Cinta Ke Dua Bos Mafia

Cinta Ke Dua Bos Mafia
duabelas


__ADS_3

Cindy terkejut setelah mendengar bahwa pemuda itu adalah kakak dari teman barunya.


" Apakah kalian sudah saling mengenal?." Tanya Andini


" Tidak!!." Jawab Alex dan Cindy spotan


" Hmmm mencurigakan." Ucap Andini sambil menyipitkan matanya melihat mereka berdua


" Sudahlah lupakan. Dan untuk malam ini anggap saja tidak terjadi apa-apa, segera pulanglah."Ucap Alex dengan wajah dingin


" Bagaimana dengan orang orang yang tadi kak?." Tanya Andini


" Sudah kubilang lupakan!." Jawab Alex sedikit meninggikan suaranya


" Baik."


Cindy hanya diam memperhatikan obrolan kakak beradik itu. Setelah selesai Alex meninggalkan mereka , lalu melaju dengan mobilnya. Andini dan Cindy diantar oleh salah satu anak buah Alex, tidak ada obrolan apapun di mobil itu. Mereka berada dalam pikirannya masing masing. Sampai didepan rumah Cindy


" Din, mau mampir apa enggak?." Tanya Cindy


" Besok saja Cin. sekarang sudah malam."


" Oke lahh. Kapan kapan mampir ya."


" Siap Cin, kalau begitu aku pulang dulu ya."


" Iya . Hati hati di jalan."


Andini melaju dengan mobil hitam yang disupiri oleh anak buah kakaknya. Cindy pun masuk kedalam rumahnya, memberi salam kepada neneknya . dia tidak menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada neneknya karena takut membuatnya khawatir. dia hanya mengatakan habis main dari rumah teman barunya


Jam menunjukkan pukul 02:00 , udaranya sangat dingin, suasana halaman rumah sakit sudah dibasahi oleh embun. Terlihat dua pemuda sedang serius mengobrol didampingi oleh kopi hangat dan satu batang rokok


" Menurutmu siapa yang menyuruh mereka?." Tanya Alex

__ADS_1


" Entahlah bos, Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Tapi butuh waktu karena orang orang yang mati berasal dari NINE DRAGON ." Jawab Devan


" Hmmm. menarik, NINE DRAGON pasti tidak akan tinggal diam setelah anak buahnya ada yang tewas."


" Betul bos, ini pasti akan terus berlanjut. ditambah yang menyewa mereka pasti bukan sembarang. NINE DRAGON berada di peringkat ke 5 dan merupakan salah satu penyeimbang organisasi gelap. Walaupun kita diperingkat pertama , jika sampai berperang kita tetap mengalami kerugian besar dan pasti akan dimanfaatkan oleh organisasi di bawah kita untuk menggulingkan kedudukan kita."


" Kau benar. Tapi yang membuatku bingung kenapa dia sampai menyewa orang orang itu hanya untuk seorang wanita."


" Mungkin dia memiliki suatu rahasia yang tidak diketahui bos."


" Sepertinya begitu. Kau cari tahu lebih dalam tentangnya, sampai dengan masa kecilnya. Untuk saat ini fokuslah dengan kesembuhan mu."


" Baik bos."


Alex pergi meninggalkan Devan menuju parkiran, Devan juga meninggalkan tempat itu masuk ke ruangan VVIP rumah sakit itu. Dari rumah sakit sampai di villa pribadinya Alex masih memikirkan apa yang diinginkan mereka dari gadis itu. Seperti biasa Alex masuk kedalam kamar dan langsung tidur


••••••


" Cin , besok siang jalan jalan yok." ajak Andini


" Tidak bisa . Aku kan harus bekerja. Kapan kapan saja yaa, aku akan meminta libur sehari." Ucap Cindy sambil membersihkan meja di samping tempat Andini duduk


" Kalau begitu aku yang akan meminta izin agar kamu besok libur."


" Haah, jangan. Aku belum lama bekerja disini. dan sudah beberapa kali libur. jadi gak enak sama pak manager jika terlalu sering libur."


" Tenang saja, serahkan semua kepadaku." Jawab Andini dengan menepuk nepukan tangannya didada


Saat sedang asyik berbicara tiba tiba Seorang pria seorang pria berumur sekitar 50 menghampiri mereka berdua


" Ehem ehemm." orang itu berdehem membuat mereka berdua melihat kearahnya. Cindy yang kedatangan managernya langsung menundukkan kepala dan minta maaf


" Kebetulan sekali paman David ada disini." Ucap Andini

__ADS_1


" Hahahaha Aku pikir nona besar sudah melupakan ku "


" Mana mungkin aku melupakan Paman, Paman adalah orang yang selalu menjagaku saat kecil dulu."


" Itu sudah kewajiban ku, sekarang nona muda sudah besar. Tidak terasa Aku sudah semakin tua saja."


Mereka mengobrol bersama. Andini juga memperkenalkan Cindy kepada pamannya itu. Cindy melanjutkan kerjanya, sedangkan Andini masih asyik berbicara dengan pamannya itu. Tidak lupa Andini juga meminta agar mengizinkan Cindy besok libur karena akan jalan jalan dengannya. Pamannya tentu saja mengizinkan nya karena jarang jarang nona besarnya itu mempunyai teman


Hidup sebagai anak dari orang kaya tidak seenak orang bayangkan. Banyak orang berpikir jika jadi anak orang kaya meminta apapun pasti akan diberikan. Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu, mereka besar tampa selalu didampingi orang tua karena harus bekerja dan bepergian ke luar kota/ negara. Mereka juga dididik dengan tegas , selalu diatur apa yang harus dilakukan. Karena itulah mereka tidak sebebas orang pikiran. banyak dari mereka melampiaskan nya dengan minum minuman keras , obat obatan terlarang dan tempat karaoke tanpa sepengetahuan orang tua mereka


Jam menunjukkan pukul 21:00 Andini mengantarkan Cindy kerumahnya, dia tidak ingin pulang terlalu malam lagi. Karena setiap pulang malam sering terjadi hal yang buruk akhir akhir ini.


" Aku sudah meminta izin pada Paman David, jadi besok kita bisa jalan jalan." Ucap Andini sambil mengendarai mobilnya


" Hmmm baiklah. Memangnya kita akan jalan jalan kemana?." Tanya Cindy


" Kemana ya? Aku juga belum tau."


" Hmmm kita pikirkan besok saja lah."


" Oke lah, mau berangkat jam berapa?"


' Jam 1 siang. karena paginya aku harus membantu nenek berjualan kue."


" Apakah aku boleh membantu berjualan kue?."


" Tentu saja, selagi itu tidak merepotkan mu."


" tidak, aku tidak ada kegiatan jadi bosan dirumah terus."


Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah Cindy. Andini langsung berpamitan dan pulang


Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini

__ADS_1


__ADS_2