Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
Ruang KepSek Sma Bakti


__ADS_3

"Dafis pun berjalan masuk ke sekolah sma bakti dan tak lupa pak satpam yang masih terus mencengkeram lengan dafis." Pak satpam berjalan sambil bertanya pada dafis, mau jadi jagoan kamu ya, tanya pak satpam kepada dafis. Dan dafis pun dengan santai menjawab, "Tidak pak." Kenapa kamu memukuli murid smk bakti, "saya hanya membela diri pak." Mendengar jawaban dafis, Pak satpam yang tau kelakuan ferdi di sekolah, pak satpam hanya diam dan terus berjalan ke ruang kepsek tanpa berbicara lagi. Murid murid smk bakti yang melihat aksi dafis terhadap ferdi, membuat kaget para murid smk bakti. terlebih lagi murid perempuan smk bakti yang kebanyakan memandang kagum kepada dafis. Dan ada sebagian yang memandang dengan penuh kebencian terhadap dafis. "Banyak tatapan mata tertuju pada dafis."


dafis seakan tak memperdulikannya dan terus berjalan mengikuti pak satpam.


Sesampai di depan ruang kepsek. Pak satpam mengetuk pintu, tok tok tok.. permisi bu diana,


"Bu Diana ialah kepsek smk bakti."


Bu diana bergegas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah pak satpam. Ada masalah apa pak tanya bu diana,


Ini bu, anak dri smk nusantara memukuli anak smk bakti si depan sekolah. Lho!!!! Bu diana kaget mendengar jawaban pak satpam.


Terimaksih pak, bapak boleh kembali berjaga lagi, biar saya urus anak ini.


baik bu jawab pak satpam lalu pak satpam pergi kembali ke posnya.


Dengan santai bu diana mempersilahkan dafis masuk ke ruang kepsek. Setelah di dalam bu diana mempersilahkan duduk. "Dafis yang kaget melihat kepsek smk bakti membuat dafis berpikir?"


kenapa kepsek smk bakti sangat santai dan tak terlihat marah, sedangkan tadi waktu berjalan ke ruang kepsek banyak guru yang melihat dengan tidak suka, ada yang bertanya dengan nada marah juga.


Perkenalkan aku adalah bu diana kepala sekolah smk bakti. Siapa namamu dan dari mana sekolahmu?


"Saya dafis bu dari smk nusantara."


kenapa kamu memukuli murid smk bakti, tanya bu diana.


"saya hanya membela teman saya bu." jawab dafis dengan tenang. kemarin teman saya telah di keroyok oleh murid anda.

__ADS_1


Bu diana hanya terdiam dan terus memandang dafis dengan tajam lalu berkata apa perkataanmu memang benar? jika kamu berbohong kamu akan menerima hukuman yang berat, dan bisa bisa kamu di keluarkan dari sekolahmu!!!


Dengan tegas dafis menjawab!! "Saya tidak berbohong bu, untuk hukuman dari ibu, saya akan menerimanya."


Mendengar jawaban dafis lagi lagi bu diana hanya terdiam dan terus memandang dafis tanpa berkata apa apa.


"Dafis hanya berbicara dalam hati," apa yang orang ini pikirkan, kenapa hanya diam dan memandang aku terus, sedikit perasaan takut menyelimuti pikiran dafis.


Siapa yang kamu pukuli, tanya bu diana dengan tegas.


saya tidak tau namanya bu, Jawab dafis dengan hormat.


Bu diana lalu berdiri berjalan keluar dan berbicara kepada salah seorang murid lalu kembali masuk dan duduk lagi. Bu diana hanya diam sambil memandang dafis, dafis hanya menduduk dan tak melihat wajah bu diana.


Sedangakan di luar sekolah sma bakti, bara, tito dan deni sangat cemas, saat dafis di tangkap pak satpam, mereka bertiga hanya diam melihat dafis di bawa masuk ke dalam smk bakti. Sesaat mereka sadar, mereka seketika cemas dan terlihat pucat.


Bara yang terlihat sangat ketakutan dan terus berjalan mondar mandir sambil melihat gerbang smk bakti dari jauh.


