
Di sebuah kamar terlihat seorang pemuda yang tengah berbaring. Siapa lagi kalo bukan Alex. Dengan wajah lebam nya ia mencoba membuka mata dan mengingat apa yang terjadi dengannya dan dimana dia sekarang.
" Arrgghhh. Sial, kenapa susah sekali membuka mata dan kenapa tubuhku sakit semua rasanya." Gumam Alex
~Flashback on~
Cindy sangat panik ketika orang yang menolongnya tiba tiba terjatuh. Dia menghampiri orang itu dan mencoba membangunkannya.
" Mas bangun! Kenapa bisa pingsan sih? Aku kan gak tau dia siapa? Kalo aku bawa ke Rumah Sakit, Aku gak punya uang.
Apa aku tinggal saja ya? Tapi dia sudah menolongku. Gimana nih. Tinggal? Enggak? Tinggal? Enggak? Tinggal? Enggak?." Cindy bertanya pada diri sendiri apa yang harus dilakukan. Lalu sebuah mobil berhenti di dekat mereka, Cindy meminta tolong kepada pemilik mobil untuk mengantar kerumahnya
" Assalamualaikum ."
" Waalaikum salam, kamu dari mana saja? kenapa baru pulang?."
" Nanti saja cerita nya nek. Sekarang tolong bantu angkat ini dulu."
Mereka membawa Alex kedalam kamar Cindy. setelah itu ia berterima kasih kepada orang yang mengantarnya.
" Sekarang cerita , ada apa sebenarnya?" Tanya neneknya
" Jadi gini nek........ begitu ceritanya." Cindy menjelaskan semua kejadian yang baru saja dialami nya. Neneknya terkejut setelah mendengar penjelasan cucu nya itu. ia langsung memeriksa kondisi Cindy dari ujung rambut hingga ujung kaki nya
" Aku tidak apa apa nek. Untung ada orang itu yang menolongku."
" Syukurlah kalo kamu baik baik saja. Lalu siapa pemuda itu?"
__ADS_1
" Aku juga tidak tau nek."
" ya sudah. sebaiknya kamu Istirahat saja di kamar nenek. kamu pasti lelah. biar nenek yang mengobatinya."
" Biar aku saja nek. Kan aku yang menyebabkan dia seperti ini. nenek tidur saja dulu."
" Baiklah. tapi setelah itu kamu istirahat yaa."
" Siap nek."
Cindy membersihkan darah di wajah Alex, lalu mengobatinya dengan obat seadanya. setelah itu Cindy menuju kamar neneknya untuk tidur, karena dia sebenarnya sudah lelah dan ngantuk sekali
~flashback off~
Setelah mengingat semua Alex mencoba duduk sambil mengamti ruangan itu
Tiba tiba seorang wanita masuk ke kamar dan mengejutkan Alex
" Ahh ternyata kamu sudah bangun. Ayo makan dulu kamu pasti belum makan kan?."
" Hah. Kenapa dia berubah jadi tua? padahal tadi malam dia gadis cantik. Apa dia bisa berubah wujud?" batin Alex terus menatap wanita itu dengan tatapan aneh
" Kenapa kamu diam? kamu bingung yaa? nanti biar cucuku yang menjelaskan padamu setelah makan. jadi ayo ikut makan."
" Eh.. I- iya baiklah." jawab Alex gugup.
' Aku kira dia bisa berubah wujud. ternyata neneknya .'
__ADS_1
Mereka menuju tempat makan. Terlihat banyak sayuran dan beberapa ayam goreng. Ada Cindy juga yang sedang menunggu neneknya itu. Cindy sengaja memasak banyak sayuran dan membeli ayam dengan tabungan untuk menghormati orang yang menolongnya. Alex terkejut setelah melihat wajah Cindy. Antara bahagia atau sedih setelah melihatnya. walaupun sudah beberapa kali melihatnya Alex masih saja terkejut dengannya. Mereka menikmati makanan itu dengan tenang sambil Cindy menceritakan kejadian setelah Alex pingsan. Alex juga menikmati makanan itu karena rasanya sangat enak. Dia juga mendengarkan cerita Cindy dengan baik sambil terus menatap wajah nya.
" Kenapa kamu melihat ku seperti itu. Oh iya maafkan aku yang sudah bicara banyak tapi belum memperkenalkan diri. Aku Cindy, kamu siapa?."
" Aku Alex."
" Ohhh terimakasih ya sudah menolongku
"
" sama sama. aku juga senang telah menolongmu."
' ternyata dia tidak mengingat ku, padahal dia juga pernah menolongku. dia mirip sekali dengannya. Dan rasa masakan ini, seperti tidak asing' batin Alex
Di villa
Devan mencari Alex tapi tidak menemukannya. Dia sudah menghubunginya tapi telponnya mati. jadi dia tidak bisa melacaknya
" Dimana boss ini sebenarnya. Tidak biasanya dia menghilang tanpa mengabariku dulu. apa dia membuat masalah lagi?" gumam Devan asistennya
Devan menghubungi setiap anak buahnya untuk menanyakan dimana bos nya berada tapi tidak ada yang tau.
' kenapa aku tidak menghubungi Max? mungkin dia tau. dia kan saudara terdekatnya." Devan langsung menelpon Max
Tuutt Tutt
Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini
__ADS_1