
Saat terdengar bel istirahat telah usai, ana pun kembali ke kelasnya, dan dafis bersama tiga rekannya maaih berada di kantin. Apa kamu jadian lagi sama ana!! "Tanya bara kepada dafis."
Sebenaranya??? aku sudah lama tidak berhubungan ana, tapi ana kemarin tiba tiba datang ke rumahku!!! Dan ana menjelaskan tentang masalahku dengannya waktu aku dekat dengannya dulu. Ana bercerita dengan menangis saat di rumahku.
Aku hanya takut jika orangtuaku tau melihat ana menangis, aku coba menenangkannya dan mencoba menjelaskan masalahku menghajar kakak ana. Tapi aku juga heran dengan sikap ana??? Harusnya ana takut untuk dekat denganku lagi. kemarin malam aku juga berbicara kepada ana, jika kakak ana membuat masalah denganku lagi, aku akan menghajarnya lagi.
"Mendengar penjelasan dafis." Bara, tito dan deni hanya diam dan bingung untuk berkata apa kepada dafis. Masalah yang rumit!!! "Ucap deni sambil menggelengkan kepalanya." Apa kamu punya gebetan baru??? "Tanya deni pada dafis." Tidak. "Jawab dafis pada deni."
Jika kamu tidak punya gebeten, berarti tidak ada masalah jika kamu dekat dengan ana. "Jawab deni kepada dafis."
"
Masuk kelas aja, pusing aku jika memeikirkannya!!! Jawab dafis sambil berdiri lalu pergi dari kantin. Dan ketiga rekan dafis mengikuti langkah dafis, dan pergi dari ke kelas masing masing.
Sewaktu di sekolah, intan menceritakan tentang dafis yang sengaja ia jebak untuk datang ke rumah intan. Selepas pulang sekolah, "intan bertanya kembali kepada nina dan devi." Apa aku kerumah dafis saja, untuk mengembalikan uangnya.
Untuk apa??? Toh dia juga gak mau uangnya kamu kembalikan. "Jawab devi pada intan." Aku sebenarnya sudah puas karena menamparnya!!! Tapi aku merasa aneh jika harus menerima uangnya. Karena yang harusnya mengembalikan uangku adalah si gendut bara, bukan dafis. "Jawab intan kepada devi." Kembalikan saja uang dafis, Aku kasihan juga lihat dia. "Jawab nina pada intan." Kenapa kamu kasihan pada si brengsek itu??? "Tanya devi pada nina dengan sangat ketus."
Ya... !! Meski dia brengsek, tapi dia sudah menepati janjinya. Maksutmu???? "Tanya intan pada nina." Saat kamu di ganggu ferdi, dafis datang membantumu. Saat kamu bohongi pun dia juga datang. "Jawab nina pada intan." Kini intan mulai memikirkan perkataan nina!!!
Tapi??? Bagaimana caraku mengembalikan uang dafis. Kita ke rumahnya saja. "Jawab nina pada intan."
Di hubungi aja susah!!! Mana mau dia memberitahukan rumahnya??? "Jawab intan pada nina." Kita buat si gendut agar memberitahukan rumah dafis. "jawab nina pada intan."
__ADS_1
Lalu nina meminjam hp intan untuk mengirim pesan kepada bara.
Hey gendut!!! Jika kamu laki laki datanglah ke sekolahku aku tunggu di gerbang sekolah!!! "Pesan intan kepada bara."
Setelah nina mengirim pesan lewat hp intan, "nina lalu berbicara kepada intan sambil tersenyum." Tunggu si gendut membalas pesannya, setelah membalas pesanmu pasti di sebentar lagi datang kemari.
Intan dan devi bingung dengan rencana nina??? Sambil menatap nina dengan penasaran. "Tak lama kemudian bara membalas pesan intan." Apa maksutmu!!! Kita sudah tidak ada urusan lagi.
Lalu nina mulai membalas pesan bara lewat hp intan. Tidak ada urusan katamu!!! Kamu yang menerima uang dariku, kenapa temanmu yang harus mengembalikannya. Datang lah kemari, karena aku ingin mengembalikan uang temanmu!!!
"Beberapa menit kemudian." Bara datang dan menghampiri intan, devi dan nina.
