Cinta Ke Dua Bos Mafia

Cinta Ke Dua Bos Mafia
enam


__ADS_3

Di sebuah gedung yang megah, Max dan Yamato sedang bersantai memandang lurus kedepan. Terlihat gedung gedung dan banyak bangunan mewah tapi tidak lebih mewah dari tempatnya berada.


Tutt Tutt


" Boss , ada telpon dari asisten tuan besar Alex." Ucap Yamato asisten pribadi Max


" Berikan padaku."


" Ini boss. " Yamato memberikan telponnya dengan sedikit membungkuk


" Ada apa meneleponku?." Tanya Max


" Maaf sebelumnya telah mengganggu tuan besar Max. apakah tuan besar Alex bersama anda?."


" Tidak. Bukankah dia sudah pulang tadi malam?."


" Dia belum pulang sampai sekarang. Kalo begitu saya akan mencari nya lagi. Terimakasih atas waktu luangnya."

__ADS_1


" Baiklah." Max menutup telponnya dan memberikan pada asistennya


' Kemana lagi dia. selalu saja membuat masalah' batin Max


Di rumah Cindy


Seperti biasa Cindy membantu menyiapkan kue kue buatan neneknya untuk di jual di depan rumahnya. Sedangkan Alex hanya duduk dan melihat lihat apa yang nenek dan cucunya lakukan. Sebenarnya dia ingin membantu agar bisa lebih dekat dengan Cindy. tapi nenek melarangnya karena kondisinya. wajahnya yang lebam dan beberapa bagian tubuhnya yang hitam biru. Dia juga meminta izin untuk menginap beberapa hari dengan alasan tanggung jawab. nenek pun menyetujuinya dan menyuruh Cindy untuk merawatnya hingga sembuh. Sebenarnya Cindy tidak mau di suruh merawatnya tapi karena dia telah menolongnya jadi tidak ada pilihan lain


' Wajahnya mirip sekali dengannya namanya juga hampir mirip. Aku tidak boleh kehilangan lagi. Aku akan berusaha untuk melindungi nya walaupun dengan nyawaku sendiri' batin Alex


" Kenapa kau hanya melihat lihat. Lebih baik kamu ikut membantu." ucap Cindy yang kesal


" Alasan. Bilang saja tidak ingin membantu."


" Cindy kamu tidak boleh berbicara seperti itu kepada penolongmu." ucap nenek


" Aku juga sudah menolongnya. Di tambah mengobatinya dan memberikan makanan. Kurang apa coba." Cindy jadi tambah kesal karena nenek membela Alex bukan dirinya

__ADS_1


" Tapi kan dia masih sakit,Cin. Nanti kalau sudah sembuh dia kan bisa pulang kerumahnya."


" Betul itu nek. Aku masih sakit. Dan kamu harus merawatku sampai sembuh agar bisa cepat pulang. Aku juga tidak mau lama lama tidur di kasurmu yang bau." sahut Alex


" Apa kamu bilang. Kalo begitu tidak usah tidur dikamar ku. pulang saja sana."


" Cindy!! sudah jangan ribut. kamu bawa kue ini ke depan." neneknya memberikan kue kue itu kepada Cindy. Cindy pun melangkah pergi ke depan


" Maaf ya nek."


" Tidak apa nak Alex. Lebih baik kamu istirahat saja." nenek juga pergi ke depan


' Hmmmm padahal tadi pagi dia masih baik padaku. kenapa sekarang jadi galak begitu. Dia benar benar mirip dengan mu In. sikap nya tidak bisa di tebak, sebentar baik sebentar marah. Merepotkan saja' batin Alex lalu menuju kamar Cindy


Alex berjalan dikamar Cindy dan melihat lihat semua barang barang yg terpanjang dikamar nya. Banyak lukisan dan foto foto terpampang rapi di dinding kamar. Karena tubuhnya masih merasa sakit Alex memilih berbaring di kasur


' Ooh Iya , Aku belum mengabari Devan. Hahah.. dia pasti bingung mencariku. Biarkan sajalah biar tau rasa. asisten ga ada akhlaq' batin Alex dengan senyum liciknya

__ADS_1


Mohon tinggalkan like atau komentar. Kalau ada kritik atau saran langsung tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini. dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca . Terimakasih yang telah membaca cerita ini


__ADS_2