"apa benar kamu kemarin mengeroyok anak smk nusantara tanya bu diana kepada ferdi." Ferdipun mengelak dari tuduhan bu diana.


dafis hanya diam mendengar jawaban ferdi, dan dafis berkata dalam hati, tapi bara tidak mungkin berbohong kepadaku, lalu Dafis terus berpikir agar menemukan jawaban yang bagus untuk menghadapi bu diana.


sedangkan bu diana terus bertanya kepada ferdi, fer jika kamu benar maka murid smk nusantara ini akan ibu beri hukuman yang sangat berat kepadanya. "lalu ferdi menyela perkataan bu diana," hukuman seperti apa itu bu?? tanya ferdi kepada bu diana. saya pastikan murid smk nusantara ini akan di keluarkan dari sekolahnya.


"Mendengar jawaban bu diana ferdi seketika tertawa sambil memandang dafis."


"dafispun hanya tersenyum melihat ke arah ferdi."

__ADS_1


"bu diana hanya diam sambil memandang ferdi dan dafis."


setelah ferdi berhenti tertawa, bu diana berbicara kepada ferdi. andai jika yang berbohong adalah kamu fer, maka kamu yang akan di keluarkan dari sekolah ini.


Seketika ferdi terdiam dan menelan ludah!! Ferdi yang terlihat pucat kini mulai berkeringat. "saya... tidak bu!!! jawab ferdi." Mendengar jawaban ferdi, bu diana melemperkan pertanyaan lagi kepada dafis. "Saya pastikan kamu akan di keluarkan jika kamu berbohong." dengan tegas dafis menjawab saya mengerti bu. Ferdi yang mendengar jawaban tegas dafis, membuat ferdi semakin ketakutan.


dan bu diana bertanya kapada ferdi lagi. Fer Jika kamu berbohong kepada ibu, maka kamu akan di keluarkan dari sekolah ini. kini ferdi terlihat sangat ragu untuk berbicara, haruskah di berbohong atau mengakuinya. Ferdi terdiam dan terus berpikir!!! "saat ferdi terdiam." bu diana lalu mulai berbicara lagi, jika di antara kalian berani mengakuinya sekarang maka hukuman kalian akan lebih ringan, dan yang pasti kalian tidak akan di keluarkan dari sekolah.


"Baiklah kalian berdua boleh pergi kata bu diana." Saat dafis berdiri dari tempat duduknya ferdi lalu berbicara, "saya mengakuinya bu." memang benar kemarin saya yang mngeroyok anak smk nusantara.


Bu diana hanya diam sambil menatap tajam muridnya dan berkata "pergilah!!!" antarkan anak ini sampai di gerbang sekolah, dan setelah itu kembalilah kemari dengan teman temanmu yang melakukan pengeroyokan kemarin.


Baik bu jawab ferdi. Lalu ferdi dan dafis berpamitan kepada bu diana.


"Setelah mereka berjalan keluar sekolah"


dafispun berbicara kepada ferdi, andai kau tak mengakuinya aku akan menghajarmu sampai kau menyesal.


Dan ferdi lalu menjawab, "aku sudah mengakuinya, jawab ferdi kepada dafis."


karena kau sudah mengakuinya maka tak akan aku perpanjang masalah ini, tapi ingatlah jika kau melakukan kesalahan lagi aku akan membuatmu lebih parah dari sekarang ini.


Ferdi yang terlihat takut dengan dafis dia memberanikan bicara kepada dafis. Bagaimana jika anak buahmu yang melakukan kesalahan terlebih dulu.


Aku tidak akan membela yang salah, meski itu temanku.


Mendengar jawaban dafis, lalu ferdi menjabat tangan dafis, dafis pun menerima jabatan tangan dari ferdi. Lalu mereja berjalan lagi hingga di depan gerbang.

__ADS_1


Sesampai gerbang ferdi bertanya kepada dafis, "siapa namamu?" lalu dafis menjawab, namaku dafis sambil terus berjalan pergi. lalu ferdi berkata "aku ferdi." Dafis hanya mengakat tangannya tanpa menoleh ke arah ferdi.


"Setelah kejadian tersebut." Dari mulut ke mulut Kabar tentang dafis mulai menyebar dengan cepat, Dan nama dafis pun mulai ramai di bicarakan di kalangan anak sma dan smk.


__ADS_2