
Bagas hanya dian dan mendengar percakan antara Bima danLukman terbesit satu pertanyaang di kepala Bagas
"Dari mana Lukman tau kalau aku mau di jodohin dengan anak teman ayahnya"lirih dalam hatinya
"Apa jadi Bagas mau di jodohin sama anak teman papanya"(ucap Bima sambil menaikan satu oktaf suaranya)
"Iya Bima dan yang jadi pertanyaan sekarang itu bagaimana keadaan Rani kalau Bagas mau di jodohin sama anak teman papanya"(ucap Lukman)
"Entalah Lukman hanya mereka yang mengetahui jawabannya"(ucap Lukman)
Bagas pun mengangkat bicara dengan tatapan tajam kepada Lukman
"Kamu tau dari mana kalau aku mau di jodohin Lukman"(ucap Bagas dengan menaikan dua oktaf suaranya)
Lukman yang mengetahui sahabatnya sedang marah itu pun hanya bisa menundukkan kepalanya dia tidak mau melihat Bagas yang bagaikan monster yang lagi marah
Sedangkan Bima hanya diam membisu Bima sudah duga kalau mereka menceritakan kehidupan pribadi Bagas, Bagas bakalang marah
"Jawab aku Lukman dari mana kamu tau kalau aku mai di jodohin ha.."( ucap Bagas dengan suara yang semakin meninggi hingga membuat beberapa anggotanya kaget)
"Iya aku tau dari kamu sendiri, aku tidak sengaja mendengar kamu berbicara sendiri di belakang pos kemarin"(ucap Lukman gugup karena iya tau sahabatnya yang satu ini kalau sudah marah bagaikan ular pyton melilit manusia dan memakannya hidup hidup )
"Kenapa kamu pendam si Gas...kamu bisa cerita ke kita kalau kamu punya masalah siapa tau kita bisa membantu"( ucap Bima yang tak mau liay kaptennya sekaligus sahabatnya itu sedih karena masalah ini)
"Tapi bagaimana aku ngomong ke Rani kalau aku mau di jodohkan"(ucap Bagas)
__ADS_1
"Kamu tenang aja aku bakalang minta tolong sama Meymey buat bantu ketemu nanti kalau kita sudah balik ke Jakarta"(ucap Bima)
Lukman yang sambil mengangguk berucap"aku setuju iyang di bilang Bima barusan"( ucap Lukman
Bagas hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju pendapat Bima dan Lukman
"Kalau begitu kamu nggak usah sedih lagi dong kan ada kita yang bakalang bantu kamu"(ucap Lukman)
"Iya tu benar yang di bilang Lukman, Gas...kamu nggak usah sedih ko"(ucap Bima)
"Lagi pun kamu harus kuat kamu tu ada beberapa anggota yang kamu pimpin Gas..."(ucap Bima lagi)
Setelah mereka berbagi masalah yang di hadapi Bagas mereka pun lanjukkan tugas mereka
JAKARTA,
Seperti biasa mama Rani selalu kekamar Rani untuk memanggilnya untuk sarapan pagi tapi kali ini beda mama Rani mencoba mengetuk pintu kamar Rani tapi tidak ada balasan dari Rani mama memcoba membuka pintu namun ternyata pintu itu terkunci
Mama Rani mencoba mengetuk pintu sekeli lagi
Tok....
Tok....
Tok....
__ADS_1
Tok....
Tapi tidak ada juga balasan dari dalam kamar Rani
Rani yang meresa lemah karena Rani dari semalan belum makan dan dia juga mempunya penyakit maag
Rani tak sanggup untuk berjalan karena rasa peri yang menyerang perutnya itu membuat dia tidak kuat berjalan
Dan di tambah badan Rani panas karena semalaman nangis terus
Diluar kamar Rani mamanya mulai panik berteriak memanggil Bibinya sedang berada di ruang makan
"Bi....Bibi....Tolong bantu cari kungci seret kamar Rani Bi..."(ucap Andin sambil berteriak yang membuat suaminya keluar dari ruang kerjanya)
"Maaa...ada apa pagi pagi berteriak sampai kedengaran ke ruangan kerja papa" (ucap Erlan yang keluar dari ruang kerjanya)
Ruang kerja papa Rani berada di samping kamar Rani jadi papanya tidak terlalu jauh jalan untuk menghampiri istrinya yang sedang berteriak memanggil Bibi
____________________________
maaf baru bisa up lagi ya gays baru selesai pekerjaan aku di sekolah ya
jangan lupa tinggalkan jejak iya like komen dan vote serta tip ya
salam dari
__ADS_1
MIRNAWATI