Cinta Ku

Cinta Ku
episode 10


__ADS_3

tampa tersa waktu makan siang hampir habis Yaya dan Dava bersiap meninggalkan Restoran. Saat tiba didepan Restora Yaya mulai mencari taksi Dava yang melihatnya pun menghampiri Yaya dan berkata.


"gue anterin lo ya" ucap Dava


"nggak usah, gue bisa naik taksi" ucap Yaya melihat kearah jalan mencari taksi.


"kalau ada gue kenapa harus naik taksi"


"tapi.... " belum sempat Yaya melanjutkan ucapannya tangannya sudah ditarik Dava menuju parkiran mobil yang membuat Yaya otomatis mengikuti Dava dibelakannganya.


"DAVA" ucap Yaya tidak terima perlakuan Dava


"udah lo ikut gue aja, gitu aja kok ribet" Ucap Dava yang langsung membuka pintu mobilnya membuat Yaya menatap wajah Dava sebelum akhirnya masuk kedalaman mobil mewah yang berwarna putih itu tak kalah mewahnya dengan mobil Yaya. setelah Yaya masuk tak lama kemudianpun Dava mengikuti Yaya masuk kedalaman mobil dan menyalakan mobilnya.


"lo mau kemana?"


"rumah sakit Gren Wijaya" ucap Yaya sembari memainkan Handeponnya.


"lo kerja disana?"


"emzzz"


"apa lo dokter disana?"


"emzzz"


"lagi apa sibuk banget kayaknya sampai sampai gue dianggurin" ucap Dava sembari melirik Yaya sebelum akhirnya kembali fokus dengan pada jalan kembali.


"emzzz... nggak papa...sorry... sorry.." ucap Yaya langsung mematikan Handeponnya dan memasukan Handepon kedalam tas kecil milik Yaya.


setelah menempuh perjalanan lima belas menit akhirnya mobil Dava berhenti didepam rumah sakit saat Yaya hendak kelaur dan membuka safety belt ternyata tidak bisa sehingga tampa aba aba Dava langsung membantu Yaya membuka safety belt-nya yang membuat Wajah Yaya dan Dava sangat dekat dan matanya saling berpandang pandangan untuk beberapa saat.

__ADS_1


"hemm"Yaya berdeham membuat Dava tersadar dan memalingkankan wajahnya begitu juga Yaya.


"sorry... sorry..." ucap Dava yang sudah kembali pada posisinya.


"iya nggak papa.... ow iya makasih ya udah anterin gue" ucap Yaya keluar dari mobilnya Dava.


"iya sama sama" ucap Dava sembari tersenyum pada Yaya sebelum Yaya turun dari Mobilnya.


***


satu minggu telah berlalu terlihat seorang wanita cantik yang tak lain adalah Yaya, tiba digaransi kediaman wijaya turun dari sebuah mobil hitamnya sembari membawa jas dokternya dan tas ditangganya dan masuk kedalam kediaman Wijaya. sesampainya didalam rumah Yaya dibuat sedikit heran melihat dirumahnya terlihat lebih ramai dari biasanya dan terlihat juga ada beberapa chef dan juru masak yang sangat ahli yang Yaya kenal itu sebagai berasal dari restorannya sedang sibuk memasak berbagai makanan.


ya Yang merasa heran melihat suasana rumahnya berbeda segera menghampiri salah satu chef yang ia kenal yang tak lain adalah Doni yang merupakan chef di restorannya dan menanyakan mengapa mereka semua ada di kediaman Wijaya.


"Mas Doni, Kenapa bisa di sini?" tanya Yaya saat sudah berada di depan chef Doni.


"kita dipanggil nyonya, nona" jawab Doni pada Yaya.


"Bi Mama sama Papa disana?" ucap Yaya saat sudah berada didekat Bi Sumi yang sedang bersih bersih.


"Nyonya sama Tuan ada di taman belakang Non disana juga ada yang lainnya juga" ucap Bibi


"baiklah Bi, kalau gitu Yaya kebelakang dulu" ucap Yaya pergi meninggalkan Bi Sumi menuju taman belakang.


saat Yaya tiba ditaman ia melihat keluarganya yang sedang berkumpul dan juga keponakannya yang sedang asik bermain ditaman tersebut tampa terkecuali satu pun ia berjalan mendekati keponakaannya dan langsung mengendong Deno keponakannya yang paling kecil.


"sayang-nya tante lagi main apa?" ucap Yaya sembari menggendong Deno dan mencium pipinya Deno dan dibalas ciuman dan pelukan oleh Deno.


"oy iya, ini mau ada acara apa Ma? barusan Yaya menilat ada mas Doni juga disini. trus kenapa juga Mama tadi siang nelpon Yaya dan minta Yaya pulang lebih cepat dari rumah sakit padahal Yaya tadinya mau mampir ke restoran dulu Yaya udah lama juga nggak kesana sekalian mau cek kerjaan disana" ucap Yaya menatap Ratna yang sedang duduk di samping Yaya bersama dengan David Papanya Yaya.


"iya Sayang, Mama sengaja minta kamu pulang cepat soalnya malam ini kita akan makan malam bersama keluarganya Om Rendy" ucap mama pada Yaya.

__ADS_1


"ow gitu, ya udah de kalau gitu Yaya ke kamar dulu ya Ma, Pa" ucap Yaya sembari menurunkan Deno dari gendongannya dan bersiap pergi ke kamarnya.


"Sayang tunggu dulu Mama mau bicara sama kamu" ucap mama sembari mempersilahkan Yaya untuk duduk di sampingnya Mama Ratna" ucap Ratna yang sedang menatap Yaya sembari menunjuk kursi disampingnya. Yaya yang melihatnya segera menghampiri Ratna dan duduk ditempat yang ditunjukkan Ratna.


"ada apa Ma?"


"jadi gini Mama, Papa sama keluarganya om Rendy setuju mau jodohin kamu sama Dava" ucap Ratna yang sukses bikin Yaya kaget.


"hahhhh.....Ma, Mama jangan becanda de"


"sayang Mama nggak becanda, Mama serius"


"tapi Ma Yaya nggak bisa Yaya juga nggak mau dijodohin jodohin, apalagi kalau harus nikah sama orang yang Yaya nggak sayang apalagi cinta"


"siapa bilang kita mau nikahin kamu sayang, kita cuma mau kamu sama Dava itu tunanggan dan kanal lebih dekat kalau kalian udah saling cinta baru kalian nikah" ucap Ratna berusaha memberi pengertian kepada Yaya.


"tapi Ma itu sama aja"


"beda dong sayang, kan Mama cuma minta kalian tunanggan aja kalau masalah nikahnya itu nanti kalau kalian udah saling cinta dan semua itu Mama serahkan kepada mu"


"huhhhh... ya udah kalau memang itu jadi keputusan mama Yaya akan terima tapi Yaya nggak mau kalau dipaksa nikahnya" ucap Yaya kepada Ratna yang membuat Ratna langsung tersenyum dan memeluk Yaya.


"iya sayang, Mama nggak akan memaksa kamu buat nikah....ya udah kamu siap-siap gih dandan yang cantik bentar lagi Om Rendy akan datang bersama keluarganya"


"ya udah Yaya ke atas dulu ya Ma, Pa" ucap Yaya segera bangkit dari duduk dan menuju kamarnya.


di dalam kamarnya Yaya langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memikirkan apa yang di ucapan Mama Ratna.


"huhhh apa iya gue bisa menerima perjodohan ini ya walaupun ini hanya sekedar tunangan tapi apa gue udah bisa belajar untuk membuka kembali hatiku untuk seorang pria, rasanya ini sangat sulit tapi gue juga nggak bisa ngecewain Mama sama Papa yang sangat berharap sama gue untuk bisa nerima perjodohan ini. Ya ampun kalau gue terus mikirin ini pala gue rasanya pengen pecah. huhhh udah ah mendinggan gue siap siap aja de takutnya entar keluarga Om Rendy udah datang". Gumaya dalam hati


setelah beberapa saat Yaya bergelut dengan pikirannya sendiri akhirnya ia memutuskan untuk mandi. setelah selesai mandi Yaya bersiap untuk melakukan makan malam. malam ini Yaya menggunakan dress warna putih dengan rambut tergerai ditambah dengan make up natural di wajah cantik Yaya membuatnya nampak begitu indah.

__ADS_1


****


__ADS_2