
Setelah kesadaran mereka berdua sudah penuh, mereka berdua sigap menyingkap selimut berharap tidak terjadi apa-apa.
Karena tadi posisi tangan Ans yang berada di bukit kembar Flo. Dengan kaos yang tersingkap sampai dada. Setelah di lihatnya pakaian mereka masih utuh. Mereka lega akhirnya.
Memang Ans menginginkan untuk melangkah lebih maju. Tapi dia juga takut kalau melakukan itu Flo akan marah-marah dan tak lagi mau melanjutkan hubungan ini apa lagi kalau sampai rencana pernikahan mereka batal begitu saja.
"Mas kenapa tiba-tiba ada di sini?" tanya Flo dengan mode garangnya.
"Aku tidur lah di sini, emang ngapain lagi?" tanya Ans balik.
"Mas ini di tanyain malah ngajak bercanda. Gak lucu banget tau" jawabnya sinis.
"Aku tadi malam sangat ngantuk sekali sayang, ketemu bantal bawaannya langsung pengen tidur aja. Kamu jangan marah ya sayang. Aku juga gak ngapa-ngapain kamu kan?" .
"Gak ngapa-ngapain apa coba kalau tangan mas aja merambat kemana-mana. Emang aku apaan!" sinis Flo.
"Aku gak sengaja sayang. Aku pun juga gak tau kalau sampai kayak gitu".
"Alasan aja!" sambil berlalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
"Aduh kenapa juga tiba-tiba tanganku ada di dada kekasihku ya?" Ans pun juga tidak habis pikir.
Setelah selesai bersih-bersih Flo keluar dari kamar mandi dan langsung keluar kamarnya.
Dia mau membuat sarapan pagi. Kali ini dia membuat nasi goreng seafood.
__ADS_1
Setelah selesai membuat nasi goreng seafoodnya, Flo pun membuatkan kopi susu kesukaan Ans.
Setelah selesai semua, Flo memanggil kekasihnya untuk segera sarapan.
Dia masuk ke kamarnya, dia tidak menemukan kekasihnya. Tetapi sayup-sayup terdengar suara gemericik air. Flo pikir Ans memang belum selesai mandi. Dia menunggu Ans di dalam kamar saja.
Setelah beberapa saat kemudian Ans pun keluar dari kamar mandi berbalut handuk saja.
"Mas kok gak pakai baju?" tanya Flo.
"Aku lupa kalau di sini kan aku gak punya baju ganti" sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Ya udah bentar aku ambilkan kaos punya ku aja".
"Ya sayang".
"Terimakasih sayang".
"Ya udah ayo sarapan dulu" ajak Flo kemudian.
Mereka berdua berjalan menuju meja makan untuk segera sarapan.
"Wah kamu pintar juga masaknya sayang. Aku jadi makin cinta deh" rayu Ans.
"Gombal!" jawab Flo datar.
__ADS_1
"Beneran sayang, kamu sangat pintar membuat perut ku kenyang".
"Udah lah ayo cepat di habiskan" suruh kekasihnya.
"Kalau sudah bisa membuat perut orang yang di cintai itu selalu kenyang dengan masakannya maka cinta itu akan semakin bertambah besar" terang Ans.
"Udah lah, kopi susunya jangan lupa di habiskan juga. Terus habis itu cuci tangan" suruh Flo.
"Iya mama" jawab Ans.
"Kok mama?" tanya Flo bingung.
"La itu kamu ngomongnya udah kayak emak-emak ke anaknya. Makanya aku panggil mama aja" jelas Ans sambil terkikik geli.
"Hehe maaf aku gak sadar ngomong kayak gitu tadi" ucapnya sambil menunduk malu.
"Udah pantes kok sayang".
"Maksudnya?" tanya Flo tak mengerti dengan apa yang di maksud kekasihnya.
"Pantes jadi mama. Nanti setelah kita menikah kita gak usah menunda momongan ya sayang. Kamu tau sendiri kan umur aku juga sudah gak muda lagi".
"Iya mas, aku ngikut kamu aja. Tapi apa mas sudah yakin dan siap untuk jadi orang tua?" tanya Flo.
"Udah lah sayang, aku sudah sering membayangkan rumah kita ramai dengan suara tangis dan tawa anak-anak kita nanti".
__ADS_1
*next next next
semangat berkarya*!