Cinta Ke Dua Bos Mafia

Cinta Ke Dua Bos Mafia
limabelas


__ADS_3

Hari sudah semakin larut, Andini dan Cindy masih didalam mobil Alex. Alex dengan hati hati mengurut pergelangan tangan Cindy yang terkilir , Cindy hanya merintih menahan sakit. Alex tidak bertanya banyak hal tentang kejadian ini karena dia memang sudah tau


" Tangan mu tidak apa apa hanya terkilir saja, tiga sampai empat hari juga sudah sembuh. Lain kali hati hati." Ucap Alex


" Terimakasih." jawab Cindy sambil menunduk


" Maafkan aku ya Cin, Kalau saja aku menurutimu untuk tidak mempedulikan mereka pasti tidak terjadi seperti ini." Ucap Andini yang merasa bersalah


" Sudahlah, Din. ini bukan salahmu, aku saja yang kurang berhati-hati."


" Kalau aku bertemu dengan mereka lagi pasti akan aku balas." Ucap Andini dengan mengepalkan tangannya


" Tidak usah berbuat macam-macam. Aku akan mengantar kalian pulang." ucap Alex datar


" Baik kak. kenapa kakak bisa ada disini, bukankah kakak sedang bekerja di perusahaan?." Tanya Andini


" Kebetulan lewat saja." Jawab Alex


' Waktu itu bilang kebetulan, sekarang bilang kebetulan lagi. seperti ada yang aneh' batin Andini


" Maafkan Aku melibatkan kalian berdua, mereka adalah tempat satu jurusan di kampus ku dulu." Ucap Cindy yang masih menunduk


" Bukan masalah dan memang mereka yang salah. lagipula kamu pernah menolongku." Ucap Alex


" Betul Din. Kita kan sahabat, kalau kamu ada masalah aku pasti akan membantu mu. Apalagi ada kak Alex semua masalah pasti beres." ucap Andini dengan semangat berapi api


Aduhh


" Kamu masih kecil, lebih baik diam saja." ucap Alex setelah menjitak kepada adiknya itu


" Terimakasih, aku tidak akan melupakan kebaikan kalian." ucap Cindy


" Sudahlah, Aku antar sekarang. ini sudah mau pagi."


Alex langsung melajukan mobilnya menuju rumah Cindy. Karena sudah larut malam jalanan sudah sepi, jadi tidak ada hambatan sama sekali


" Kapan kakak akan pulang kerumah?" Tanya Andini


" Hmmmm." jawab Alex


" Apa kakak tidak ingin ketemu sama mamah?"


" Hmmmm"


" Mamah selalu nungguin kabar dari kakak lo. Mamah selalu mbersihin kamar kakak waktu kecil."


" Hmmmmm "


" Jawab dong kak. jangan cuma hmmm terus, emang kakak ngefans sama Nisa Sabyan ya?."


" Ngomong sekali lagi, Kakak turunin di jalan." Jawab Alex yang mulai kesal


" Aku kan cuma bercanda kak, gitu aja ngegas."

__ADS_1


Srettt Sretttt . Mobil berhenti


" Turun." Ucap Alex dingin


" Maaf kak, iya aku diam deh. dilanjut aja mobilnya." Ucap Andini menunduk


Cindy hanya diam mendengarkan mereka berdua, Kakak Adik yang tidak akur. Mereka sampai rumah Cindy dan langsung pamit untuk pulang , Setelah itu Alex mengantarkan Andini juga


Dirumah kediaman Roy Diandra Wijaya


Tok Tok Tok


" Bi, buka." Ucap Andini


" Sebentar, non." Bi Lastri


" Lama amat buka pintunya, bi?."


" Maaf non, Tadi ngabarin nyonya dulu. Itu nyonya sudah datang daya permisi dulu." Ucap bi Lastri , Andini dan Mona hanya mengangguk


" Kok baru pulang , Din? ." Tanya Mona Sandria Putri


" Eh mamah, Tadi ada sedikit masalah jadi kemalaman pulangnya."


" Emang masalah apa , Din?."


" Bukan apa-apa kok mah, cuman masalah kecil."


