
Ahhhhh
Pekik Cindy yang kesakitan karena tangannya terkilir saat menyangga tubuhnya ketika jatuh. Andini langsung mendorong wanita itu dan membantu Cindy untuk berdiri.
" Kamu siapa?! Asal main dorong orang aja!." bentak Andini kepada wanita itu
" Sudahlah ,Din. Aku tidak apa-apa." ucap Cindy
" Tidak apa-apa bagaimana mana. Lihat tanganmu !."
" Hanya luka kecil kok ,Din. nggak sakit."
" Hei bukankah ini adalah Cindy Cintya Putri yang dulu katanya Idola kampus, ternyata hanya orang miskin." Ucap wanita itu dengan senyum sinis
" Eh iya, lihat saja penampilannya mirip sekali gembel ." ucap teman wanita itu
" Hahaha mungkin dia sudah tidak laku lagi." ucap temannya lagi dengan tatapan jijik
" Jaga ucapan kalian!, jangan pernah menghina sahabatku. memangnya siapa kalian hah!." Bentak Andini
" Sudahlah Din, jangan dengarkan mereka." ucap Cindy
" Aku? Hahaha. Aku adalah Luna Lastia Dewi , putri kedua dari L Grup . Orang terkaya no 10 di kota ini. Kau mau apa hah." Ucap Luna Lastia Dewi dengan sombongnya
" Aku adalah Maya Maria Lestari, putri tunggal dari ML Grup . Orang terkaya no 12 di kota ini." Ucap Maya Maria Lestari dengan sinis
" Aku Selena Soraya Larasati, putri pertama dari SL grup. Orang terkaya no 16 di kota ini. Kalian sudah tau kita kan, kalau kalian bersujud dikaki kami bertiga mungkin , kami akan memaafkan kalian berdua." Ucap Selena Soraya Larasati dengan senyum jahatnya
" Huh, itu kan hanya kekayaan orang tuamu, kalian tanpa orang tua bisa apa." Ucap Andini dengan tatapan menghina
" Sudahlah Din. kita pergi saja." ucap Cindy
" Berani kamu bicara! Hanya orang miskin saja begitu berani! ." Ucap Luna Lastia Dewi sambil mendorong Cindy dan Andini hingga jatuh kelantai
Ahhhh
Andini sangat ingin berdiri dan menampar mereka bertiga, tapi Cindy menahannya
" Bersujud dulu baru kalian boleh pergi." ucap Selena Soraya Larasati dengan senyum jahatnya
" Betul sekali, kalau tidak. Jangan harap bisa pergi dengan mudah." Ucap Maya Maria Lestari
__ADS_1
Orang orang yang awalnya tidak menghiraukan keributan itu mulai berkumpul melihat mereka. Suasana yang begitu ramai , membuat orang lain jadi penasaran apa yang terjadi didalam kerumunan itu. Orang suruhan Devan yang mengawasi Cindy juga sudah melaporkan kejadian ini kepada bos besar Alex
Alex yang saat itu sedang makan malam bersama klien nya langsung membanting HP nya dan bergegas menuju tempat Cindy. semua orang di tempat makan itu terkejut dan takut kalau mereka melakukan kesalahan, tapi setelah Devan menjelaskan kepada mereka akhirnya bisa tenang. Devan mengakhiri pertemuan itu dan ikut menyusul bosnya
Satpam yang melihat keributan itu langsung masuk ke dalam kerumunan
" Ada apa ini?!." Ucap pak satpam dengan tegas
" Mereka merusak bajuku pak." Ucap Luna memperlihatkan kancing bajunya yang lepas satu saat didorong oleh Andini
" Hah , Kau yang membuat masalah dulu, mendorong sahabat ku sampai jatuh!." ucap Andini sambil membantu Cindy berdiri
" Diam!! , kalau mau ribut diluar jangan disini!." ucap pak satpam
" Saya adalah Luna Lastia Dewi dari L Grup
" Ucap Luna Lastia Dewi sambil menyodorkan kartu kepada pak satpam
" Maafkan saya nona, Saya tidak tau kalau nona adalah putri dari L Grup." ucap pak satpam sambil menundukkan kepalanya
" Huh kalau begitu seret mereka berdua keluar dari tempat ini."
