
Sudah tiga hari lamanya Alex tinggal di rumah Cindy. Sejak kejadian dua hari yang lalu Alex tidak berani untuk mengajak bicara Cindy karena takut membuatnya lebih marah. Walau Alex tidak berani mengajak bicara tapi dia selalu mengamati Cindy dan mencari tahu semua tentangnya. Menurut Alex jika dia tau semua informasi tentang Cindy, dia akan lebih mudah untuk mendekatinya dan melindunginya. Sebenarnya Cindy sudah tidak terlalu marah lagi dengan kejadian itu. Karena dia selalu melihat Alex membantu neneknya. Alex selalu mengajak bicara neneknya sehingga dia tidak merasa kesepian. Selain mengajak neneknya bicara Alex juga menggali informasi tentang Cindy dari neneknya. Cindy sekarang lebih tenang ketika bekerja, karena tidak harus mengkhawatirkan neneknya selagi Alex tinggal disini. Karena dua hari ini Alex belum mengajak nya bicara akhirnya Cindy memberanikan diri untuk mengawalinya
" Hei kau, kenapa dua hari ini tidak bicara? apa kamu mendadak ingin jadi master limbad." Tanya Cindy
' Tumen sekali dia bertanya duluan. Kerasukan makhluk apa dia. Apa dia sudah tidak marah lagi kepadaku?' batin Alex
" Eh. Tidak apa. Aku pikir kamu masih marah soal kejadian waktu itu dan tidak mau bicara padaku. Kenapa kau tau aku ingin jadi master Limbad." jawab Alex
" Tidak usah mengingat ingat kejadian itu. Aku memang masih marah padamu. Tapi karena kamu sudah membantu dan menjaga neneku aku akan melupakannya. Hahahaha yang ada kau jadi Sister Lambat ."
" Hehehe. Sebenarnya tidak ingin mengingat ingat kejadian itu. Tapi entah kenapa kejadian itu selalu muncul di kepalaku bahkan dua hari ini aku selalu memimpikannya. Karena aku sudah menjaga nenekmu kau harus membayarnya. Kamu kira aku wanita hah." Karena menurut Alex , Cindy sudah tidak marah lagi dia mulai menggodanya agar bisa lebih dekat
" Kau!!! dasar mesum!! kamu yang harusnya membayar ku. sudah diberi tempat tinggal dan makanan gratis masih saja minta imbalan. Tidak tahu malu!!."
" Kau yang mesum. Padahal sebelumnya mataku masih polos. Tapi karena mu , mataku sudah ternodai dan tidak suci lagi .kamu harus bertanggung jawab hiks..hikss. Kalau aku pulang aku akan membayarnya." Ucap Alex ekspresi menangis seperti habis dilecehkan
" Arrgghhh. Ekspresi macam apa itu? Dasar lelaki mesum!! Harusnya aku yang jadi korban disini." Ucap Cindy yang mulai frustasi dengan kata kata Alex
" Maaf maaf aku kan hanya bercanda." Alex berhenti menggodanya karena takut kalau Cindy marah lagi
" Tidak lucu!!." Jawab Cindy kesal
__ADS_1
" Aku kan sudah minta maaf. jangan marah lagi yaa."
" Baiklah. aku maafkan. Tadi kamu bilang kalau kamu pulang akan membayarnya. Sekarang pulanglah dan kembali lagi untuk membayar."
" Kamu mengusirku? kan nenek yang mengizinkan ku tinggal disini. jadi kamu tidak punya hak mengusirku."
' Semua orang memang sama. mudah sekali berubah jika menyangkut soal uang' batin Alex
" Ada apa sih ini, Ribut ribut?!!." Tanya nenek yang masuk kedalam rumah karena mendengar suara ribut dari dalam
" Tidak ada apa apa!!." ucap Alex dan Cindy serentak lalu saling memandang dengan tatapan sinis
" Kenapa kau mengikuti kata kata ku." Ucap mereka bersamaan lagi
" Kauuuuu!!!." Ucap mereka lagi dengan saling tunjuk
" Sudah sudah!! Nenek pusing mendengar kalian berdua." nenek berusaha memisahkan mereka
" Maaf nek." ucap mereka. akhirnya mereka pergi ke kamar masing-masing dengan saling menatap tajam seperti ingin mengajar habis habisan.
Sampai saat sudah didepan pintu mereka tak sadar karena masih saling memandang. Mereka membalikkan muka kedepan dan..
__ADS_1
BUKKK . ADUHHH.....
Jidat mereka berdua menghantam pintu. Karena merasa malu mereka tidak memperdulikan lagi dan langsung membuka pintu dan masuk kamar. Sang nenek hanya tersenyum melihat kelakuanku dua remaja itu
Di kantor Diandra Group, Devan masih belum menyelesaikan berkas berkas yang harus ditandatangani nya. Dia juga mengumpat kesal pada bosnya
" Huh. Dimana bos sebenarnya sekarang berada. Harusnya dia yang mengerjakan ini semua. Sial sekali nasibku" gerutu Devan
' Arghh sebaiknya aku membeli beberapa minuman dan makanan, sepertinya aku tidak bisa pulang lagi malam ini' batin Devan
Devan mengambil telfon dan menelpon sekertaris nya yang ada di lantai bawah untuk membelikan makanan dan minuman
" Halo asisten Devan. Ada yang bisa saya bantu?." Ucap sekertaris Maya dari telepon
" Tolong belikan beberapa minuman dan makanan untuku. Antarkan sekalian ke ruangan ku juga."
" Baik asisten Devan. Mohon tunggu sebentar."
" Oke."
Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini
__ADS_1