CINTA DI TANAH PAPUA

CINTA DI TANAH PAPUA
BAB 44.


__ADS_3

Bagas hanya dian dan mendengar percakan antara Bima danLukman terbesit satu pertanyaang di kepala Bagas


"Dari mana Lukman tau kalau aku mau di jodohin dengan anak teman ayahnya"lirih dalam hatinya


"Apa jadi Bagas mau di jodohin sama anak teman papanya"(ucap Bima sambil menaikan satu oktaf suaranya)


"Iya Bima dan yang jadi pertanyaan sekarang itu bagaimana keadaan Rani kalau Bagas mau di jodohin sama anak teman papanya"(ucap Lukman)


"Entalah Lukman hanya mereka yang mengetahui jawabannya"(ucap Lukman)


Bagas pun mengangkat bicara dengan tatapan tajam kepada Lukman


"Kamu tau dari mana kalau aku mau di jodohin Lukman"(ucap Bagas dengan menaikan dua oktaf suaranya)


Lukman yang mengetahui sahabatnya sedang marah itu pun hanya bisa menundukkan kepalanya dia tidak mau melihat Bagas yang bagaikan monster yang lagi marah


Sedangkan Bima hanya diam membisu Bima sudah duga kalau mereka menceritakan kehidupan pribadi Bagas, Bagas bakalang marah


"Jawab aku Lukman dari mana kamu tau kalau aku mai di jodohin ha.."( ucap Bagas dengan suara yang semakin meninggi hingga membuat beberapa anggotanya kaget)


"Iya aku tau dari kamu sendiri, aku tidak sengaja mendengar kamu berbicara sendiri di belakang pos kemarin"(ucap Lukman gugup karena iya tau sahabatnya yang satu ini kalau sudah marah bagaikan ular pyton melilit manusia dan memakannya hidup hidup )


"Kenapa kamu pendam si Gas...kamu bisa cerita ke kita kalau kamu punya masalah siapa tau kita bisa membantu"( ucap Bima yang tak mau liay kaptennya sekaligus sahabatnya itu sedih karena masalah ini)


"Tapi bagaimana aku ngomong ke Rani kalau aku mau di jodohkan"(ucap Bagas)

__ADS_1


"Kamu tenang aja aku bakalang minta tolong sama Meymey buat bantu ketemu nanti kalau kita sudah balik ke Jakarta"(ucap Bima)


Lukman yang sambil mengangguk berucap"aku setuju iyang di bilang Bima barusan"( ucap Lukman


Bagas hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju pendapat  Bima dan Lukman


"Kalau begitu kamu nggak usah sedih lagi dong kan ada kita yang bakalang  bantu kamu"(ucap Lukman)


"Iya tu benar yang di bilang Lukman, Gas...kamu nggak usah sedih ko"(ucap Bima)


"Lagi pun kamu harus kuat kamu tu ada beberapa anggota yang kamu pimpin Gas..."(ucap Bima lagi)


Setelah mereka berbagi masalah yang di hadapi Bagas mereka pun lanjukkan tugas mereka


JAKARTA,


Seperti biasa mama Rani selalu kekamar Rani untuk memanggilnya untuk sarapan pagi tapi kali ini beda mama Rani mencoba mengetuk pintu kamar Rani tapi tidak ada balasan dari Rani mama memcoba membuka pintu namun ternyata pintu itu terkunci


Mama Rani mencoba mengetuk pintu sekeli lagi


Tok....


Tok....


Tok....

__ADS_1


Tok....


Tapi tidak ada juga balasan dari dalam kamar Rani


Rani yang meresa lemah karena Rani dari semalan belum makan dan dia juga mempunya penyakit maag


Rani tak sanggup untuk berjalan karena rasa peri yang menyerang perutnya itu membuat dia tidak kuat berjalan


Dan di tambah badan Rani panas karena semalaman nangis terus


Diluar kamar Rani mamanya mulai panik berteriak memanggil Bibinya sedang berada di ruang makan


"Bi....Bibi....Tolong bantu cari kungci seret kamar Rani Bi..."(ucap Andin sambil berteriak yang membuat suaminya keluar dari ruang kerjanya)


"Maaa...ada apa pagi pagi berteriak sampai kedengaran ke ruangan kerja papa" (ucap Erlan yang keluar dari ruang kerjanya)


Ruang kerja papa Rani berada di samping kamar Rani jadi papanya tidak terlalu jauh jalan untuk menghampiri istrinya yang sedang berteriak memanggil Bibi


____________________________


maaf baru bisa up lagi ya gays baru selesai pekerjaan aku di sekolah ya


jangan lupa tinggalkan jejak iya like komen dan vote serta tip ya


salam dari

__ADS_1


MIRNAWATI


__ADS_2