" Baik nona." ucap pak satpam
Ahhh
Mereka bertiga jatuh kelantai bersamaan. Mereka bertiga langsung berdiri dan menjambak rambut Andini. Andini juga membalas mere, Cindy yang melihat itu langsung ikut dalam pertempuran itu.
Pertempuran 2 vs 3 tidak bisa terhindarkan lagi, Saling Jambak menjambak , Cakar mencakar dan dorong mendorong antara kubu Cindy dan Luna. Pak satpam yang ingin memisahkan mereka malah ikut diserang oleh kedua kelompok itu
" Mantap sekali,
' Hiburan gratis ini'
' Aku bertaruh untuk yang 3 orang'
' Aku juga'
' Yang 2 orang juga tidak kalah, aku bertaruh untuk nya'
' Viral ini pasti
__ADS_1
' Ayo rekam , selagi panas panasnya'
Bisik para orang orang yang berkumpul. Setelah bertempur beberapa saat, kedua kelompok mundur karena sudah tidak ada tenaga lagi. Mereka semua berdiri dengan nafas memburu, rambut acak acakan, pakain sedikit sobek, dan beberapa luka cakar di wajah dan tangan. Anggap saja hasilnya seri
" Akan aku laporkan ini, kepada kakak ku!." Ucap Luna Lastia Dewi
" Silahkan, Aku tidak takut!." Ucap Andini
" Seret mereka berdua keluar pak!." Teriak Maya Maria Lestari
" Baik nona." ucap pak satpam
Pak satpam langsung menyeret Andini dan Cindy, tapi....
" Lepaskan mereka berdua!" Teriak Alex
Semua orang memandang arah suara itu. Suara yang mengintimidasi setiap orang yang mendengarnya. Semua orang hanya bisa diam tidak berkata apa-apa. Alex langsung menghempaskan tangan pak satpam yang memegang mereka berdua, lalu menarik Andini dan Cindy keluar. saat keluar dari kerumunan Devan baru sampai di depan pusat perbelanjaan itu
" Bereskan mereka , Jangan sampai berita ini menyebar" Ucap Alex langsung membawa mereka berdua menuju mobilnya
" Baik." Ucap Devan menuju kerumunan
" Jangan ada yang bergerak meninggalkan tempat ini, kalau masih ingin hidup." Ucap Devan dengan tegas
Mereka masih tetap mematung. Pak satpam terlihat pucat setelah melihat Devan, Karena merupakan asisten pemilik pusat perbelanjaan tempat kerjanya itu. terkenal dengan ketegasan dan kejamnya terhadap semua pekerja yang melakukan kesalahan
" Bawa keluar mereka bertiga." Ucap Devan lagi
" Baik." ucap pak satpam
" Hei , aku adalah Luna Lastia Dewi . beraninya kamu mengusirku!." Ucap Luna Lastia Dewi
" Aku akan melaporkan kejadian ini." ucap Selena Soraya Larasati
" Aku juga akan melaporkan penghinaan ini." ucap Maya Maria Lestari
Pak satpam tidak menghiraukan teriakan mereka bertiga dan tetap menyeretnya keluar dari pusat perbelanjaan. Karena jelas bos nya lebih berkuasa dan lebih kejam dari pada mereka semua
" Sebelum kalian pergi dari sini, berikan HP dan kamera yg kalian bawa ke tempat pemeriksaan. Jika sampai ada yang mencoba kabur hanya penderitaan seumur hidup yang menantinya." Ucap Devan dengan tegas
Mereka semua hanya bisa patuh dengan kata kata Devan. semua orang itu sudah tau siapa Devan
__ADS_1
Mohon tinggalkan like atau komentar. Jika ada kritik atau saran boleh tulis di komentar agar saya dapat merevisi cerita ini dan membuat cerita ini lebih nyaman dibaca. Saya meminta maaf jika banyak kesalahan. Terimakasih untuk semua orang yang telah membaca cerita ini