
Tiya semakin hari semakin geram kepada Ans. Dia selalu menghindar jika Tiya mendekatinya.
Dia sudah tidak mau mengulur waktu lagi. Dia segera menyusun rencana yang sempat tertunda.
Dia akan segera menghubungi bodyguard yang senantiasa selalu setia terhadapnya.
Drrrrttt drrrtt drrrttt
"Ih kenapa kok gak di angkat-angkat sih" gerutu Tiya.
Setelah panggilan ke tiga baru di angkat oleh bodyguardnya.
"Kenapa baru kamu angkat. Memang kamu kemana saja sih" semprot Tiya begitu saja.
"Maaf bos".
"Aku tugaskan kalian untuk segera melakukan rencana yang sudah aku chat ke kamu tadi. Bisa tidak!"
"Bisa bos, segera kami laksanakan" jawab bos bodyguard itu dengan tegas.
__ADS_1
"Bagus".
Panggilan mereka di akhiri begitu saja oleh Tiya. Dia sudah tidak sabar untuk melihat kejadian apa yang esok akan membuat heboh.
Dia senyum sendiri dengan rencana-rencana yang sangat lah licik itu.
Dia selalu tersenyum seperti orang gila sepanjang perjalanan. Mungkin orang lain sudah menganggapnya gila karena tersenyum sendiri.
Di lain sisi Ans dan Flo masih di sibukkan dengan kebersamaan yang tak ingin di pisahkan walau sesaat saja.
Mereka saling bercanda gurau dan tidak mengetahui jika ada seseorang yang sudah dengan sengaja membuat rencana yang sangat licik.
Mereka masuk ke kediaman Flo dengan mengendap-endap secara hati-hati agar tidak mengusik sang sopir yang sedang beristirahat di dekat sana.
Mereka sudah mulai menyabotase mobil yang biasanya di kendarai Ans. Mereka memotong salah satu kabel dari mobil agar bisa untuk membuat mereka kehilangan nyawa untuk selamanya.
Tiya memang menginginkan Flo yang berakhir, tetapi jika dia tidak bisa memiliki Ans seutuhnya maka Ans lah yang Tiya akan hancurkan.
Tiya memang sangat kejam. Dia tidak pandang bulu, siapapun pasti akan di habisinya.
__ADS_1
Malam ini dia sudah menunggu kejutan yang sangat luar biasa baginya. Dia sangat semangat sekali dengan rencana ini. Dia sendiri juga tidak mau gagal dalam rencana yang akan di mulai malam ini.
Tapi siapa sangka, malam ini Ans kembali tidur di rumah Flo. Mau tidak mau rencana Tiya pending. Dan sang sopir pulang dengan menggunakan sepeda motor Flo.
Karena keluarga di rumah sudah menelpon kalau anaknya sakit. Jadi sang sopir memutuskan untuk pulang dengan menaiki motor saja, agar bisa menghindari macet yang membuat bosan semua orang.
Setelah sang sopir sudah pulang, Ans kembali masuk ke rumbah Flo dan menginap di sana.
Pernikahan mereka kurang tiga hari lagi, dan semua persiapan sudah selesai tinggal menunggu hari akad tiba.
Tiya menjadi geram sendiri. Rencana yang sudah di siapkan malam ini harus tertunda terlebih dahulu. Dia menjadi tidak sabaran dengan kejuta yang sudah di siapkan. Alhasil dia harus membendung keinginan terlebih dahulu.
"Ih kenapa sih kamu Ans gak pulang aja malam ini. Malah pake acara nginep lagi. Kamu tau gak, aku semakin tidak suka melihat ini semua. Tapi gak pa-pa puas-puasin dulu lah kamu bermesraan dengan kekasihmu. Setelah itu tamatlah riwayat mu Ans" geram Tiya yang gak terima dengan semua yang terjadi kepadanya.
Dan semakin hari semakin menjadi bertumpuk-tumpuk rasa kesalnya. Karena dia merasa di sakiti oleh Ans. Dan dia pun tidak terima dengan semua yang terjadi kepadanya.
...*Next next next...
Semangat berkarya*!
__ADS_1