Cinta Dan Tetes Air Mata

Cinta Dan Tetes Air Mata
perdebatan intan dan dafis


__ADS_3

Keesokan harinya." Dafis sengaja ingin bangun siang seperti biasanya pada hari minggu, karena bapak dafis yang di minta bosnya untuk mengantarkan keluar kota untuk selama beberapa hari, jadi mau tidak mau, dafis harus mengantarkan ibunya selama bapak dafis berada di luar kota. Bapak dafis yang bekerja menjadi driver di salah satu bank di kota M.


Fis bangun??? Suara ibu dafis membangunkan dafis. Dafis dengan malas lalu bangun. Masih pagi ibu mau kemana??? Tanya dafis pada sang ibu. Lalu ibupun menjawab!!! Antarkan ibu ke pasar. "Mendengar jawaban ibu." Dafis dengan malas mengantarkan ibu ke pasar. Sesampai di pasar dafis di minta untuk masuk kedalam pasar.


Tidak bu, aku tunggu disini saja. "Lalu ibu dafis berbicara lagi." Ibu belanja banyak hari ini, jadi bantu ibu mengangkatnya. Dengan sangat terpaksa!!!! Dafis pun mau masuk kedalam pasar. Dafis yang telah berputar putar dalam pasar dengan ibunya!!! Tak sengaja bertemu dengan devi dan ibunya. Sesaat berpapasan dengan devi, dafis hanya sesaat melirik devi lalu berjalan lagi di belakang ibu dafis.


Melihat sikap dafis!!! Devi hanya melirik tajam dan sangkat jengkel kepada dafis. Tak berapa lama, devi lalu mengirim pesan kepada intan Bahwa devi barusan bertemu di dalam pasar.


"Saat devi mengirim pesan kepada intan." Intan tak membalas pesan devi hingga pulang dari pasar. Sepulang dari pasar, devi lalu menelpon intan. Intan yang masih tidu, kemudian terbangun nelihat handphonenya berdering. "Lalu intan mengangkat panggilan dari devi." Ada apa dev??? Masih pagi udah nelfon, Jawab intan. Devi lalu berkata, aku tadi bertemu dafis dengan ibunya di dalam pasar, terus!!! Jawab intan lagi kepada devi. Dia hanya melirikku seolah belum pernah bertemu denganku!! Jawab devi dengan sedikit marah. Intan sangat senang melihat sikap dafis kepada devi. Lalu intan berkata kepada devi. Aku mau mandi dulu dev, ntar di sambung lagi. Lalu intan menutup telepon dari devi.


Di dalam kamar, intan masih tersenyum senyum sendiri, mendengar sahabtanya yang di abaikan oleh dafis. Lalu intan berbicara sendiri. Kok ada ya, manusia seperti dafis??? Ganteng juga enggak!!! Sombongnya minta ampun. Tanpa intan sadari??? Sedikit demi sedikit Kini intan mulai memikirkan dafis. "Setelah beberapa jam kemudian." Kini intan yang sudah berdanan dengan cantik. Lalu mengajak nina dan devi untuk pergi mall. Devi dan nina yang mau dengan ajakan intan, mereke bertiga janjian untuk bertemu di mall tersebut.


"Setengah jam kemudian." Mereka telah bekumpul di dalam mall. intan, devi dan nina kemudian berjalan jalan di mall sambil berbelanja sedikit, untuk kebutuhan make up mereka. Dan tak lupa!!! Mereka bergosip tentang dafis. Setelah cukup lama di dalam mall, intan, nina dan devipun keluar dari mall dan pulang. Dalam perjalan pulang!!! Intan yang naik motor, tiba tiba di pepet sebuah motor. Saat intan tau, yang memepetnya adalah ferdi. "Intan dengan marah lalu berbicara kepada ferdi." Apa sih maumu fer!!!!


Aku minta nomormu, jawab ferdi pada intan.


Tanpa menggubris ucapan ferdi!!! Intan terus menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi, tapi ferdi tidak berhenti di situ saja. Ferdi masih terus mengikuti intan. Intan yang sudah mulai kuatir dengan ferdi, intanpun berhenti di tempat yang agak ramai. "Dengan gerak cepat." Intan segera menelpon dafis.

__ADS_1


Dafis yang sedang santai di dalam kamarnya sambil mendengarkan musik. Tiba tiba dering handphone dafis berbunyi. Lalu dafis mengangkat panggilan dari intan. "Ada apa." Jawab dafis dengan santainya. Aku sedang dalam masalah sekarang. Cepatlah kesini!!! Aku sekarang ada di barat alun alun. Tunggu sebentar!!! Jawab dafis dengan singkat.


Dafis yang hanya memakai celana kolor pendek dan kaos dan komplit dengan sandal japitnya, lalu pergi ke tempat intan. Di perjalanan dafis masih terlihat santai sambil bersiul siul sambil melajukan motornya dengan lambat.


"Di tempat intan berhenti." Ferdi terus meminta nomor hp intan, meski intan menolak untuk memberikan nomornya kepada ferdi!!! Ferdi terus merayu dan membual kepada intan. Agar intan mau memberikan nomor hpnya kepadanya.


