Cinta Ke Dua Bos Mafia

Cinta Ke Dua Bos Mafia
sembilan


__ADS_3

Bintang bintang bersinar terang, menghiasi langit langit yang gelap. Dinginnya malam melengkapi suasana malam ini. Sudah seminggu lamanya Alex berada dirumah nenek Cindy , dia juga sudah mengumpulkan informasi yang cukup tentang Cindy. Hari ini Alex memutuskan untuk pulang. Alex sebenarnya masih ingin tinggal agar dia selalu bertemu Cindy, tapi dia juga harus menyelesaikan urusan yang lain. Setelah sekian lama akhirnya Alex mengaktifkan HP nya dan langsung menelpon seseorang


Tutt Tuttt


" Jemput aku sekarang, bawa buah buahan dan kebutuhan pokok lainnya jangan lama lama atau ku pecat kau."


" Boss A...." Belum selesai bicara Alex sudah memutus sambungan teleponnya


' Sial, satu Minggu menghilang sekarang meneleponku tiba tiba dan menyuruhku menyiapkan permintaan nya. dia juga mengacamku, boss macam apa dia. padahal aku ingin mengatakan sesuatu' gerutu Devan di ruangan kantornya. Dia langsung meninggalkan kantornya dan menyiapkan permintaan boss nya itu lalu melacak keberadaan boss nya lewat HP


Alex meminta izin kepada nenek Cindy untuk pamit pulang. Dia juga berpamitan kepada Cindy. Sebenarnya Cindy merasa sedih kalau Alex pergi, tapi dia menunjukkan ekspresi datar untuk menutupinya


" Nek , Alex hari ini pamit pulang yaa. Terimakasih Nenek telah merawat Alex selama ini. Aku janji tidak akan melupakan kebaikan nenek dan akan mampir kesini jika ada waktu luang." Alex mencium tangan nenek Cindy karena dia telah berjasa banyak selama satu Minggu ini


" Iya nak Alex. Sering seringlah main kesini." ucap nenek Cindy


' Syukurlah kalau dia pulang sekarang. Tapi mengapa aku jadi sedih gini yaa. Rumah ini pasti jadi sepi lagi karena gak ada yang ngajak aku ribut' Batin Cindy


" Baguslah kamu pulang. Sekarang aku bisa hidup dengan tenang tidak ada yang menggangu lagi." Ucap Cindy dengan ekspresi juteknya


" Iya iya sekarang aku pulang. Jangan sampai menangis yaa saat aku pergi."


" Siapa juga yang menangis. Aku malah bahagia hahaha.."


" Sudah sudah!! Kapan kalian bisa akur sih?. Nenek pusing denger kalian ribut terus. Gak pagi , siang , malam selalu saja ribut."


" Dia yang mulai!!." Ucap Alex dan Cindy serentak


" Kauu!!!." Mereka berdua saling tunjuk dan saling bertatap tajam


" Sudahlah!! Terserah kalian berdua saja. Nenek tidak mau ikut campur lagi."


Tok Tok Tok


" Cindy bukakan pintu, sepertinya ada tamu." suruh neneknya kepada Cindy


" Biar aku saja." Alex langsung berjalan ke pintu dan membukanya

__ADS_1


Terlihat seorang pemuda dengan setelah jas hitam yang membawa buah buahan.


" Boss." Ucap Devan


" Masuklah."


Devan masuk dan meletakkan barang yang dibawanya dimeja


" Permisi, apakah ada air min.." Ucapan Devan terhenti saat Alex memotongnya


" Kalau begitu saya pamit dulu nek, ini ada sedikit buah buahan untuk nenek."


" Terimakasih, jaga diri baik-baik ya nak Alex."


" Siap nekk." Alex menirukan gaya Cindy saat berpamitan pada neneknya. Nenek hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Alex. Dia langsung menyeret Devan yang masih mematung ke dalam mobil.


