
Ans pun tidak menyangka dia masih terkejut dengan apa yang di beritakan di stasiun televisi tersebut. Bahwa ada mobil yang terlibat kecelakaan tragis di jalan yang sama dan waktu yang bersamaan. Dan setelah di amati Ans mengenali mobil tersebut. Walaupun keadaan mobil tersebut sudah ringsek dan tak berbentuk lagi tapi dia masih ingat dengan plat nomor kendaraan itu.
Dan dia pun mencari informasi tentang kecelakaan itu. Dan benar saja bahwa yang menabrak mobil yang di tumpangi Ans sama warnanya dengan yang menjadi korban kecelakaan tragis itu. Ternyata senjata makan tuan. Niat hati ingin menghilangkan nyawa orang lain, malah nyawanya sendiri yang melayang.
Ans pun menanyakan kebenaran berita itu kepada sahabatnya Giyok. Ans langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi sahabatnya.
Drrrrrtttt drrrtt drrrttt
"Halo yok, kamu udah tau berita tentang Tiya belum?" tanya Ans begitu sambungan telepon terhubung.
"Sudah Ans, kabarnya dia sebelumnya menabrak mobil dan mobil yang di tabraknya itu masuk semak-semak. Setelah itu beberapa meter dari situ dia oleng dan entah kenapa tiba-tiba ada kereta yang sedang melaju. Hingga akhirnya mobil Tiya pun di seret beberapa meter dari tempat kejadian. Sungguh tragis nasib anak itu. Mungkin mabuk kali, kabar dari pihak kepolisian berasumsi seperti itu" Giyok pun juga sangat menyayangkan kejadian itu.
"Sebenarnya yang di tabrak Tiya dan masuk ke semak-semak itu mobil yang aku tumpangi kemarin bersama istriku yok, apa mungkin dia mau menyelakai aku dan istriku. Tetapi malah dia sendiri yang celaka. Memang dulu dia pernah bilang ke aku, kalau aku gak mau bersama dia siapapun gak ada yang boleh memiliki ku. Dan dia tidak menginginkan aku bahagia bersama orang lain" jelas Ans kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Udah lah Ans kamu gak pa-pa kan. Aku baru tahu kalau kamu kecelakaan" kecewa Giyok yang baru mengetahui keadaan sahabatnya.
"Gak pa-pa yok, aku udah ada di rumah istriku. Cuma lecet-lecet sedikit saja gak parah, makanya gak di rawat lama. Ya udah kalau begitu aku tutup dulu. Terimakasih atas infonya yok" dan panggilan tersebut langsung di tutup begitu saja.
Setelah selesai menelpon sahabatnya Ans pun mencari keberadaan istrinya. Dia akan menyampaikan berita tentang kecelakaan yang menimpa Tiya.
"Sayang kamu ada dimana?" Ans yang masih berjalan mencari keberadaan istrinya yang entah berada dimana.
Ans pun menunggunya di kamar, dia duduk di tepian kasur. Sembari memainkan ponselnya. Dan mengecek beberapa laporan keuangan toko yang belum di cek.
Setelah Flo selesai mandi Ans segera mendekati istrinya. Dia memeluk sang istri dengan begitu eratnya. Hingga tidak ada batas dari keduanya.
Ans pun mengendus-endus leher jenjang istrinya. Dan berbisik di belakang telinganya. Dengan nada manja Flo pun di buat bergairah olehnya.
__ADS_1
Tetapi sebelum kemana-mana Ans menyampaikan berita yang pasti sangat mengejutkan istrinya.
"Innalillahi, yang benar mas. Kasian sekali nasibnya" Flo masih mempunyai rasa belas kasihan walau Tiya mengejek dan merendahkannya.
"Kamu gak benci sama dia sayang" tanya Ans kepada istrinya.
"Kita seharusnya tidak boleh membencinya mas, aku sudah memaafkannya walaupun dia belum meminta maaf secara langsung kepada ku" Ans pun yakin akan mengajak istrinya untuk melayat.
"Apakah kamu mau aku ajak ke pemakaman Tiya sayang" Ans berharap istrinya tidak sakit hati atas permintaan Ans.
*next next next
semangat berkarya*!
__ADS_1