
Meymey pun menunggu ban mobilnya di isi angin kemudian setelah selelsai Meymey pun membayar
Setelah itu Meymey pun melanjukkan perjalananya menuju korem
Di perjalanan menuju korem Meymey melihat jam yang menunjukkan bahwa sudah masuk suhur
Meymey pun singgah di mesjid yang sudah tdk terlalu jauh dari korem
Untuk melaksanakan sholat suhur beberapa menit kemudian Meymey telah melaksanakan sholat suhur
Dan melanjukkan perjalanananya menuju korem
Tak lama Meymey pun sampai di koren dan bertanya kepada salah satu bapak tentara itu
"Assalamualaikum, permisi pak lapangan di bagian mana ya"ucap Meymey dengan sopan
"Waalaikumsalam, adhe terus aja tidak jauh dari sini ko lapangannya"ucap bapak tentara
"Makasih pak"ucap Meymey
"Iya sama sama adhe"ucap bapak tentara
Meymey pun melajukan mobilnya masuk ke pekarangan koren menuju lapangan hijau itu
FLASBACK OFF
"Mobil kamu kenapa sayang"ucap Bima tanpa malu memanggil Meymey sayang di depan orang tuanya
Sedangkan orang iya panggil sayang sudah tersipu malu karena ucapan Bima
__ADS_1
"Iya tadi mobil aku tiba tiba bannya kempas untung saja pas di depan bengkel Bang Bima"ucap Meymey sambil menunduk karena masih malu atas perlakuan Bima tadi
"Iya nggak papa kok sayang, kok sayang dari tadi aja menunduk kenapa"Ucap Bima yang mulai penasaran atas tingkah Meymey yang dari tadi menunduk
"Malu.... lah bang, abang kang panggil aku sayang depan orang tua abang apa lagi abang punya ade"bisik Meymey tapi Bima masih dengar
"Oh.. begitu ya SAYANG"ucap Bima sengaja menekankan kata sayang di depan orang tuanya
Sedangkan orang tua Bima hanya senyum melihat tingka anaknya itu
Sedangkan tidak terlalu jauh dari mereka ada sepasang mata yang melihat kemesran mereka berdua
Bagas sedang memerhatikan Bima yang sedang temu kangen sama Meymey
Ada terbesit rasa rindu untuk Rani tapi Rani tidak ada di saat iya sudah di pulangkan dari satgasnya
Rasa yang selama ini ingin iya ungkapkan kepada sang kekasih tapi ada hal yang membuat iya mengurungkan niatnya
"Gas..kamu kenapa dari tadi diam aja"ucap mama Bagas yang dari tadi diam memerhatikan anaknya itu akhirnya bicara
"Enggak papa ko maa...Bagas hanya rindu dengan papa sama mama"ucap Bagas menutupi apa yang sebenarnya Bagas pikirkan
"Ohh kalau begitu kan kamu dapat cuti berapa hari Gas..."ucap Papanya Bagas
"Ya paling 5 hari pa..."ucap Bagas
"Ohhh kalau begitu kamu pulang kan kerumah mama sudah rindu membuatkan mu makanan kesukaan mu nak"ucap mama Bagas
Iya ma Bagas pasti pulang kok kan aku kaangen dengan masakan mama
__ADS_1
Skip..... Skip..... Skip.....
Sedangkan Rani yang sudah dari kantin untuk mengisi perutnya dengan makan agar tidak merasa lapar lagi
Rani pun melihat jadwalnya kebetulan (cek di hpnya ya) sudah tidak ada pasien lagi yang iya tangani atau di periksa itu pun kembali keruanganya dengan menyusuri koridor rumah sakit
Sesampainya di ruangannya itu pun menutup pintu nya dan menuju kursi yanga ada di depannya meja tersebut
Hanya berfikir bagaimana nantinya ketika ketemu dengan Bagas ya
Rani pun hanya mengecek isi hpnya membuka whatsappnya ingin sekali rasanya iya megirim pesan kepada Bagas tapi iya juga malu untuk mengirim pesan terlebih dulu
Rani hanya bisa melamun di ruangannya meratapi nasibnya selanjutnya karena perjodohan yang tak pernah di inginkan olehnya tapi apalah iya boleh buat
Ketika kedua orang tuanya sudah berkata iya pun tidak bisa membantah karena Rani sayang sekali dengan kedua orang tuanya
Walaupun iya terlahir dari keluarga yanga berada tapi iya tidak pernah meminta uang kepada orang tuanya ketika menginginkan suatu barang yang iya incar
__________________
jangan lupa like
komen
dan
vote
ya
__ADS_1
salam dari
MIRNAWATI