Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
cemburu tingkat tinggi


__ADS_3

Keesokan harinya."


Bara, tito dan deni seperti biasa menunggu dafis di kantin. bara yang telah menceritakan masalahnya dengan intan, kini deni dan tito mulai menyalahkan bara tentang masalahnya yang melibatkan dafis. Bara yang sungguh menyesal, hanya bisa pasrah, sedangkan deni dan tito terus mendesak bara agar bercerita terus terang kepada dafis.


Dafis yang sudah biasa datang ke sekolah paling siang, "lalu dafis bertanya kepada ketiga temannya tersebut, saat baru sampai di kantin." Ada apa dengan kalian?? Kenapa kalian tumben tidak ada yang berbicara!!! "Sahut deni pada dafis dengan wajah marah dan menunjuk ke arah bara." Biar bara yang menjelaskannya!!


Dafis yang terlihat bingung?? "Lalu bertanya kepada bara." Ada masalah apa ra.


"Bara kemudian berbicara kepada dafis."


Maafkan aku fis, Tolong jangan marah padaku. Ini masalah intan!! Kemarin sepulang sekolah, dia menjelaskan perkara uang yang kamu berikan kepada intan. Dani intan ingin mengembalikan uangmu, dan aku telah meminta uangmu kepadanya dan akan aku kembalikan sendiri kepadamu.


Aku sudah mencoba beberapa kali kepada intan. Tapi dia sungguh tidak percaya kepadaku dan bersih keras akan mengembalikannya sendiri padamu.


Aku kemarin terpaksa memberitahukan rumahmu kepada intan.


Aku sungguh menyesal fis. Aku minta maaf karena kamu harus menanggung masalahku.


"Mendengar bara yang telah selesai berbicara, dafis lalu merogoh kantongnya dan di sodorkan ke tito dan mulai bicara."


Aku kembalikan uangmu to, trima kasih karena sudah meminjamkannya. "Setelah selesai bicara kepada tito. Dafis kemudian berbicara kepada bara."


Kamu jangan merasa bersalah begitu ra!! Kita adalah teman, sudah seharusnya menjaga satu sama lain. Untuk masalah intan!! semua sudah beres, Jadi kalian tidak perlu bertengakar lagi seperti anak kecil.


Suasan kemudian berubah menjadi dingin, dan kemudian mulai berbicara dan tertawa lagi seperti biasanya.


"Sepulang sekolah." Dafis di ajak ke warung oleh ketiga sahabatnya tersebut, dafis lalu menolak ajakan ketiga temannya dengan alasan bapak dafis sedang mengantarkan bosnya ke luar kota selama beberapa hari.


"Sesampai di rumah."


dafis menunggu kedatangan intan, karena dafis berpikir jika intan pasti akan datang.


Dafis terus menunggu hingga sore hari, namun intan yang tak kunjung datang, dafis lalu memutuskan untuk menelpon intan.


Mendengar penjelasan nina di sekolah, Intan yang tadinya ingin pergi kerumah dafis, namun intan langsung membatalkan niatnya. Intan yang berada di rumah, hanya mondar mandir di dalam kamar memikirkan perkataan nina. Intan terus menolak pernyataan nina, bahwa intan tidak akan pernah menyukai dafis.


"Terdengar suara panggilan dari hp intan."


Intan tersenyum melihat panggilan dari dafis, kemudian intan menjawab panggilan dari dafis.

__ADS_1


Kenapa kamu menelponku!! "Tanya intan dengan ketusnya."


Aku hanya ingin tau, dimana kamu sekarang. "Jawab dafis dengan santainya."


Memangnya siapa kamu hah!!! Jangan bilang jika kamu menyukaiku!!!! "Jawab intan dengan sedikit tersenyum."


Perempuan sepertimu bukanlah typeku. "Jawab dafis lalu menutup teleponnya."


Intan yang belum sempat berbicara, lalu panggilan dari dafis tiba tiba dimatikan oleh dafis. Membuat intan lepas kendali!!!


Dasar brengsek brengsek brengsekk!!! Tak bisakah sehari kamu membuatku tidak marah. Intan kemudian mengganti pakaiannya dan pergi kerumah dafis.


"Dafis merasa lega setelah menelpon intan. Dafis kemudian berbicara sendiri di kamarnya." Aku rasa intan sekarang berada dirumahnya, karena aku hanya dapat mendengar suaranya saja. Semoga saja apa yang aku pikirkan benar.


Fis ada temanmu!! "Teriak ibu kepada dafis."


