Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
pandangan pertama


__ADS_3

Sepulang sekolah intan menunggu tio untuk bertemu dengan bara. Setelah tio keluar kelas, tio mengajak intan bertemu bara.


Kita ketemuan dimana?? Tanya intan pada tio. Di warung belakang sekolah. Jawab tio sambil memegang hpnya. Kita cari tempat lain aja!!! Jawab intan dengan ketusnya. "Lalu tio menjawab sambil tersenyum." Tenang saja!!! Jika ada bara, aku jamin aman. Lalu intan meminta saran kepada dua sahabtnya tersebut, gimana menurut kalian??? Kalo aku sih ngikut aja, kata devi. Coba dulu aja kesana, jika keadaannya gak nyaman, kita pergi aja. Jawab nina pada intan. Kemudian mereka berempat berjalan ke arah warung.


Saat pulang sekolah, tito dan deni menunggu bara, bara yang tak punya motor, biasanya di antar tito dan deni saat pulang sekolah. Saat bara keluar bersama dafis, tito bertanya pada bara, "ayo aku antar pulang." Pulanglah, kata dafis. Aku yang akan mengantar bara pulang, tanpa aba aba deni dan tito lalu pulang. Sedangkan bara sedikit bingung saat akan di antar dafis pulang. Kamu kenapa ra?? "tanya dafis." Aku gak langsung pulang fis, aku ada janji untuk bertemu temanku yang mengantarkan kita pulang kemarin. "Jawab bara." Ayo aku antar kata dafis pada bara.


Apa nggka papa fis, aku jadi ga enak sama kamu, "lalu dafis menjawab." Sudah tenang aja. Lalu dafis membonceng bara untuk bertemu tio. Dalam perjalanan dafis bertanya kepada bara, dimana kamu bertemu dwngan temanmu, di warung, yang kemarin kita nongkrong fis. Mendengar jawaban bara, dafis mengegas motornya dengan cepat.


Di dalam warung. Tio, intan, devi dan nina telah duduk di bangku paling depan dekat pintu, sedari tadi intan dan nina telah berpikir, jika keadaan memburuk!!! Mereka dapat keluar warung dwngan cepat.


Intan, devi dan nina kini telah merasa risih, karena terus di goda oleh para pembual yang ada di dalam warung. Lalu intan berbicara kepada tio, jika temanmu masih lama!!! Kita batalkan aja perjanjiannya. Tio yang kaget!! lalu berbicara pada intan, tunggu sebentar lagi, mungkin di jalan masih macet. Tak lama kemudian bara dan dafis datang. Bara lalu menyapa tio dan duduk di samping tio dan dafis duduk di paling ujung, "bara lalu bertanya pada tio." dimana temanmu, mereka temanku!!! Sambil menunjuk ketiga cewek yang duduk berhadapan dengan bara. Bara sontak kaget!!! Dan bertanya pada tio. Apa kamu bercanda!!!! Tio lalu mennjuk intan dan berbicara kepada bara. Biar dia saja yang menjelaskan. Dafis masih dengan santainya bermain game di hpnya, tanpa memperdulikan bara dan temannya.

__ADS_1


Sedangkan nina dan devi sebentar sebentar melirik ke arah dafis. Dan intanpun sempat melirik dafis sesaat.


Kemudian intan menjelaskan masalahnya kepada bara. Jika dia terus diganggu dan juga di teror beberapa cowok belakangan ini, saat keluar dengan teman temannya pun intan di ikuti. Mendengar perkataan intan, bara yang merasa iba, sekaligus bangga dapat melindungi wanita secantik intan. Lalu bara menyanggupi permintaan intan untuk jadi bodyguard intan.


Dafis yang sedari tadi bermain game. Dafis hanyalah pura pura tidak mendengarnya, "dalam batin, dafis berbicara sendiri." Brengsek brengsek, sejak kapan bara jadi pahlawan kayak gini. Setelah malakukan perjanjian!!! Merekapun pulang. Saat dalam perjalan pulang "dafis berbicara kepada bara." sejak kapan kamu jadi pahlawan para cewek. "Bara kemudian tertawa terbahak bahak dan berbicara kepada dafis." Aku tadi juga kaget!!! Aku kira temen tio adalah cowok, eh ternyata adalah wanita cantik. Setelah bara berbicara, bara tersenyum senyum sendiri sampai pulang. Sesampai mengantarkan bara pulang, dafis pun pulang ke rumahnya.


