
"Sesampai bara di cafe bintang." Bara kemudian maauk ke dalam cafe bintang. Bara kemudian mencari dimana meja intan. Setelah melihat intan!! Bara segera menghampiri intan. Apa kamu ada masalah!! Tanya bara pada intan, sambil menatap tajam leo. Leo juga memandang bara tanpa ada rasa takut kepada bara. Saat bara yang masih terus bertatapan dengan leo. Intan lalu berbicara kepada bara jika leo terus mengikutinya,
"Bara yang mendengar pernyataan intan." Bara lalu berkata kepada leo. Pergilah jangan ganggu intan lagi. Leo lalu menjawab dengan santainya kepada bara, jika aku tidak mau pergi??? Lalu Kamu mau apa!!! Aku akan menghajarmu!! Jawab bara pada leo. Leo pun membalas perkataan bara. Jangankan kamu menghajarku, jika kamu berani menamparku, maka hukum yang berbicara. Leo lalu tersenyum mengejek kepada bara.
Bara kini terlihat bimbang, bara hanya diam dan bingung memikirkan cara??? Bagaimana menghadapi cowok licik seperti leo.
"Leo yang dari tadi melihat bara kebingungan." Leo lau berdiri sambil tertawa, dan kemudian leo berbicara kepada intan. Kali ini benar benar kebetulan aku bertemu denganmu tan. Tapi mulai besok aku akan selalu mengikutimu. Setelah leo selesai berbicara, leo berbalik lalu pergi. Tapi saat beberapa langkah, leo berbalik dan berkata kepada intan, Lain kali carilah cowok yang dapat melawanku!!! Setelah berbicara, leo lau pergi dari cafe bintang
"Intan yang saat ini sedang sangat marah."
Intan kemudian berbicara sambil membentak bara. Percuma aku membayarmu!!! Kembalikan semua uangku sekarang juga. mendengar perkataan intan, bara mulai berkeringat dingin dan menjawab dengan gugup. Aku sekarang tidak membawa uang. Intanpun membalas jawaban bara, aku tidak mau tahu dengan alasanmu!!! Sekarang juga kamu harua mengembalikan uangku atau aku akan melaporkanmu kepada polisi. Mendengar kata polisi!!! Bara sangat merasa takut lalu berbicara pada intan. Ok!!! Ok!!! tunggu sebentar, aku akan menelpon temanku dulu sebentar. Lalu bara menelpon dafis.
Dafis yang sedang asik ngobrol dengan tito, tiba tiba hp dafis berdering. "Melihat panggilan dari bara." Dafis lalu menjawab panggilan bara. Ada apa ra?? Tanya dafis. Datanglah ke cafe bintang sekarang fis. Aku dalam masalah besar sekarang. "Jawab bara dengan nada memelas. Aku kesana sekarang jawab dafis tegas lalu menutup teleponnya. tito lalu bertanya kepada dafis!! Ada apa fis, tanya tito kepada dafis. Ayo kita ke cafe bintang. Bara sedang ada masalah!! Kata dafis pada tito. Dengan cepat tito yang sedang membonceng dafis menuju cafe bintang.
"Setelah beberapa menit."
Tito dan dafis sampai di cafe bintang. Dafis kemudian menelpon bara, kamu dimana??? Aku sudah di depan cafe bintang. Tanya dafis pada bara.
"Di dalam cafe." bara yang resah menunggu dafis datang, bara terus memandangi hpnya!! Sesaat melihat hpnya berbunyi, bara dengan cepat lalu mengangkatnya, setelah mendengar perkataan dafis. tunggu di situ aku kesana sekarang jawab bara pada panggilan dari dafis.
__ADS_1
Saat bara akan keluar cafe, tiba tiba intan berbicara kepada bara. Tinggalkan kunci motormu disini sebagai jaminan. Bara yang sudah tak punya muka di hadapan intan, devi dan nina. Bara lalu menyerahkan kunci motor dafis kepada intan, lalu bara keluar dari cafe.
"Diluar cafe." Bara langsung bertanya kepada tito. To bisakah kamu pinjamkan uang, "tito lalu berkata pada bara." aku sekarang ga ada duit ra, karena uangku sudah aku belikan onderdil motorku. Kalo minggu depan aku baru ada uang.
Dafis lalu bertanya kepada bara. Jelaskan masalahmu ra. Biar kami mengerti.
