Cinta Ke Dua Bos Mafia

Cinta Ke Dua Bos Mafia
sebelas


__ADS_3

Dordor!!!! Sretttt!!! Ciiiiittt!!!


Aaaaaa!!!!


Sebuah tembakan mengarah ke mobil yang dikendarai Andini. sehingga mengagetkan Andini dan Cindy, sontak Andini menginjak rem mendadak hingga menimbulkan bunyi melengking. Beruntung peluru itu tidak mengarah kepada mereka melainkan ban mobil Andini. Devan yang melihat kejadian itu langsung mengambil pistol yang dibawanya dan berteriak


" Tetap di dalam mobil!! Jangan keluar dulu!! Menunduk saja didalam!!." Teriak Devan yang langsung bersembunyi di balik pohon sambil mengamati dari mana asal tembakan itu, Devan juga memberikan tembakan ke atas untuk mengingatkan mereka jangan mendekat


Dorr!! Dorr!!


Andini langsung menarik kepala Cindy agar ikut menunduk , mereka berdua sangat ketakutan karena suara tembakan yang memekakkan telinga


Tidak jauh dari mobil Andini berhenti, terdapat 2 mobil lain. Orang orang didalam mobil itu menggunakan penutup kepala sehingga tidak terlihat seperti apa wajah nya


" Bos, Sepertinya ada yang mau mengganggu misi yang kita kerjakan." Ucap salah satu orang itu


" Kau benar, sepertinya dia bukan orang sembarangan karena memegang pistol juga. Sebaiknya kita hati hati." Ucap bos mereka


Dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekati bos mereka


" Bos, ada penggagu!!." Ucap orang itu


" Aku sudah tau. Sepertinya dia hanya sendiri.'


" Benar bos, aku melihat dia bersembunyi di balik pohon itu." Ucapnya sambil menunjuk pohon besar tak jauh dari mobil Andini berhenti


" Baiklah . bereskan orang itu segera. Jangan sampai ada orang lain lagi yang melihat kejadian ini."


" Baik boss."


" Cepatlah , menyebar dan bunuh saja dia. jangan sampai misi ini gagal."


Mereka semua berjumlah 12 orang , 4 orang menyebar ke sebelah kanan dan 4 orang lagi ke sebelah kiri, Sisanya tetap di samping mobil bersama bos mereka dan memberikan tembakan ke arah pohon besar itu.


Dorr!!Dorr!!

__ADS_1


' Sial!! Bisa mati aku. lama sekali bos datangnya. Argghh padahal aku belum menikah tanpa akan berakhir disini. Aku memang selalu siall!!' batin Devan , Dia juga sesekali membalas tembakan mereka


Dorr!! Aaaa


Devan berhasil menembak salah satu dari mereka yang mendekatinya, orang itu langsung mati dengan kepala yang berlubang


' Huuhhh... syukurlah tepat sasaran. mereka pasti lebih waspada sekarang." batin Devan


" Siall!!. Tebak terus , berani sekali kau membunuh anak buahku." Teriak bos mereka


Dorr!! Dorrr!! Dorr!!


Sesuai perintah bos nya mereka menembak ke arah Devan bersembunyi secara brutal. Kulit pohon itu juga mengelupas karena banyaknya tembakan. Saat Devan akan membalas tembakan mereka, dia lengah sehingga tangannya terkena satu tembakan


Argghhh!! Siall!!


Devan mengerang keras, Hampir saja pistol yang ia pegang terjatuh, tapi ia berusaha agar tetap memegangnya. Darahnya mengalir deras keluar


Andini dan Cindy menjadi tambah takut saat Devan berteriak kesakitan, tampa sadar mereka berdua menangis di dalam mobil. mereka saling berpelukan tapi tetap menundukkan kepalanya


" Bunuh diaa!! dia sudah tidak bisa melawan. sekarang saatnya!." teriak bos mereka


Devan yang mendengar teriakkan itu hanya diam saja sambil menutup matanya. perasaan penuh penyesalan. sedangkan Andini dan Cindy menjadi tambah tegang, jantung mereka berdetak kencang, bukan karena cinta melainkan karena takut


3 orang dengan penutup kepala langsung berlari menuju arah Devan yang sudah tidak berdaya dan 4 orang lagi menuju mobil Andini


" Hahaha , Tangkap dia. akan ku siksa karena sudah berani membunuh anak buahku." Perintah bos mereka karena merasa tidak ada gangguan lain


Tiba, tiba...


Sebuah mobil melaju kencang dan berhenti di dekat mobil Andini


Srettt!!! Cittttt!!


Dorr!!Dorr!Dorr!!Dorr!!Dorr!!Dorr!!Dorr!!

__ADS_1


Tujuh suara tembakan mengejutkan mereka semua. 7 orang yang akan mendekati Devan dan mobil Andini tewas ditempat. Melihat ketujuh anak buahnya tewas seketika bos mereka hanya bisa mengumpat sial. akhirnya bos dan anak buahnya yang tersisa langsung kabur meninggalkan tempat itu karena tidak ingin ditangkap. mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh


" Siallll!!! siapa sebenarnya mereka!!.' teriak bos didalam mobil sambil menggebrak dasboard, 3 anak buahnya yang tersisa hanya bisa diam dan menahan amarahnya


Alex langsung turun dari mobil dan memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa siapa dalang dari kejadian ini. Dia juga memerintahkan anak buahnya membawa Devan ke rumah sakit


" akhirnya kau datang juga bos. kupikir aku akan mati disini." Ucap Devan sambil memegang tangannya yang masih penuh darah


" Hahahaha... hanya luka seperti itu saja kau sudah berpikir mati. sungguh memalukan. tapi terimakasih , kau akan ku beri bonus atas hasil kerjamu." Ucap Alex dengan senyuman yang menakutkan


" Aku bukan dirimu yang suka menantang maut bos, tapi untuk bonusnya jangan sampai lupa."


" Tenang saja, kau obati dulu tanganmu itu."


" Siap bos."


Devan lebih dulu meninggalkan tempat itu karena harus mengobati tangannya. anak buah Alex juga sudah membereskan ketujuh mayat orang itu. Lalu Alex mendekati mobil adiknya


Tok Tok Tok


Mereka berdua menghentikan tangisnya dan melirik kearah suara ketukan itu, setelah melihat siapa itu mereka menjadi tenang, walaupun wajah mereka masih terlihat pucat. akhirnya mereka berdua turun


" Kamu tidak apa apa? ." Tanya Alex dengan wajah berpura pura cuek karena ada adiknya


" Tidak ada apa apa." Ucap mereka berdua


" Terimakasih kak, bagaimana kakak bisa ada disini?." Tanya Andini


" Baguslah. Kebetulan saja aku sedang lewat sini."


" Hah...Kakak?." Tanya Cindy sedikit terkejut


" Iya. perkenalkan dia kakakku." Jawab Andini


Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini

__ADS_1


__ADS_2