Saat tio, intan, devi dan nina kembali ke sekolahnya untuk mengambil motor mereka, saat berjalan "nina bertanya pada intan." Apa tadi kamu melihat teman anak smk nusantara yang cuek itu???


Ya!! Aku tadi sempat melihatnya memang, jawab "intan kepada nina dengan santai." "Devi kemudian bertanya kepada nina." Apa kamu menyukainya??? "Nina lalu menjawab pertanyaan yang dilemparkan devi kepadanya." Aku suka dengan sikapnya, meski dia terlihat cuek!!! Dari tadi dia hanya menundukkan kepalanya saja. Aku jadi penasaran kepadanya??? "Devipun ikut berbicara, setelah nina berhenti berbicara." Menurutku?? Dia lumayan tampan, meski tak setampan mantan mantanku. Lalu devi tersenyum setelah berbicara. SOMBONG!!!! "Jawab ketus dari nina." Intan hanya teraenyum, melihat tingkah kedua temannya tersebut. Setelah mereka sampai di tempat parkir sekolah, mereka mengambil motor masing masing dan pulang.


"dafis yang sedari tadi yang sudah pulang." dafis yang tadi melirik intan, merasa jika intan sedikit mirip dengan ana. "kurasa?? dia jauh lebih cantik dari ana." ah!!!! apa yang sedang kupikirkan!! gumam dafis.

__ADS_1


"setelah kejadian tersebut," dalam beberarapa hari kemudian, intan, devi dan nina sering membicarakan dafis. pada hari sabtu malam!! intan yang asik nongkrong dengan devi dan nina, tiba tiba di hampiri seorang cowok. hay intan, sapa pemuda tersebut kepada intan. intan yang sudah mengenal pemuda tersebut, "intan lalu berdiri dari tempat duduknya dan berbicara ke pemuda tersebut." kenapa kau terus mengikutiku!!! tanya intan pada pemuda tersebut.


pemuda itu adalah leo teman smp intan. sedari smp leo telah menyukai intan. meski leo terus di tolak oleh intan!!! leo masih tetap on fire mengejar intan. "hingga sampai sekarang intan yang telah menginjak kelas 3 sma." leo masih terus mengejar intan.


"mendengar perkataan dari intan." leo lalu menjawab dengan lembut kepada intan. aku tidaklah mengikutimu, hanya kebetulan yang membuat kita bisa bertemu sekarang.


sudahlah leo, aku sudah bosan mendengar mulut manismu, jadi pergilah!!! sebelum ada yang datang. "jawab intan pada leo."


lihatlah aku intan, apa aku terlihat takut. jawab leo pad intan.


intan sangat kesal kepada leo, karena leo memang sangat pandai dalam berdebat. baiklah jika itu maumu!! jawab intan pada leo. lalu intan meraih hpnya dan menelpon bara. tak lama kemudian bara menjawab panggilan intan. ada apa tan, tanya bara. datanglah ke cafe bintang, aku sedang ada masalah. setelah selesai berbicara, intan lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


bara yang lagi asik nongkrong dengan dafis dan tito. lalu meminjam motor dafis. fis aku pinjam motormu sebentar, tanpa menjawab perkataan bara, dafis lalu menyodorkan kunci motornya kepada bara. bara yang terlihat tergesa gesa, dengan cepat mengambil kunci yang di sodorkan dafis kepadanya lalu pergi meninggalkan tito dan dafis.


kenapa bara terlihat terburu buru gitu??? tanya tito pada dafis. "dafis yang sudah dapat menebak oerubahan bara." lalu dafis menjawab perkataan tito. aku juga tidak tahu to, kenapa bara seperti itu!!! dafis sengaja berpura pura pada tito, agar tito tak banyak bertanya tentang bara kepada dafis.


__ADS_2