
Matahari mulai muncul menyinari dunia, tetapi Alex masih terlelap dalam tidurnya. Sinar matahari yang menembus tirai jendela dan menyoroti wajah Alex juga tidak membuatnya bergeming . Hingga sebuah suara ketokan pintu langsung membuatnya terbangun dari mimpi indahnya
Tok Tok Tok
" Sialan, padahal hampir saja aku melakukannya. Akan ku hajar orang yang menggangu mimpi 4646 ku." gerutu Alex yang langsung duduk ditempat tidurnya sambil mengucek matanya dan menyeka sebuah sumber air dari tepi bibirnya
" Siapa?!!!." Tanya Alex dengan berteriak dari dalam kamarnya
" Ini aku bos." Jawab Devan dari balik pintu
" Ada apa hah?!! . Pagi pagi buta kau sudah membangunkanku, mau ku hajar hah?!!." Alex berteriak lagi dari dalam kamarnya
' pagi? sudah siang begini masih di bilang pagi. ' batin Devan
" Ini sudah jam 8 lebih bos. banyak rapat dan jadwal bertemu klien yang sudah tertunda, jadi anda harus berangkat ke kantor bos."
" Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menyelesaikan semuanya!. Apa gunanya aku membayarmu mahal mahal jika masalah seperti ini saja tidak bisa kau atasi!!."
" Bos kan yang menyuruhku untuk istirahat , beberapa hari ini tangan ku belum bisa digerakkan. Aku pikir bos akan datang ke kantor untuk mengurus perusahaan."
" Benarkah?."
" Tentu saja benar bos, apakah bos melupakan kata kata bos sendiri di rumah sakit."
' Masih muda sudah pelupa, bagaimana tuanya nanti. bisa bisa namanya sendiri juga lupa, benar benar merepotkan.' Batin Devan
" Hmmmm baiklah, Aku bersiap dulu. Kau tunggu saja dibawah dan siapkan juga makanan untukku."
" Oke bos."
" Hmmm lalu siapa yang mengawasi Cindy? ." Tanya Alex
" Aku sudah memerintahkan Seseorang untuk menggantikan ku sampai aku sembuh bos." Jawab Devan
" Baiklah, lanjutkan tugasmu."
" Siap."
Alex beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Devan langsung turun kelantai bawah dan menyuruh Bi Imah( salah satu pembantu villa pribadi Alex) menyiapkan makanan untuk tuan besarnya
Setelah selesai bersiap, Alex turun ke bawah dan menikmati makanan yang sudah disiapkan. Tak ada obrolan yang penting setelah itu, mereka berdua langsung melaju ke kantor Diandra Group untuk melakukan rapat dan bertemu para klien partner bisnisnya.
•••••••
__ADS_1
Di suasana yang cerah ini, Cindy masih membantu neneknya berjualan kue didepan rumahnya. Karena kecantikan dan keramahan Cindy dalam melayani pembeli , banyak dari mereka menjadi langganan. Mobil Lamborghini berwarna pink mengkilap berhenti didekat Cindy dan neneknya. Mobil itu langsung menjadi pusat perhatian mereka, Para pembeli menatapnya dengan takjub, terlihat seorang gadis cantik keluar dari mobil itu mendekati Cindy
" Assalamualaikum." Ucap gadis itu lembut
" Waalaikum salam." ucap mereka semua sambil menatap gadis itu dengan tatapan yang aneh
' Sungguh bidadari.'
' Tak salah aku membeli kue disini.'
' Dua bidadari sekaligus,'
' Apa aku sudah di surga.'
' Serasa bermimpi.'
Batin para bapak bapak, abang abang , kakek kakek dan adek adek yang sedang mengantri membeli kue dengan tatapan aneh, sedangkan para emak emak hanya melihat dengan kagum dan sedikit iri dengan kecantikannya.
" Halo Nenek, Cindy." sapa Andini lalu mencium tangan nenek
" Hmmm." mereka berdua mengangguk
" Boleh aku ikut membantu? ." Tanya Andini
" Ayo Din, aku ajarin."