Lalu bara menjelaskan tentang masalah di dalam cafe yang terjadi beberapa waktu lalu. Dafis dan tito yang paham akan masalah bara!! titopun lalu bertanya kepada bara, kan kita sekarang di luar!! Gimana kalo kita pergi aja. Mendengar perkataan tito, Bara yang tidak menemukan solusi, barapun mulai geram kepada tito. Jika kamu tidak punya solusi?? Lebih baik kamu diam saja to.
Melihat wajah bara yang sedang marah. Tito kemudian diam dan tak berbicara lagi.
Tenang ra, pasti ada solusinya "Kata dafis pada bara." Saat dafis, bara dan tito coba berpikir untuk mencari solusi. Tiba tiba intan, devi dan nina keluar dari cafe.
Dan intan tak berhenti di situ saja. Kini intan mulai mengejek bara. Jika kamu bukan pahlawan, jangan sok jadi pahlawan kesiangan!!! Terus bagaimana sekarang dengan uangku. Bara hanya menunduk dan tak dapat berbicara apa apa lagi.
"Dafis yang tak tega melihat bara." Kini dafis mulai angkat berbicara. Untuk sekarang, kami tidak ada uang!! Jadi kami tidak bisa mengembalikan uangmu.
Mendengar perkataan dafis yang seakan akan bicara tanpa berpikir!! Sontak membuat intan darah tinggi. Hey!!! Pikirkan dulu sebelum kamu bicara!!! Kata intan pada dafis. Nina dan devi yang dari tdi hanya diam. Kini mereka bedua mulai geram, dan intan mulai melontarkan kata kata pedas kepada dafis. Apa kamu tahu?? Jika sekarang aku sangat ingin menamparmu. Mendengar perkataan pedas dari intan,
dafis hanya tersenyum lalu berbicara dengang santainya kepada intan. Apa kamu pikir aku hanya asal bicara, kunci motor yang kamu bawa adalah punyaku. Dan dafis lalu menunjuk ke arah motornya!! Itu adalah motorku, selama kami belum bisa mengemballikan uangmu, bawalah motorku sebagai jaminan.
__ADS_1
"Mendengar perkataan dafis." Kini amarah intan mulai mereda, dan intan mulai melihat ke arah nina dan devi. Nina dan devi sama sama terkejutnya dengan perkataan dafis. Mereka yang sedari tadi marah kepada dafis!!! Kini mereka mulai salah tingkah ketika dafis menatap mereka. Setelah beberapa saat, nina lalu berbisik kepada intan. Aku rasa?? Dia adalah bossnya. Mintalah agar dia menggantikan tugas bara.
Setelah mendengar bisikan nina, intan sejenak berpikir?? "Lalu intan berbicara kepada dafis." Aku tidak butuh motormu, aku hanya ingin kamu menggantikan posisi bara sekarang.
Mendengar jawaban intan, dafis lalu berpikir sebentar??? Setelah di pikir pikir tidak ada solusi lagi. Dafis lalu meng iyakan perkataan intan.
Intan yang merasa senang, lalu mengembalikan kunci motor dafis kepada dafis. Dan tak lupa intan meminta nomor hp dafis. lalu intan menjelaskan kepada dafis tentang perjanjian sebelumnya dengan bara. tanpa mengeluh sedikitpun dafis menyanggupi perjanjian dengan intan. beberapa saat Setelah membereskan masalah mereka. Merekapun lalu pergi dari cafe bintang.
"setelah dafis, bara dan tito kembali ke tongkrongannya." bara terus meminta maaf kepada dafis, karena dirinya!! dafis kini berada dalam masalah.
sudahlah ra, jangan kamu pikirkan masalag ini. kita adalah teman bukan!!! sudah seharusnya teman saling membantu. jawab dafis pada bara, sambil menepuk nepuk pundak bara. aku sangat malu terhadapmu fis, keluh bara pada dafis.
"lalu dafis berbicara kepada tito dan bara."
sudahlah, hanya kita bertiga yang mengetahui masalah ini. mulai sekarang jangan pernah kalian bahas lagi masalah ini. apa kalian mengerti!!! tanya dafis pada bara dan tito. lalu bara dan tito menganggukkan kepala mereka.
dan dafis, tito dan bara melanjutkan tongkrongannya dan dan membahas tentang masalah yang lain hingga tengah malam.
"saat keluar dari cafe." intan, devi dan nina pergi kerumah intan. di rumah intan, mereka terus membicarakan tentang dafis. intan berbicara kepada devi dan nina, jika intan merasa sangat malu, ketika mengingat ketika dia marah kepada dafis. setelah beberapa saat mereka berbincang, davi dan nina lalu pamit untuk pulang.
__ADS_1