" Nek , Cindy, aku pulang dulu jaga diri kalian baik baik." Ucap Alex lalu masuk ke dalam mobil


Devan sedikit terkejut dan kesal dengan sikap Alex yang berubah drastis. Padahal dia sangat ingin minum tapi belum selesai bicara sudah dipotong saja. Satu Minggu menghilang dan sekarang sikapnya berubah. Pasti ada penyebabnya. Dia tidak mengetahui kalau Cindy sangat mirip dengan mantan kekasih boss nya karena tidak memperhatikannya tadi. Devan melajukan mobilnya menembus jalanan kota yang terang walau malam hari. Dia tidak terkejut kalau bosnya ternyata menginap disana selama satu Minggu, karena itu sudah biasa jika bosnya menghilang pasti menginap di suatu tempat. Dia hanya kesal karena harus menyelesaikan tugas tugas yang ditinggalkan bosnya itu. Akhirnya dia langsung mengatakan pesan dari Max dan mengatakan orang tuanya akan datang.


" Bos, ini ada surat dari tuan besar Max. Dan juga Kemarin orang tua anda kembali dari Jepang." Ucap Devan sambil menyetir dan mengambil sebuah kertas dari laci mobilnya


" Dia berada di Amerika. Tuan besar Max langsung pergi setelah memberikan surat itu bos."


" Hmmm Oke lah, Aku mau tidur. Bangunkan aku jika sudah sampai."


" Bos, apa kau tidak mau bertanya tentang orang tua anda?."


" Tidak, memang kenapa?."


" Gara gara bos tidak ada saat aku menyambut mereka. Aku kena marah bos."


~ flashback on~


Pagi hari yang cerah, Devan sudah berpakaian rapi dengan membawa beberapa pengawal untuk menyabut orang tua dan adik dari bosnya. Setelah mereka turun dari pesawat Devan dan pengawal yang dibawanya langsung menunduk memberi hormat


" Selamat pagi tuan dan nyonya besar, dan juga nona besar. Saya saya sudah menyuruh orang untuk membawa barang barang. Mari saya antarkan dengan mobil saya."

__ADS_1


" Dimana bocah sialan itu? kenapa tidak menyambut ku!." Ucap Roy Diandra Wijaya


" Itu..."Devan bingung ingin menjawab apa


" Hah. sudah kuduga. Kau pergilah bawa bocah sialan itu menemuiku."


" Baik tuan, Nanti saya akan menyampaikan kepadanya. Kalau begitu saya antarkan tuan terlebih dahulu."


" Apa kau tuli hah! Ku bilang bawa bocah itu menemuiku!."


" Baik tuan." Devan langsung pergi meninggalkan mereka dengan ekspresi cemberut


' Sial sial, kenapa hidupku selalu sial. Bos yang salah aku yang kena marah. Kalau aku tau akan seperti ini aku tidak akan datang menjemput' Gerutu Devan sambil berjalan menjauh


" Sudahlah mas, nanti dia pasti menemui kita." Ucap Mona Sandria Putri lembut


" Iya pah, kakak pasti sedang ada urusan penting hingga tidak menyabut kita." Ucap Andini Diandra Putri


Mereka bertiga akhirnya meninggalkan bandara menuju ke kediaman besar mereka. Disana terlihat beberapa mobil yang berbaris menunggu tuannya


~ flashback off~


" Hahaha Itu salahmu sendiri, kenapa menemui orang tua itu." Ucap Alex


" Tapi tuan besar Max menyuruhku bersama anda untuk menyambut kedatangan mereka. Tapi bos belum pulang, jadi saya sendiri yang menyambut mereka."


" Disini bosnya aku atau Max hah."


" Tentu saja anda Tuan besar Alex."


" Lalu kenapa kau menuruti kata katanya."


" Itu..."


" Sudahlah aku mau tidur jangan ganggu aku sebelum sampai tujuan."


Setelah sampai ke villa pribadi Alex langsung menuju ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Devan yang sudah terlalu lelah pun memutuskan tidur di villa itu. Dia langsung menuju kamar tamu

__ADS_1


Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini


__ADS_2