
Di gelap malam, di sebuah jalan pinggiran kota yang sepi terlihat seorang gadis sedang berjalan sendirian. Cindy berjalan dengan penuh keberanian walau dalam kegelapan . Sebenarnya Dia merasa sedikit takut , tapi apa daya dia ingin segera pulang karena mengkhawatirkan neneknya yang sendirian di rumah. Tiba tiba terlihat gerombolan pemuda yang berjalan ke arah Cindy. Pemuda itu berjumlah 8 orang , dengan senyum nakalnya para pemuda itu semakin mendekati Cindy. Cindy menjadi lebih takut karena kedatangan mereka. Dia sudah mulai berpikir bagaimana caranya agar bisa menghindari mereka.
" Heii Manis. Mau kemana nih?."
" Abang anterin yuk."
" Tidak baik loh , Gadis secantik kamu jalan sendirian."
Para pemuda itu mulai menghadang Cindy dan menggodanya. Para pemuda itu membuat Lingkaran dengan Cindy berada di tengah tengahnya.
" Minggir!!! ." Bentak Cindy dengan tegas
" Kok galak banget sih."
" Ikut Abang aja yuk. Nanti bakal abang puasin deh."
" Tolong!!! Minggir kalian!!" Teriak Cindy minta tolong , jantung nya mulai berdetak kencang . Wajahnya mulai pucat , dia mencoba meronta-ronta tapi tidak berhasil. Tenaga para pemuda itu lebih kuat. Mereka menyeret Cindy ke bawah pohon besar di samping jalan itu. Cindy terus berteriak minta tolong dan mencoba untuk melepaskan diri. Air mata mulai menghiasi pipi gadis itu. Pemuda itu ada yang memegang tangan dan kaki cindy agar tidak bisa melepaskan diri. Beberapa pemuda lagi mencoba melepaskan pakaian Cindy . Cindy masih terus meronta ronta dan beeteriak minta tolong dengan diiringi tangisannya.
" TOLONG!!!! LEPASKAN SAYA!!! "
__ADS_1
" TOLONG!!! TOLONG!!! TOLONG!!! "
" Kamu tidak akan bisa lepas cantik" Goda pemuda itu dengan senyum nakalnya
Pakaian Cindy mulai sedikit terbuka. Para pemuda yang mengelilinginya menatap nya dengan penuh nafsu. Tiba tiba saat salah satu pemuda mencoba melepaskan celana yang dipakai Cindy.
BRUKKKKK BRUKKKK
BRUKKKK BRUKKK
ARGHHHHH.. ARGHHH...
~flashback back on~
Setelah Alex selesai menikmati makanan di restoran dan juga minum bersama Max. Dia meninggalkan mobil mewah nya di restoran dan berpikir untuk berjalan jalan menelusuri jalanan kota seperti biasa. Ketika suasana malam yang cerah Alex memang selalu jalan jalan karena biasanya banyak tawuran yang terjadi. Menurutnya itu adalah sebuah tantangan tersendiri.
Saat Alex berjalan jalan tiba tiba ia mendengar teriakkan seorang perempuan. Dia memutuskan untuk mencari sumber suara itu. Setelah menemukan sumber suara itu Alex sedikit terkejut karena melihat wajah gadis itu. Wajahnya langsung berubah hitam gelap menahan emosinya. Alex langsung berlari dan menghajar para pemuda itu
~flashback off~
__ADS_1
" Mundur ke belakang ku!! teriak Alex pada gadis itu setelah membuat mereka jatuh tersungkur
" Sialan!!"
" Jangan ikut campur kau!!"
" Jangan sok pahlawan!! "
Para pemuda itu mulai berdiri lagi dan bersiap menghajar Alex. Delapan orang vs satu orang. Mereka saling adu jotos . Alex tidak takut sedikitpun , Karena dia memang sudah sering di keroyok bahkan beberapa kali dia mengalami koma di rumah sakit akibat kenekatan nya menghajar puluhan orang. Beberapa menit sudah mereka adu pukulan. Wajah para pemuda itu sudah mulai tak berbentuk dan beberapa bibir mereka mengeluarkan darah segar. Lebih buruk lagi wajah Alex, wajah tampannya tertutup darah segar. Tapi dia masih berdiri kokoh melancarkan pukulan dan tendangan tanpa memikirkan pertahanannya. Cindy yang melihat itu merasa sakit , tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai beberapa saat para pemuda itu sudah kesakitan dan juga kelelahan , akhirnya mereka memutuskan untuk lari meninggalkan mereka berdua. Alex masih berdiri dengan nafas yang memburu, lalu menghampiri gadis itu
" Kamu tidak apa apa?." Tanya Alex yang masih terengah-engah
" Ti-tidak apa apa." Jawab Cindy gugup
" Syukurlah ."
Alex berbalik badan akan meninggalkan gadis itu karena merasa dirinya sudah tidak kuat bertahan lagi. Tiba tiba matanya berkunang-kunang dan mulai gelap
Brukkk...
__ADS_1
Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini