Cinta Ku

Cinta Ku
episode 9


__ADS_3

"elo" Yaya melirik seseorang yang berdehem disamping


"gue punya nama, Dava" Dava mengulurkan tangannya kearah Yaya ia orang yang sejak tadi memperhatikan Yaya adalah Dava


"gue nggak peduli" ucap Yaya ketus dan membelikan wajahnya dari Dava dan kembali memandangi langit


"lo cantik cantik galak juga ya" ucap Dava menarik tangannya yang hendak bersalaman namun tidak dibalas Yaya ia ikut memandangi langit sembari melirik Yaya sekilas sembari tersenyum.


"bukan urusan lo"


"lo masih kesel sama gue, gue kan usah minta maaf....lo kenapa disini sendiri ngak baik cewek cantik sendirian"


Yaya membelikan wajahnya memandangi Dava dengan tatapan tajam yang mengisaratkan tidak suka.


"kan gue udah bilang bukan urusan lo... sebaiknya lo pergi de dari sini ganggu orang aja"


"gue ganggu ya nggak mungkin lah, masak iya cowok seganteng gue dibilang gangguin"


"lo jadi orang jangan ke pedean" ucap Yaya kesal hendak pergi meninggalkan Dava namun belum sempat ia pergi tangannya tiba tiba dipegang Dava membuatnya tiba tiba hampir jatuh akibat keseimbangan yang buruk dan langsung ditangkap Dava dengan secepat mungkin membuat mata mereka saling berpandangan untuk beberapa saat membuat jantung keduan insan tersebut berdetak dua kali lebuh kencang.


"lo apa apaan sih..." ucap Yaya kesal dan segera melepaskan diri dari pelukan Dava yang membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dan secepat mungkit ia berusaha bersikap seperti biasanya


"sorry gue nggak senaja lagian ko kenapa sih cuek banget jadi cewek" ucap Dava berusaha menenangkan detak jantungnya.


"bukan urusan lo.....lagian lo ngapain gangguin gue"


"gue nggak ada maksud buat gangguan lo...gue cuma mau temenan aja sama lo apa nggak boleh?" ucap Dava yang memandangi wajah cantik wanita yang ada disampingnya itu. seketika Yaya melihat wajah pria yang disampingnya yang membuat pandangannya saling bertemu beberapa saat sehingga keduanya saling mengalihkan pandangannya masing masing setelah mendengar ucapan pria yang berada disampingnya tersebut.


malam semakin larut akhirnya seluruh tamu undangan dan keluarga Wijaya meninggalkan acara dan pulang kerumah masing masing.


keesokan harinya seperti biasa Yaya dan saudara saudaranya melakukan aktivitas seperti biasa Yaya berangkat kerumah sakit. setibanya dirumah sakit seperti biasa sudah ada beberapa pasien yang mengantri untuk menunggunya diperiksa. Yaya langsung masuk kedalam ruanganya dan memeriksa beberap pasien sama seperti biasanya.


saat jam istirahat tiba Yaya masih terlihat begitu sibuk membersihkan pasien pria berusia sekitar empat puluhan korban kecelakaan yang baru saja tiba dirumah sakit dengan luka yang luman parah terdapat bagian tanggan kiri dan kaki kanannya patah.


sesaat Yaya tiba diruanganya setelah membersihkan luka pasiennya dan tengah membersihkan dirinya tiba tiba pintu ruanganya terbuka.

__ADS_1


"Ya" panggil Vera yang sudah masuk ruanganya. Vera memang langsung masuk kedalaman Ruangan Yaya tanpa mengentuk pintu sebab ruanganya sedikit terbuka.


"ehh elo Ver... kenapa?" ucap Yaya yang sedang sibuk membersihkan dirinya dari bekas darah pasiennya barusan.


"lo kemana aja gue carian juga dari tadi"


"gue habir dari ruangan UGD kanpa memangnya?"


"enggak gue pengen ajak lo makan siang, sekalian ada yang mau gue omongin sama lo"


"ow gitu ya udah ayo" ucap Yaya menghampiri Vera hendak menganjaknya pergi kekantin.


