, sekarang aku tidak bisa."


"Setelah membaca pesan dari dafis, bara tito mulai membicarakan dafis, mereka merasa bahwa dafis sekarang sedang dala masalah." Mungkin besok kita bisa menanyakannya di sekolah kata tito kepada bara dan deni.


"Keesokan harinya."


Sesampai di sekolah, intan memunggu di tempat parkir, intan terus menatap para siswa yang masuk ke tempat parkir, tak "lama kemudian." Nina dan devi datang dan memarkirkan motor mereka, dan datang menghampiri intan. "Apa tio sudah datang," tanya nina kepada intan, "belum." Jawab intan kepada nina, merekapun bertiga berbincang sambil menunggu tio datang. Setelah beberapa menit kemudian, tiopun datang dan memarkirkan motornya. Saat tio akan masuk kelas, tio di hadang oleh intan, nina dan devi.


"Intan tanpa basa basi langsung menanyakan 2 murid smk nusantara yang kemarin telah di temui tio." Apa mereka berdua adalah temanmu?? Tanya intan kepada tio. Yang satu memanglah temanku, tapi yang satu lagi, aku tak mengenalnya. "Intanpun kembali bertanya kepada tio," kira kira di antara mereka berdua, siapa bosnya??? Tanpa berpikir lama tio kembali menjawab pertanyaan intan. Menurutku Temanku bara adalah bosnya, karena waktu smp hingga sekarang, jika ada yang membullyku, bara selalu memberi pelajaran kepada mereka yang membullyku. "Ow begitu." Jawab intan. Jika aku ada masalah!!! Bisakah temanmu membelaku??? "Tanya intan."


Aku tidak tau kalo itu??? Nanti aku akan menanyakannya kepada temanku dulu, jawab tito pada intan. Aku masuk kelas dulu, jika nanti temanku memberi kabar, aku akan mengabarimu. Tiopun lalu pergo dari hadapan intan, devi dan nina.


"Mereka bertiga kemudian berjalan ke arah kelas mereka." Saat mereka berjalan, intan bertanya pada devi dan nina. Apa mungkin teman tio mau membelaku??? Devi lalu menjawab pertanyaan intan, aku rasa Sulit!!! Karena teman tio tidak mengenalmu, kemungkinan besar di enggan untuk membelamu. Nina yang sedari diam yang sedang memikirkan sesuatu,

__ADS_1


"kini nina mulai berbicara kepa intan dan devi." Ada dua kemungkinan agar teman tio mau membelamu, pertama!! Jika teman tio menyukaimu maka otomatis dia akan membelamu. Kedua!! Jika teman tio tidak menyukaimu, maka kamu harus menyewa dia sebagai bodyguard kamu tan. Aku rasa itu masuk akal, jawab intan. Uang tidak terlalu masalah bagiku, asal yang di minta tidak terlalu banyak. Lalu mereka bertiga masuk kelas dan menyudahi pembicaraan mereka.


"Di smk nusantara."


Bara, tito dan deni sedang menunggu dafis datang. Saat mereka bertiga menunggu, hp bara lalu berbunyi, lalu bara membaca pesan dari tio. Lalu bara membalas pesan tio. "Apa temanmu anak orang kaya." Balas pesan bara pada tio. Beberapa saat hp bara berbunyi lagi. "Dia anak orang kaya." Melihat pesan tio, bara tersenyum lalu membalas pesan tio. "Katakan pada temanmu, setiap hari senin temanmu harus memberiku uang seratus ribu. Dan aku pasti akan membela temanmu jika ada masalah." Jawab pesan bara pada tio. Setelah membakas pesan tio, bara kemudian mengantongi hpnya.


Dafis datang ke sekolah dengan motornya, membuat bantak siswa kaget. Setelah putus dengan ana, dafis sangat jarang pergi ke sekolah membawa motornya. Setelah dafis memarkirkan motornya, dafis berjalan ke arah kantin, "belum sampai di kantin, dafis telah di hadang tiga temannya."


Apa ada yang kamu antar, tanya tito pada dafis. "Tidak ada."Jawab dafis santai. Apa kau mau cari cewek??? Aku bisa mengenalkan temanku padamu, tanya deni pada dafis. Apa maksud kalian sebenarnya!!! Tanya dafis pada denii dan tito. "Bara lalu memotong pembicaraan mereka." Kita ke kantin saja... ajak bara kepada dafis, deni dan tito.


"Lalu mereka pergi ke kantin bersama sama."


sesampai di kantin mereka berbincang bincang seperti biasa, sambil menunggu bel masuk. sesaat mereka berbincang, bel masuk oun berbunyi, teeettt teeeettttt teeeetttt. mereka berempat pergi ke kelas masing masing.


di dalam kelas, "intan masih sibuk dengan hpnya." temanku mau membantumu, asal setiap hari senin kamu memberi uang dia seratus ribu. melihat pesan dari tio, intan berbicara sambil berbisik kepada nina dan devi. anak smk nusantara mau membantuku, asal aku memberi uang seratus ribu setiap minggunya. apa kamu keberatan dengan uang segitu??? tanya devi apa intan. intan hanya menggelengkan kepalanya. jika kamu tak keberatan, maka ajak dia ketemu agar para brengsek tidak mengganggumu lagi. tanya nina pada intan. mendengar jawaban dari dua sahabtnya, intan membalas pesan ke tio. katakan pada temanmu jika aku setuju. nanti siang pulang sekolah aku ingin bicara dengan temanmu???


setelah membaca pesan dari intan, lalu tio mengirim pesan pada bara. barapun membalas pesan tio. "ok, pulang sekolah kita bicara di warung biasanya."

__ADS_1


__ADS_2