Cinta Dibawa Mati

Cinta Dibawa Mati
Menjadi candu


__ADS_3

Pagi yang cerah mulai menyapa kedua insan yang masih setia dengan selimut hangatnya. Mereka berdua masih enggan untuk membuka matanya.


Flo masih dengan setengah kesadarannya dia mulai mengerjakan mata lentiknya. Perlahan-lahan dia mulai bangkit dari tempat tidur nyamannya.


Dia dengan pelan-pelan dan penuh perasaan mulai menyingkirkan tangan Ans yang masih memeluknya dengan posesiv.


Dia tidak mau membuat sang kekasih terusik dari tidurnya.


Sebelum tersingkir sempurna tiba-tiba Ans kembali memeluknya dengan erat. Hingga usaha Flo menjadi sia-sia. Dan Flo kembali masuk ke dalam pelukan hangat kekasihnya.


Akhirnya dengan berat hati dia membangunkan Ans. Agar dia bisa lepas dari pelukan hangat dan nyaman untuk Flo sia-siakan.


"Masss.." Flo mulai menggoyang-goyangkan lengan Ans agar kekasihnya terbangun dari tidurnya.


"Hmm, sebentar sayang. Aku masih pengen peluk kamu sayang. Kamu jangan pergi dulu ya" pinta Ans kepada kekasihnya agar dia masih bisa bermesraan di pagi ini.


"Tapi jangan lama-lama mas, aku belum masak untuk sarapan kita. Dan pak sopir juga. Nanti apa kamu gak kerja mas?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku cuti sayang, lagian sopir aku juga belum bisa kembali kerja hari ini. Kan anaknya masih sakit. Kasihan sekali sayang" ucap Ans mendadak sedih.


"Iya mas kasihan sekali ya. Semoga saja Allah segera memberikan kesembuhan untuk anaknya ya mas".


"Aamiin".


"Terus kita sarapan paginya gimana mas, kalau aku gak cepet-cepet masak" tanya Flo kepadanya.


"Tenang aja nanti aku pesen online saja, tapi aku gak mau lepasin kamu. Karena aku mau posisi kita kayak gini, yang bisa membuat ku nyaman. Kamu selalu menjadi candu untukku sayang" ucapnya sambil berbisik di belakang telinga Flo dan kemudian memeluknya dari belakang serta mengendus-endus di belakang kepala Flo, sehingga membuat Flo menjadi tidak karuan di buatnya. Dia merasakan gelenyar-gelenyar aneh di dalam dirinya.


Hingga Ans pun mulai memesan sarapan pagi untuk mereka berdua. Ans memesan nasi liwet dan tak lupa beberapa gorengan seperti tempe dak kawan-kawannya. Tak lupa dia juga memesan salad buah untuk Flo. Karena Flo harus banyak mengkonsumsi makanan yang sehat agar nanti jika sudah menikah mereka cepat di beri momongan.


"Sayang mulai sekarang kamu gak boleh terlalu capek. Terus konsumsi makanan yang sehat-sehat. Pokoknya gak boleh setres juga" terang Ans panjang lebar sambil terus mengunyah makanan.


"Hmmm" gumam Flo tanpa menjawab Ans sama sekali.


"Di ajak ngomong tu di jawab yang bener sayang. Jangan cuma ham hem aja" jawabnya dengan datar.

__ADS_1


"Iya-iya sayang ku cinta ku kasih ku, jangan ngambek ya ntar kalau gantengnya ilang gimana tuh" goda Flo kepada kekasihnya.


"Yah kalau begini aku jadi makin cuinta deh sama kamu. Salad buahnya harus di habiskan ya sayang" dengan telatennya Ans menyuapi salad buah untuk kekasihnya.


Setelah sarapan pagi menjelang siangnya selesai mereka berdua memutuskan untuk jalan-jalan dekat dengan rumah Flo.


Berjalan menuju taman memang sangat menyenangkan. Mereka perlahan-lahan berjalan dengan santainya menuju taman yang memang sangat indah untuk di lihat.


Beberapa pohon yang rindang membuat udara semakin sejuk walau matahari sudah menyengat kulit rasanya.


Hingga mereka berdua memutuskan untuk duduk di bangku di bawah pohon yang rindang. Ans memetik satu tangkai bunga mawar merah untuk kekasihnya.


Dia kasih kan bunga mawar merah itu ke kekasihnya. Dengan senyum merekah Flo menerima bunga mawar merah itu.


"Makasih mas, kamu ini ada-ada aja, kayak anak muda aja" .


"Walaupun aku sudah berumur tapi jiwa ku masih muda kali sayang".

__ADS_1


"Ya terserah mas aja, mau jiwa kayak apa" dan keduanya pun terkikik geli.


__ADS_2