"gue mau ajak lo makan siang diluar....masak iya lo pergi pake baju rumah sakit gini"


"ya elah kenapa lo nggak bilang dari tadi kalau mau makan diluar... ya udah lo tunggui gue bentar" Yaya pergi meninggalkan Vera untuk berganti pakaian.


setelah berganti pakaian Yaya menghampiri Vera yang dengan menunggu didalam ruangan Yaya dan mereka pergi meninggalkan Rumah sakit menggunakan mobil Yaya menuju sebuah Restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi Rumah sakit. setibanya Yaya dan Vera direstoran mereka langsung mencari meja kosong dan memesan makanan.


"oy ya Ver lo mau ngomong apa sama gue"


"huk huk huk... " Yaya terbatuk saat sedang menyantap makanannya dikarenakan kaget mendengar ucapan sahabatnya barusan.


"ini lo minum dulu" ucap vera sembari memberikan minuman kepada Yaya dan langsung mengambilnya dan meminumnya.


"lo seriusan" ucap Yaya dan langsung menatap sahabatnya tersebut. ada rasa tak percaya mendengar ucapan sahabatnya tersebut secara selam ini Vera selalu gontak ganti pasangan dan belum ada tanda menuju kejengang serius


"iya lagian mau sampai kampan gue pacaran trus"


"sukur de, gue seneng dengernya... tapi ngomong ngomong kenapa dadakan" ucap Yaya sembari menikmati makanannya kembali.


"nggak dadakan kok sebentarnya.....tapi memang ini dipercepat soalnya ini permintaan Papanya Feri mengingat beberapa hal yang terjadi.


"ow gitu ya udah gue doain lancar sampai hari H"


saat Yaya dan Vera sedang menikmati makanannya tiba tiba ada seorang Pria menghampiri mereka. seorang pria yang berpakaian ala kantoran dengan menggunakan kemeja biru dipadukan dengan jas warna hitamdan celana hitam.

__ADS_1


"hai...Vera,..Yaya" sapa pria itu menghampiri Yaya dan Vera yang sedang makan.


"hai... Dava" ucap Vera saat melihat pria yang sedang berdiri disamping meja makan tersebut "duduk... duduk sini" ucap Vera memepersilahkan Dava untuk bergabung tampa berlama lama Dava pun duduk disamping Vera sedangkan Yaya hanya melihat dua orang tersebut tampa berkata apa apa.


"lo kenal sama Yaya" ucap Vera sesaat teringat Dava memanggilnya dan juga Yaya


"iya kita nggak sengaja ketemu beberapa kali" ucap Dava diikuti senyum ramahnya


"wahhh gue nggak nyangka banget lo kenal sama sahabat gue" ucap Vera kepada Dava


"lagian lo juga Ya kenapa lo nggak bilang kalau lo kenal sama Dava" ucap Vera sembari melirik dengan tatapan mata yang dibuat buat


"ngapain juga gue bilang" ucap Yaya datar tama mempedulikan tatapan sahabatnya Vera


"ya bukan......"


kring.... kring...kring


suara panggilan telepon menghentikan Vera bicar dan segera mengangkat teleponnya dan berbicara sesaat dengan orang dari balik telepon tersebut sampai akhirnya panggilan tersebut dimatikan.


"Ya...Dev, gue pulang duluan ya gue ada urusan"


"Ya udah kalau gitu gue juga pulang de sekalian gue anterin lo pulang"


"udah nggak usah Ya lo disini aja temenin Dava makan....ow iya apa boleh aku pinjem mobil lo soalnya gue buru buru"


tampa menjawab ucapan Vera, Yaya langsung membuka tasnya dan mengambil kunci mobilnya memberikan kepada Vera


"Dav gue duluan ya sekalian gue titip sahabat gue jagain dia"


"iya" ucap Dava menghadap Vera dengan senjuman


"lo hati hati ya" ucap Yaya kepada Vera. Vera langsung pergi meninggalkan Yaya dan Dava yang sedang makan bersama.


setelah kepergian Vera, Yaya dan Deva melanjutkan makanannya sembari menikmati makanannya masing masing sembari berbincang bincang tak jarang Dava mamou membuat Yaya tertawa oleh leluconnya. sifkat Dava yang hambel terhadap Yaya mampu membuat Yaya merasa nyamana.

__ADS_1


__ADS_2