" Oke, apa aku boleh mencobanya cin?."
" Tentu saja, kamu pasti suka."
Cindy melayani pembeli dan mengajari Andini. Hanya sebentar saja Andini berdua sudah sangat akrab dengan para pembeli. Cindy memang selalu mengajak bicara para pembeli agar tidak bosan menunggu pesanan mereka.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11:37 . Semua kue nya habis, bahkan bahan bahan yang harusnya untuk stok besok pun ikut habis. Setelah mereka beristirahat nenek memberikan bingkisan kue yang sengaja disisakan untuk diberikan pada Andini.
Setelah meminta izin pada neneknya Cindy dan Andini menuju kediaman Andini untuk memberikan kue hangat kepada orang tuanya. Mereka berdua langsung melaju menggunakan mobil Lamborghini pink nya
Setelah sampai Andini langsung mengajak Cindy untuk masuk kedalam dan bertemu orang tuanya
' wahh besar sekali rumahnya. bahkan lebih besar dari rumahku yang dulu.' batin Cindy
" Halo mah, pah . perkenalkan ini Cindy temanku." Ucap Andini setelah menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk menonton TV
" Ooo kamu sudah dapat teman baru ya Din." ucap Mona Sandria Putri
__ADS_1
" Halo Om, Tante. Saya Cindy Cintya Putri
" Ucap Cindy memperkenalkan diri , dia tidak terlalu gugup karena dia dulu termasuk orang kaya jadi tau bagaimana harus bersikap
" Nama yang Cantik, seperti anaknya. Panggil Tante Mona saja dan Om Roy." Ucap Mona Sandria Putri, Roy Diandra Wijaya hanya mengangguk
" Baik Om, Tante."
" Bu, Ini ada kue dari nenek Cindy. rasanya enak sekali, Ibu sama ayah pasti suka." Ucap Andini memberikan sebuah bingkisan plastik
" Ucapkan terimakasih ku untuk nenekmu ya." Ucap Mona lembut
" Baik Tante."
" Kalau begitu aku pergi dulu bu, ayah. mau jalan jalan dulu."
" Hmmm baiklah. hati hati dijalan ya." Ucap Mona lembut
" Permisi Om, Tante." Ucap Cindy
Mereka berdua hanya mengangguk
•••••••••••
Andini dan Cindy jalan jalan ke berbagai tempat, mulai dari pantai , pegunungan , kebun binatang dan tempat wisata lainnya. Mereka berdua sangat senang karena merasa semua beban hidup nya hilang. Mereka tidak lupa ber-selfie dan mencetak foto fotonya sebagai kenang kenangan. Tidak lupa mereka menikmati banyak makanan tradisional , Cindy membeli beberapa sebagai oleh oleh untuk neneknya
Tak terasa matahari sudah terbenam, lampu lampu pinggir jalan mulai menyala. Mereka berdua memutuskan istirahat di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar. Karena pada dasarnya hal yang sangat sulit untuk dihilangkan dari wanita adalah kebiasaan berbelanja
" Kita langsung pulang saja ya Din." ucap Cindy , karena tidak ingin menghabiskan uang walaupun sebenarnya dia juga ingin membeli beberapa pakaian
" Kita kan belum belanja pakaian Cin ." ucap Andini
" Tapi..."
" Tenang saja Cin, Aku yang membayar santai saja."
" Tidak perlu , Din. Aku ada uang kok."
" Aku tau cin, kamu pasti lebih membutuhkan uang itu untuk hal lain. jadi tenang saja , kalau kamu sudah sukses , kamu gantian belanjakan aku oke."
" Makasih Din."
Setelah selesai istirahat, Mereka berdua berjalan jalan sambil melihat lihat pakaian yang akan dibelinya. Tiba tiba seorang wanita mendorong Cindy hingga jatuh tersungkur
__ADS_1
Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran mohon tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Mohon maaf bila banyak kesalahan. Saya ucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membaca cerita ini