Intan yang masih duduk di atas motornya lalu berbicara kepada ferdi. Meski kamu merayuku seribu kalipun aku tak akan memberikan nomorku padamu. " jawab intan kepada ferdi." Lalu ferdi bertanya kepada intan. Jika kamu tidak mau memberikan nomormu??? Lantas kenapa kamu berhenti!!! Intan yang masih melihat kanan kiri dan belakang lalu menjawab pertanyaan ferdi. Aku sedang menunggu seseorang!! jawab intan kepada ferdi.


Dalam hati, intan berbicara sendiri!!! Kenapa si brengsek ini gak datang datang??? Apa dia sekarang sedang membohongiku!!! Saat intan berpikiran jelek kepada dafis. Tiba tiba dafis datang dari depan.


Melihat dafis datang. Intan merasa senang dan juga marah kepada dafis. Sesaat dafis turun dari motornya, intan sangat kaget dengan dafis????? Karena dafis hanya memakai celena kolor dan kaos + sandal japit. Kenapa kamu lama sekali!!!! Teriak intan pada dafis. "Macet." Jawab dafis singkat. Lalu dafis melihat ke arah ferdi. Ferdi yang sudah tau kalau yang datang adalah dafis, ferdi hanya diam lalu bertanya kepada dafis. Apa kamu menganlnya??? Tanya ferdi kepada dafis.


Melihat keakraban dafis dan intan, ferdi lalu bekata kepada dafis. Aku tidak memaksanya untuk meminta nomor hpnya. Aku sekarang sedang tak ingin berkelahi denganmu fer!!! Jadi pergilah. Jawab dafis kepada ferdi.


"Ferdi yang takut dengan dafis." Tanpa berbicara!!! Lalu pergi begitu saja.


Setelah melihat ferdi pergi!!! Intan merasa lega, "kemudian intan mentap dafis sinis dan berbicara kepada dafis." Apa kamu tak punya pakain yang lebih baik!!!! "Mendengar perkataan intan." Dafis hanya diam tanpa mebalas perkataan intan, dan pergi begitu saja meninggalkan intan.

__ADS_1


Intan yang sebelumnya tak pernah di abaikan oleh laki laki!!! Sontak intan sangat marah kepada dafis. Intanpun mengegas motornya dengan kecepatan tinggi. Setelah motor intan sejajar dengan motor dafis. Intan terus memepet motor dafis sampai berhenti. Setelah motor dafis berhenti. Intanpun menutup jalan motor dafis dengan motor intan. Dan mereka berdua mulai berdebat sambil duduk di atas motor masing masing.


Intan langsung berbicara kepada dafis, "dengan wajah yang sudah merah karena marah." kenapa kamu diam saja!!! Apa kamu tuli??? Tanya intan pada dafis sambil memelototkan matanya. "Dafis hanya melihat kanan kiri lalu berbicara kepada intan." Apa kamu tak malu di lihat banyak orang!!! Tanya dafis pada intan.


Kenapa aku harus malu!!!! Jika kamu tak menjawab pertanyaanku??? Kita akan tetap seperti ini sampai kamu menjawabnya. "Jawab intan kepada dafis."


Dafis yang sudah merasa malu, karena banyak yang melihat mereka, dafis lalu berbicara kepada intan. Kita cari tempat yang agak sepi!!! Baru aku akan menjawab pertanyaanmu. Setelah beberapa saat, intan menyetujui permintaan dafis.


"Setelah mendapatkan tempat agak sepi."


Dafis dan intan lalu berhenti. Dan mereka berdua masih tetap berbicara di atas motor masing masing.


Sebenarnya, apa maumu??? "Tanya dafis kepada intan." Apa kamu tak punya pakian yang lebih baik!!! "Jawab intan pada dafis."


Apa aku harus memakai jas jika bertemu denganmu. "Jawab dafis yang terlihat cuek pada intan." Meski tak memakai jas!!! Berpakaianlah yang sopan. Dengan pakaian seperti ini, kamu sama sekali tak menghargaiku!!!! "Jawab intan dengan kesal." Apa kamu menghargaiku!!!! "Tanya dafis dengan nada yang sangat tegas." Intan yang terlihat bingung dengan pertanyaan dafis???? Sesaat intan terdiam. "Intan lalu berbicara kepada dafis." Dengan apa aku harus menghargaimu!!!


Dafis hanya diam mendengar perkataan intan. Mereka berduapun saling berpandangan. Intan yang melihat pandangan dafis yang berbeda, intan merasa takut dengan pandangan dafis kali ini, dan intan lalu berpaling dari dafis. Saat intan berpaling dari dafis, "dafis lalu berbicara kepada intan." Beruntung kamu terlahir sebagai anak orang kaya!!! Tidak semuanya dapat di hargai dengan uang.

__ADS_1


Setelah dafis selesai berbicara. Dafis lalu pergi meninggalkan intan. Tak lama kemudian intan juga pergi dari tempat mereka berdua berbicara.


Di perjalanan, intan terus memikirkan perkataan dafis. Dan intan merasa sedikit bersalah kepada dafis.


__ADS_2