
Seperti biasa, setelah selesai membantu neneknya berjualan kue ia akan pergi ke restoran tempat kerjanya. Setelah sampai di restoran Cindy langsung menuju ruangan manager untuk meminta perubahan jam kerjanya. Dia memutuskan untuk berangkat kerja lebih awal dan pulang lebih awal karena tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Awalnya manager menolak tapi setelah menceritakan kejadian yang dialaminya dan akan bekerja dengan lebih giat akhirnya manager menyetujui perubahan jam kerjanya. Cindy pun meninggalkan ruangan manager untuk melanjutkan kerjanya. Ketika jam menunjukkan pukul 8 malam Cindy meminta izin untuk pulang karena tidak ingin pulang terlalu malam sampai dirumah
" assalamualaikum ." Ucap Cindy lalu masuk kedalam rumah
" waalaikum salam." Jawab neneknya dan Alex serentak
" Kenapa kamu masih disini?." Tanya Cindy ketus
" Sudahlah , Alex kan masih belum sembuh sepenuhnya. Lagipula nak Alex juga membantu nenek walaupun sedang sakit."
" Kenapa nenek selalu membelanya. Hanya karena menolongku sekali. Bisa saja dia punya niat jahat." Ucap Cindy tambah kesal karena neneknya selalu membelanya ditambah dengan kejadian pagi hari setelah mandi
~flasback on~
Langit masih terlihat gelap, suara adzan subuh mengema di setiap masjid yang ada. Cindy telah selesai mandi dan langsung masuk ke kamarnya hanya dengan handuk sebagai penutup tubuh mulusnya. Entah apa yang dipikirkan sampai ia tak memperhatikan sekitarnya dan tidak sadar dengan adanya Alex dikamar itu
' Haaahh.. sungguh indah pemandangan di hadapanku. Semoga ini bukan mimpi, akhirnya aku bisa melihatnya sendiri. kamu dulu tidak pernah mengizinkan ku untuk melihatnya' batin Alex dengan mata seperti ingin keluar dan mulut berbentuk huruf O. Ia membayangkan itu adalah Indy walau sebenarnya ia sadar kalau didepannya adalah Cindy
Cindy masih tak sadar sedang diperhatikan oleh Alex, dia masih asik didepan pintu lemarinya sedang memilih pakaian dalam yang akan dia pakai. Sampai sebuah suara orang bersin mengagetkan nya. Cindy sontak kaget setelah melihat kearah suara itu berasal. Dia sudah bersiap untuk teriak, tapi sebelum itu Alex sudah terlebih dahulu melompat memeluk Cindy dan membungkam mulutnya
__ADS_1
" emmmemmmm...." Cindy ingin teriak tapi tidak bisa
" Tenang jangan teriak. Aku tidak bermaksud apa apa." Bisik Alex dengan wajah panik, karena kalau Cindy teriak sudah pasti akan menggegerkan tetangganya
" emmmemmmem.." Cindy masih berusaha untuk melepaskan dari pelukan Alex
" Aku akan melepaskan mu asal kamu tenang dan jangan berteriak."
Cindy akhirnya diam dan menganggukan kepalanya. Akhirnya Alex melepaskan nya
" Dasar manusia cabul!! Keluar sana!!."
~flashback off~
" Jangan berbicara seperti itu. Sebaiknya kita makan dulu, kasihan nak Alex sudah kelaparan tapi tidak mau makan hanya karena menunggumu."
" Untuk apa menungguku. Memangnya dia tidak punya rumah apa?! Kenapa harus makan bersama kita. Merepotkan saja."
"Maaf maaf. Aku akan berusaha untuk tidak merepotkan kalian sampai aku benar-benar sembuh. setelah itu aku akan pulang." Ucap Alex dengan merendah, Biasanya Alex akan langsung menghajar, jika ada orang yang tidak menghormatinya dan tidak menyukainya keputusannya. Tapi terkecuali untuk orang orang terdekatnya. menurutnya Cindy adalah reinkarnasi dari Indy, jadi dia hanya bisa merendah. bahkan dulu Indy selalu memarahi nya karena kenakalan Alex, tetapi Indy selalu peduli dan tidak pernah bosan denganya bahkan sampai mengorbankan nyawanya, itulah yang membuat Alex sangat mencintainya melebihi apapun dari miliknya.
__ADS_1
Semuanya menjadi sunyi. Mereka bertiga makan tanpa ada yang saling berbicara. Sebenarnya Alex ingin berbicara agar suasana lebih nyaman. tapi Alex tak punya keberanian karena sudah terbiasa bersikap dingin. Dia juga melihat wajah Cindy yang terlihat kesal tapi tidak menghilangkan kecantikannya.
Di halaman sebuah villa yang megah bagaikan istana, dua orang pemuda sedang berbicara.
" Apa dia belum kembali?." Tanya Max
" Belum tuan?." Jawab Devan asisten pribadi Alex
" Huh. Bocah itu selalu saja berbuat semaunya sendiri. Padahal aku ingin memberikan ini secara langsung kepadanya." Ucap Max sambil memegang sebuah surat
" Saya akan terus berusaha mencarinya tuan. lalu memberitahukan kepada anda."
" Baiklah. Berikan ini padanya saat dia kembali. Dan katakan orang tuanya akan tiba disini satu Minggu lagi dari Jepang. Aku tidak bisa menyambut mereka karena akan pergi ke Amerika ." Max menyodorkan sebuah surat kepada Devan
" Pesan tuan akan saya sampaikan kepada tuan Alex."
" Baiklah aku pergi dulu."
Max masuk kedalam mobilnya dan menyuruh Yamato untuk segera menjalankan mobilnya. Devan masih berdiri di tempat lalu membukukan badan nya beriringan dengan kepergian mobil tuan Max
__ADS_1
Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini