
Aku adalah Tiara biasanya dipanggil Yaya usia ku 25 tahun pada tahun ini aku baru saja menyelesaikan studi S2 di london sebagai seorang dokter bedah, selain menjadi seorang dokter Yaya juga merupakan pembisnis yang sukses Ia memiliki berbagai usaha dari bidang perhotelan Yaya memiliki beberapa hotel baik di negaranya maupun di luar, selain di bidang perhotelan biaya juga memiliki bisnis di bidang kuliner Ia memiliki beberapa restoran di negaranya dan di luar negeri Ia juga memiliki beberapa tokoh kue di negaranya yang sangat terkenal. semua itu ia mulai dari saat ia menempuh pendidikan di masa SMA Yaya sudah memulai bisnisnya. semua itu bukanlah hal sulit bagi Yaya sebab Yaya memiliki IQ diatas rata-rata yang saya miliki adalah 250. selain di bidang perhotelan. aku selalu merasa bahagia, aku dikelilingi keluarga yang menyayangi ku, aku menilik 2 saudara kakak pertama ku bernama Rehan berusia 35 tahun ia memiliki 2 orang anak, sedangkan kakak kedua bernama Rina 29 tahun ia memiliki 2 orang anak. Dari sejak kecil aku aku sangat disayang oleh 2 kakak-kakak ku.
Hidup ku biasa dibilang seperti putri dalam dongeng selalu dicintai dan dikasihi setra dihormati tak heran jika itu semua terjadi sebab papa adalah seorang pengusaha ya bisa dibilang papa adalah pengusaha internasional jadi wajar saja hidup begini
Tapi entah kenapa aku sulit mempercayai cinta antara dua manusia pria dan wanita. Hanya ada satu cinta yang aku pahami yaitu cinta dalam keluarga cinta orang tau terhadap anak, cinta kakak terhadap adik, ya hanya itu yang ku tahu namun tidak dengan cinta pria dan wanita ya mungkin itu dipengaruhi kisah dimasa lalu ku.
****
pada malam hari disebuah kapal pesiar terdapat satu pasangan kekasih yang sedang menikmati pemandangan indahnya malam ditengah tengah laut terlihat sangat romantis dimana pria tersebut sedang memeluk kekasihnya dari belakang dan menjadarkan wajahnya dibagi sang kekasih. tiba tiba sang pria membelikan tubuh sang kekasih membuat mereka saling berhadapan.
"baby will you marry me" ucap Dava sembari mengelurkan sebuah kotak berbentuk love dari sakunya yang berisi sebuah cintin berlian yang sangat indah yang harganya miliaran. seketika ia terdiam mematung dan mengeluarkan air mata
"baby you are oke?" ucap Dava pada kekasihnya Yaya namun Yaya tidak menjawab pertanyaan kekasihnya itu ia terus terbantut dalam pikiran masa lalunya beberapa tahun lalu.
flashback off
Dua tahun sebelumnya pada tahun 2019
"sayang" ucap Reno saat berada di dalam mobil
"iya kenapa sayang?" jawan Yaya
"sayang minggu depankan anniversary kita ke-2 gimana kalau kita liburan ke Bali"
"boleh juga sayang, aku juga udah lama ngak ke Bali, kalau gitu nanti aku kasih tau papa sama mama ya"
"iya sayang"
Akhirnya kami sampai dikediaman ku ya siapa lagi kalau bukan kediaman keluarga devin grup.
Reno yang melihat orang tuanya Yaya langsung menghampirinya untuk mengobrol secara Reno dan orang tuanya Yaya sudah sangat dekat.
"habis dari mana kalian?" ucap Retna mamanya Yaya pada Reno.
"dari restoran aja Tan sekalian juga tadi kita sempet jalan-jalan juga barusan"
"gitu, Ow iya gimana kabarnya orang tua mu"
"baik kok Tan, ya Kalau Papa mah biasa Tan masih sibuk sama pekerjaan kantornya, kalau Mama mah biasa Tan sering ngumpul-ngumpul sama temen-temen kayak biasanya."
"Papa kamu memang kayak gitu, orangnya memang kalau udah kerja sering lupa waktu kadang sampai lupa sendiri sama keluarganya hahah" ucapnya bercanda pak David papanya Yaya.
"papa juga sama aja, kalau udah kerja sampai lupa sama keluarga sendiri" ucap Retna menjawab ucapan suaminya.
"iya tu, papa sama aja" ucap Yaya.
"Hahahah, iya-iya de papa akuin"
"Ma kak Rina belum pulang?" kakak pertama Yaya pemilik butik ternama dijakarta. memiliki 2 orang anak Rani usia 3 tahun dan Deno usia 1 tahun.
"belum, kan kamu tau sendiri kakak mu itukan udah lama ngak pernah kebutiknya sejak melahirkan Deno.
"iya sih, trus Denonya sekarang dimana?
__ADS_1
"ada tu dikamarnya bareng suster"
"ya udah kalau gitu mau kekakamarnya bentar" aku pun beranjak pergi kekamarnya Deno, aku pun membawa Deno pergi dari kamarnya untuk menonton TV bersama Mama, Papa dan juga Reno.
"Deno lucu banget" ucap Reno yang sedang memegang tanganya Deno.
"Ow iya Pa, Ma rencananya aku sama Reno mau ke Bali minggu depan bolehkan Pa, Mau?"
"ya boleh-boleh aja sih si ya kan Pa?"
"ya boleh lah, memangnya kalian mau ngapain di Bali?"
" kita mau liburan ma, mau rayain anniversary yang 2 Ma"
"kapan rencananya kalian mau pergi?"
"minggu depan Ma"
"ya udah kalian hati-hati aja nanti di sama"
"Ow ya, Om, Tan aku pamit pulang dulu ya" ucap Reno
"lah kamu udah mau pulang sayang?"
"iya sayang"
"ya udah kamu pulangnya hati-hati dijalan, sama titip salam juga buat orang tua kamu" ucap Mama dan Papanya Yaya yang melihat Reno sudah bersiap untuk pulang.
"iya Tan" Yaya pin mengantar Reno kedepan rumah.
****
"sayang udah bangun belum? panggil Mama dari balik pintu kamar ku.
"iya Ma ini Yaya udah bangun kok"
"sarapan dulu yuk!"
"iya Ma ini Yaya juga udah mau keluar kok tunggu bentar"
"ya udah kita tunggu di meja makan ya"
"iya Ma"
Mama pun pergi kebasah menuju meja makan dan tak lama kemudianpun aku menyusul kemeja makan dimana lah kami selalu berkumpul bersama sebelum memulai aktivitas sehari-hari hal ini sudah menjadi rutinitas keluarga ku biasanya kami saling menceritakan aktivitas apa yang akan dilakukan setiap hari.
dan aku sangat bahagia hari ini kenapa sebab kakak pertama ku Rehan beserta keluarganya menginap dirumah bersama ini membuat rumah terasa lebih ramai dari biasanya apalagi ada anak-anaknya David yang berusia 6 tahun dan Rara yang berusia 3 tahun yang selalu bisa memecahkan suasana rumah.
"pagi semuanya" aku menyapa seluruh keluarga yang sedang berada di meja makan.
"pagi..pagi" semuanya menjawab sapaan ku.
"haloo ponakan tante" aku menghampiri tiga keponakan ku David, Rara, dan Rani lalu mencium keningnya masing-masing
__ADS_1
"halooo, Tante"
"kamu pagi-pagi udah cantik banget mau kemana sih" ucap kak Rehan.
"cantik lah kan ada yang mau pergi liburan sama pacarnya" ucap kak Rina dengan nada yang menggoda.
"siapa.... Yaya?" tanya kak Rehan
"iya kak"
"lah mau kemana Yaya kok kakak ngak tau"
"lah gimana mau tau sayang orang kamu sibuk kerja trus" ucap Dewi istrinya Rehan usia 33 tahun bekerja sebagai koki direstoranya itali miliknya pribadi.
"hahahah" tawa semua orang yang mendengar ucapan Kak Dewi
"mau ke Bali kak barang Reno" Ucap ku
"Ow iya Rin kamu bisa jemput anak-anak dari tempat mereka les ngak soalnya aku lagi ngak bisa supir dirumah juga lagi cuti sedangkan Yaya mau liburan jadi kamu bisa ngak nanti siang jemput mereka"
"iya kak itu mah mudah aja kebetulan juga aku hari ini ngak kebutik jadi kak tenang aja nanti aku yang jemput anak-anak"
Setelah kami selesai sarapan kakak-kakak ku pun berangkat kerja.
"ya udah kalau gitu kita berangkat kerja dulu ya, sekalian nanti aku ngenterin anak-anak les" ucap Kak Rehan dan kakak-kakak ku yangvlain mengikutinya beranjak dari meja makan untu berangkat kerja.
****
"pagi Tante" sapa Reno yang bertemu Mama Yaya didepan rumah sedang menyiram tanamanya.
"pagi Reno" jawab Mama dengan senyuman.
"Yaya-nya ada didalam Tante?"
"ada, Yaya-nya lagi siap-siap naik aja Yaya-nya ada di kamar"
Tok tok tok
"sayang" Reno memanggil dari balik pintu kamar.
"iya Yang, masuk aja aku lagi siap-siap"
Krek suara pintu yang terbuka. Tiba-tiba Reno memeluk ku dari belakang yang sedang sibuk memasukan baju kedalam koper.
"sayang aku lagi sibuk jangan gini dong" aku berbalik menghadap Reno.
"bentar aja sayang, aku sangat merindukan mu lagian kita udah lama ngak ketemu"
"emangnya siapa yang salah kamukan yang sibuk kerja empat hari ini sampai-sampai ngak sepet buat ketemu.
"iya-iya aku yang salah"
"ya udah ayo kita berangkat sekarang aku sudah siap" kamipun akhirnya turun dari kamar ku yang berada dilantai dua untuk berpamitan pergi.
__ADS_1
"Ma.. Kak , kita berangkat dulu ya" kami yang menghampiri kak Rina dan Mama yang sedang mengobrol diruangan keluarga
****