" Yasudah kalau gak mau cerita. Tadi kok mamah gak denger suara mobil kamu?"


" Dianterin? bukannya kamu bawa mobil sendiri."


" Karena tadi ada masalah kecil makanya dianterin."


" Ohhh sama siapa?."


" Sama kak Alex."


" Kak Alex? ayo duduk dulu cerita sama mamah gimana bisa ketemu sama Alex." Mona sedikit terkejut lalu nmengajak anaknya itu duduk di sofa


" iya iya, Jadi gini mah.......... " Andini bercerita dari awal dia bertemu kakak nya di mal itu sampai diantar pulang


" Aneh sekali, biasanya Alex gak pernah peduli sama siapapun kalau bukan orang terdekatnya." Ucap Mona Sandria Putri sedikit ragu


" Aku juga bingung mah. bisa bisanya Cindy kenal sama kak Alex. Terus kalau Cindy ada masalah pasti kak Alex ada disana."


" Jangan jangan....." Ucap mereka berdua


" Hmmmm Pasti ada sesuatu diantara mereka."


" Kita satu pemikiran Din."


" Iya Mah, ini bisa jadi kesempatan biar kak Alex mau pulang ke rumah."

__ADS_1


" Iya, kita harus kerja sama."


" Siap mah, oiya papah mana?" Tanya Andini


" Sudah tidur, mungkin kecapean."


" Hmmm yasudah mah, aku juga mau tidur Udah ngantuk banget."


" Iya sayang, good night."


Mereka menuju kamarnya masing masing. Mona juga sangat senang karena ada kesempatan anaknya bisa kembali seperti dulu. menjadi keluarga yang harmonis penuh dengan canda tawa


•••••••••


Alex masih berdiri diatas balkon villa pribadi nya menatap langit yang gelap terlihat beberapa bintang yang masih bersinar.


Tutt Tutt


" Hallo bos." Ucap Devan


" Hmmm."


" Boss , Aku sudah mencari tahu tentang orang yang membuat masalah di mal tadi. mereka adalah anak anak dari pemilik L Grup , ML Grup ,dan SL Grup . Ketiga perusahaan itu sudah lama bekerja sama. sepertinya besok mereka akan menuntut ganti rugi atas kejadian di mal itu."


" Biarkan saja mereka yang mencari masalah lebih dulu, buat mereka jadi semakin sombong dan berani. Setelah itu baru tunjukkan siapa kita."


" Baik boss, aku sudah tau apa yang akan kulakukan."


" Bagus. biarkan mereka terbang tinggi tinggi lalu kita jatuhnya sekuat kuatnya."


" Siapp . Kalau begitu kita lanjutkan besok boss."


•••••••••


Di sebuah panggilan WhatsApp terdapat tiga orang sedang berbicara satu sama lain


" Huh , Aku sudah melaporkan penghinaan itu kepada kakakku. besok pasti mereka bersujud minta ampun padaku. Terutama dua wanita ****** itu." Ucap Luna Lastia Dewi


" Aku juga sudah melaporkan nya , Akan kubuat mereka membayar penghinaan ini, Lihat saja besok." Ucap Selena Soraya Larasati


" Akupun sudah melaporkan nya , Orang tuaku sangat marah dan akan menuntut mereka berdua juga mal besar itu harus mengganti rugi kita karena sudah mengusir kita." ucap Maya Maria Lestari


" Hahaha rasakan saja besok karena sudah berani menantang keluarga kita."


" Betul sekali, Aku tidak akan melepaskan mereka sampai aku puas menghinanya."


" Pastinya, mereka harus menerima akibatnya menghina keluarga orang kaya hahhah."


" Besok kita kumpul di tempat biasa beb."


" Okeh , beb. Aku sudah tidak sabar melihat mereka bersujud meminta ampun."


" Hahaha tunggu saja beb. kita adalah orang kaya, mereka pasti akan melakukannya agar tetap bisa hidup dikota ini."

__ADS_1


Mohon tinggalkan like atau komentar. Jika ada kritik atau saran boleh tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca. Saya meminta maaf jika banyak kesalahan. Terimakasih untuk semua orang yang telah membaca cerita ini


__ADS_2