Iya bu, "jawab dafis sambil mengomel sendiri." sial!!! Kenapa perempuan ini cepat sekali sudah datang. Ahh siall, apa yang aku pikirkan ternyata salah.


"Dafis kemudian berjalan ke ruang tamu," melihat yang datang adalah ana, dafis sedikit merasa lega.


Ada apa ana?? "Tanya dafis pada ana."


Ayo kita jalan jalan. "Jawab ana."


Aku sudah bilang ke ibumu tadi jika aku mau mengajakmu keluar, dan ibumu memperbolehkannya. "Jawab ana dengan sedikit ngotot."


"Dafis yang tak punya alasan untuk menolak ana, akhirnya dafis mau keluar dengan ana."


Kita bawa motor sendiri sendiri, dan aku juga tidak bisa lama lama. "Tanya dafis pada ana."


Kenapa seperti itu. "Jawab ana agak sedih."


Karena ibuku sendirian sekarang, jadi aku tak bisa lama lama. "Jawab dafis."


Ana sejenak terdiam!! Lalu mengiyakan dafis. Tak lama kemudian dafis dan ana keluar untuk jalan jalan.


Beberapa menit kemudian, intan tiba di rumah dafis dan segera mengetuk rumah dafis. Tok tok tok


Ibu dafis yang membukakan pintu, terlihat sedikit bingung melihat intan yang datang.

__ADS_1


Eh nak intan, mari masuk dulu. "Sapa ibu dafis dan mempersilahkan intan masuk rumah."


Iya tante, Dafis ada rante. "Jawab intan sambil menengok ke arah dalam rumah."


Dafis baru saja keluar, kurang lebih lima belas menit yang lalu. "Kata ibu dafis pada intan."


"Intan yang sudah geram kepada dafis, kini intan semakin darah tinggi mendengar perkataan ibu dafis." Bolehkah saya menunggunya di sini tante!! "Pinta intan dengan memasang wajah melasnya."


Dafis sepertinya pulang agak malam, apa kamu nanti nggak di cari orangtuamu??? "Tanya ibu dafis."


Nggak papa tante, aku tadi sudah bilang ke orangtuaku kok, nggak papa kan tante aku nunggu dafis di rumah tante. "Pinta intan kepada ibu dafis.


Ibu dafis lalu bepikir sejenak, merasa kasihan dengan intan dan ibu dafis sekarang juga sendirian, ibu dafis lalu menanggukkan kepalanya kepada intan.


"Intan yang merasa sangat senang, kemudian menggenggam tangan ibu dafis."


Terima kasih banyak tante. "Kata intan dengan penuh senyum bahagia di wajahnya."


Ibu dafis lalu tersenyum pada intan, ibu dafis sudah mengerti arti senyuman intan kepadanya. Kemudian ibu dafis pergi ke dapur dan membutakan teh untuk intan.


"Di dapur, ibu dafis terus tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata."


Kenapa dafis bisa di sukai dua perempuan cantik seperti ana dan intan??? Padahal dafis yang cuek dan tak bisa berkata manis, tapi kenapa ana dan intan menyukai dafis???


Melihat air yang sudah mendidih, ibu dafis lalu menyeduhkan teh dan menyuguhkannya kepada intan.


Di minum tehnya. "Kata ibu dafis pada intan."


Iya tante terima kasih, kalau boleh tau, Dafis keluar kemana ya tante?? "Tanya intan."


Dafis tadi di ajak temannya jalan jalan, tapi dafis sudah bilang, kalau pulangnya gak malam malam. "Jawab ibu dafis pada intan."


"Intan lalu bertanya lagi pada ibu dafis." Ow, apa bara yang mengajaknya kelaur tante?? Selesai bertanya, intan kemudian meminum tehnya.


Bukan, tadi ana yang mengajak dafis jalan jalan!! "Jawab ibu dafis."


Intan yang sedang meminum teh, tiba tiba terbatuk batuk mendengar perkataan ibu dafis. Melihat intan yang sepertinya tersedak minumannya, ibu dafis segera menghampiri intan, dan menepuk nepuk punggung intan.


"intan yang sudah baikan, lalu berkata pada ibu dafis." maaf tante, tiba tiba saja intan seperti tersedak tadi. apa dafis sering di ajak keluar oleh ana tante??

__ADS_1


mendengar pertanyaan intan, ibu dafis lalu menfanggukkan kepalanya, dan kembali ke tempat duduknya.


melihat anggukan dari ibu dafis. kini intan mendengus sangat kesal, dan kemarahan intan bisa di katakan kemarahan tingkat tinggi.


__ADS_2