Apa benar dengan apa yang katakan tadi??? "Tanya bara pada intan."
Aku tak bisa memberitahumu!!! Jadi biar aku saja yang mengembalikannya kepada dafis. "Jawab bara pada intan"
Apa aku akan percaya kepadamu??? Jika kamu tak memberitahukan rumah dafis!! Percayalah!!! Seumur hidupmu, kamu akan menanggung rasa bersalah kepada dafis.
Bara hanya diam dan memikirkan kata kata intan. Dan bara juga sangat merasa bersalah kepada dafis. karena ulahnya, dafis harus menanggungnya. Setelah berpikir agak lama, bara lalu memberitahukan rumah dafis pada intan.
Aku akan mengantarmu kesana sekarang!!!
Intan lalu pergi dengan bara ke rumah dafis, sedangkan nina dan devi pulang ke rumah masing masing. Sesampai di depan rumah dafis, bara akan ikut ke rumah dafis, tapi intan langsung menolak bara untuk ikut ke rumah dafis. Kamu pulanglah!!! Jika kamu ikut, kamu hanya akan menambah masalah temanmu saja. Selesai berbicara intan lalu meninggalkan bara, dan pergi ke rumah dafis.
__ADS_1
Setelah di depan rumah dafis, intan melihat seorang ibu yang sedang menjahit baju. Intan yang biasa memamanggil dengan sebutan tante, lalu intan menyebut ibu dafis dengan panggilan tante.
"Lalu intan bertanya kepada ibu dafis."
Permisis tante, apa betul ini rumah dafis.
Benar. "Jawab ibu dafis kepada intan."
Dafisnya ada tante??? "Tanya intan pada ibu dafis."
Dafis masih mandi, ayo masuk dulu. "Jawab ibu dafis."
Setelah masuk kedalam, ibu dafis mempersilahkan masuk dan bertanya kepada intan. Apa kamu teman sekolah dafis?? Bukan tante, saya beda sekolah dengan dafis. "Jawab intan dengan sopan kepada ibu dafis."
Beberapa saat ibu dafis dan intan berbincang, dafis yang selesai mandi dan hanya berbalutkan handuk setengah badan kebawah tiba tiba melihat intan yang kini sedang asik berbincang dengan ibunya, membuat dafis benar benar sangat kaget!!!! Sedangkan intan juga sangat kaget melihat dafis yang hanya berbalut handuk dan melihatt tubuh six pack dafis.
Apa yang sedang kamu lakukan!!! Cepat ganti baju. "Teriak ibu dafis kepad dafis." Lalu ibu dafis berbicara kepad intan. Maaf dengan kelakuan dafis, ibu tinggal ke belakang dulu. "Iya tante nggak apa apa." Jawab intan dengan sopan."
Setelah ibu dafis pergi, "intan lalu berbicara sendiri." Si brengsek ini sepertinya takut dengan ibunya, lalu intan dafis yang beberapa saat bertelanjang dada di depannya??? Apa si brengsek ini rajin berolahraga!!! Apa yang sedang kamu pikirkan. "Tanya dafis kepada intan." Mendengar perkataan dafis, intan terkaget dari lamunannya.
Tak bisakah kau berbicara pelan sedikit!!!! Jika kamu berbicara seperti itu lagi, aku akan bilang ke ibumu "Jawab Intan dengan sedikit kesal kepada dafis."
Dafis dengan wajah yang serius lalu mendektakan muka dafis ke wajah intan!! dengan jarak yang dekat, sontak intan sedikit memundurkan kepalanya. "Dafis lalu berbicara dengan sangat pelan." Jangan sekali sekali kamu coba mengancamku!!!
__ADS_1
Intan yang berpikir bahwa menakuti dafis dengan mengadu ke ibu dafis berhasil. Kini intan menjadi lebih berani menghadapi dafis. Yang tadinya intan tadi memundurkan kepalanya, kini intan mendekatkan wajah intan kepada dafis. Dafis yang melihat intan sangat berani, dafis hanya diam dengan jarak wajah mereka sangat dekat. "intan membalas perkataan dafis dengan sangat pelan juga." Apa kamu kira aku tidak berani!!! Aku ingin lihat bagaimana wajahmu??? Ketika ibumu tahu, melihatku menangis karenamu.