Cinta Dibawa Mati

Cinta Dibawa Mati
Rencana di danau


__ADS_3

" Yang kalau kita sudah menikah, kamu maunya kita tinggal dimana?" tanya Ans.


"Aku sih terserah mas. Kan istri itu harus nurut sama suaminya, tapi kalau masih dalam lingkup kebaikan loh ya".


"Kalau kita tinggal di rumah aku kamu mau gak yang".


"Kalau memang itu keinginanmu aku ngikut mas aja".


"Aku gak bisa jauh dari orang tua sayang. Karena mereka sudah merawat aku dengan baik. Dan mereka kan cuma punya aku sayang" .


"Iya mas aku tau itu. Mungkin itu yang bikin kamu nyaman. Aku ikut saja mas".


Banyak sekali rencana rencana yang mereka rencanakan di danau tersebut. Bahkan sampai membicarakan tentang anak pula.


Dalam rumah tangga memang yang di carikan keturunan. Mungkin tanpa keturunan hubungan dalam rumah tangga terasa hambar. Tetapi tidak semua bisa mempunyai momongan.


Mungkin karena Tuhan belum mempercayakannya saja. Atau pun ada faktor yang lainnya. Stres itu bisa membuat kita agak sulit untuk mempunyai keturunan juga.


"Oh ya dek kamu kalau udah nikah pengennya punya anak laki-laki apa perempuan?".


"Mas kok udah bahas ke situ sih. Jangan mesum dong".


"Aku mesumnya sama kamu saja kok sayang".

__ADS_1


"Tapi kan kita gak harus buru buru punya anak kan mas".


"Kalau aku maunya setelah kita menikah kita langsung punya anak. Gak usah di tunda tunda sayang. Kamu kan tau umurku udah 29 tahun. Teman temanku anaknya udah pada sekolah semuanya".


"Kalau gitu ya udah deh. Gak akan nunda nunda kehamilan. Toh kita juga gak bakal langsung jadi kan mas?".


"Kamu kira bikin adonan kue apa, sekali ulet langsung jadi" tergelak tawa.


"Ya siapa tau kaya bikin kue" hahahaha.


"Kamu itu ada ada saja sayang. Jadi gemesss deh aku sama kamu".


" Kalau aku sih laki-laki perempuan sama saja mas. Yang penting sehat Sholeh Sholehah" tutur Flo.


"Emang kamu mau kemana mas?" Flo mulai khawatir.


"Aku gak kemana mana sayang. Kan kita gak tau kapan kita akan kembali pada sang pencipta".


"Memang benar mas. Kita hari ini sehat wal'afiat masih bisa ketawa tawa, masih bisa merasakan makanan yang enak enak, masih bisa ini itu. Tapi siapa tahu besok kita sudah gak ada. Kan kita juga gak tau mas".


"Iya makanya itu sayang, kita gak boleh berbuat yang tercela. Agar kita nanti kembali pada sang pencipta dalam keadaan yang Husnul khotimah. Aamiin".


"Aamiin".

__ADS_1


Panas terik matahari mulai menusuk ke dalam pori pori kulit. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali pulang kerumah.


Di dalam perjalanan mereka asik bertukar pikiran seputar hidup berumah tangga yang harmonis. Menciptakan keluarga yang sakinah mawadah warahmah.


Mungkin juga kerikil kerikil rumah tangga akan menghiasi hari hari mereka. Tidak selalu hubungan itu mulus seperti jalan tol yang tiada hambatan.


Sesampai dirumah Flo.


"Dek kalau begitu mas langsung pulang saja ya, karena mas mau langsung antar syarat syarat perlengkapan nikah kita ke KUA" pamitnya.


"Iya mas, kalau gitu mas hati- hati dijalan ya. Jangan ngebut ingat dirumah ada yang nungguin".


"Iya sayangnya mas. Muachhh".


"Ih mas sekarang kamu kok nyosoran sih" ucapnya tak terima.


"Mesumnya cuma sama kamu sayang".


*nah ni si Ans sudah mulai mesum guys. mau dibuat gimana nih kelanjutannya?.


next next next


Semangat berkarya*!

__ADS_1


__ADS_2