Cinta Ku

Cinta Ku
episode 4


__ADS_3

"Mama Yaya dimana"


"ada dikamarnya"


"Yaya masih dikamar, ini-kan udah malam Ma Yaya masih belum keluar juga"


"belum dia menggurung diri dikamarnya sejak kita pulang dari makamnya Reno siang tadi, dia bahkan belum makan sama sekali"


"ya udah Mama nggak usah khawatir biar Rina bawakan makanan buat Yaya"


tok tok tok


"sayang... buka pintunya ini kak Rina bawakan makanan" panggil kak Rina dari balik pintu sembari membawa makanan.


"Yaya nggak laper kak Yaya mau sendiri aja" ucapan ku terdengar sedikit serak sebab dari pagi menangis tanpa henti.


"tapi sayang kamu belum makan dari tadi pagi"


"Yaya nggak laper Kak"


"tapi sayang"


"Kak Yaya nggak mau diganggu jadi biarkan Yaya sendiri"


"Ya udah kalau gitu kakak akan pergi, makannya kakak tarok dimeja sini ya"


"emmmm"


setelah kak Rina tak berhasil membujuk akhirnya kak Rina kembali turun kebawah.


"gimana keadaan Yaya?" tanya Mama penasaran.


"Rina nggak tau Mama Yaya nggak mau ditemui dulu ia pengen sendirin"


"terus makannya gimana?"


"Rina taroh dimeja dekat kamarnya Yaya"


semua keluarga berkumpul di ruangan keluarga, semuanya sangat mengkawatirkan keadaan Yaya, semuanya mencemarkan keadaan Yaya


"Mama nggak bisa rasanya liat adik kalian kayak gini, kita harus lakukan sesuatu" ucap Mama kepada keluarga yang sedang berkumpul dibuang makan.


"iya Ma, itu pasti tapi untuk sekarang biarin Yaya sendiri dulu sekarang Yaya masih syok atas kepergiannya Reno, Yaya masih butuh waktu buat menerima keadaan ini, besok Rehan akan bicara sama Yaya jadi Mama nggak usah khawatir lagi ya.


"Renhan kamu nggak tau gimana khawatir Mama sama adik kamu"


"Ma, Mas Rehan benar Ma untuk sekarang Yaya masih syok banget jadi biarkan Yaya nenangin dirinya dulu, Dewi tau kekhawatiran Mama tapi saat ini bukan waktu yang tepat buat nemuin Yaya" tuntut Dewi istri Rehan yang berusaha menenangkan Mamamertuanya itu.


"Kak Rehan ada benarnya juga Ma, Rina udah berusaha nemuin Yaya tapi sepertinya Yaya memang masih butuh waktu sendiri untuk sekarang.


"iya Ma, anak-anak ada benarnya kita kasih waktu dulu buat Yaya malam ini ya" ucap Papa sembari membawa Mama masuk kedalaman kamarnya.


****


Dewi pov


"Mas sejujurnya aku juga sangat mencemaskan keadaan Yaya sama halnya dengan Mama, tapi aku nggak mungkin bilang itu didepan Mama aku nggak mau Mama jadi tambah khawatir"


"iya sayang, Mas tau Mas ngerti maksudnya kamu Mas juga sangat khawatir banget sama Yaya, biasanya kalau ada masalah Yaya selalu bilang seberat apapun itu tapi kali ini berbeda Yaya bahkan nggak mau ketemu sama siap-siap. Yaya bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta sebelumnya Yaya nggak percaya cinta itu ada tapi semuanya berubah sejak 2 tahun lalu setelah Yaya kenal sama Reno, Reno merubah segalanya kedatangan Reno membuat hidup Yaya lebih indah"


"Yaya terbiasa dimanjakan sejak kecil itu yang membuat Yaya merasa bahwa ia nggak membutuhkan cinta lagi baginya cinta yang ia dapatkan udah lebih dari cukup. tapi kamu tau sayang setelah sulit mempercayai cintanya akhirnya ia menemukan Reno tapi ternyata tuhan berkata lain tuhan malah memisahkan mereka dengan cara yang begitu menyakitkan" tutur Rehan mengingat bagai mana Yaya dirasa lalu

__ADS_1


****


tok tok tok


"Ya... Ya, ini kak Rehan" panggil Rehan dari balik pintu kamar.


"kenapa Kak?"


"Kak mau bicara sama kamu sayang"


"buka aja pintunya Kak, pintunya nggak dikunci"


tanpa berlama lama Rehan langsung masuk kedalaman kamar dan menghampiri Yaya yng duduk ditepi ranjang.



"sayang kamu nggak boleh gini terus kamu harus kuat inget lo disini ada Mama, Papa ada kakak-kakak mu dan juga ada keponakan kamu lo yang udah nanyain kamu dari kemaren, Mama juga khawatir banget sama kamu dari kemaren, kamu nggak boleh kayak gini kamu nggak kasihan sama Mama" ucap Kak Rehan sembari mengelus kepala Yaya denga lembut.


"Kak Yaya nggak kuat, Yaya sayang banget sama Reno Yaya kangen Reno Yaya pengin ketemu Reno Yaya pengen peluk Reno" ucap Yaya tak kuasa menahan air mata.


melihat ku yang begitu rapuh Kak Rehan memeluk ku dalam dekapanya sebagai tanda penyemangat.


"sayang kakak tau kamu sayang sama Reno tapi kami juga harus tau tuhan lebih menyayangi Reno kamu harus percaya itu, jadi kamu harus kuat demi Reno. Reno pasti sedih liat kamu kayak gini"


"kamu nggak boleh nanggis lagi nanti cantiknya ilang lo, liat tu mata kamu yang udah bengkang. sekarang kita kebahawah ya kita sarapan dulu kasihan Mama sama Papa yang khawatir banget sama kamu"


"emzz..... Kakak duluan aja nanti Yaya nyusul" ucap Yaya dengan suara serak akibat nanggis dari kemaren.


"ya udah Kakak duluan ya" sebelum meninggalnya Yaya Rehan mengusap air mata ditipu Yaya.


****


"Rehan mama Dew? tanya Mama yang berada di meja makan


"bagus de kalau emang Rehan udah nemuin Yaya semoga aja Rehan bisa membujuk Yaya"


Tak lama kemudian Rehan turun dari lantai 2 tepatnya dari kamar Yaya yang disusul oleh Yaya dibelakanhnya.


"sayang akhirnya kamu keluar Mama khawatir banget sama kamu dari kemaren" ucap Mama sembari memeluk ku.


"emzz, maafkan Yaya ya Ma udah bikin Mama khawatir" dengan nada lemah tak semangat.


"nggak papa sayang, Mama seneng kamu nggak papa, sekarang kita makan ya"


seluruh keluarga berkumpul di meja makan, suaranya sama seperti biasa, namun terlihat dengan jelas itu dibuat agar tidak canggung, tidak ada sama sekali yang nembahas soal Reno.


"Ma, Pa, Yaya duluan ya kekamar Yaya udah selesai makanya" tanpa mendengar persetujuan yang lain Yaya langsung menuju kamarnya.


****


satu minggu sudah sudah kepergian Reno namun Yaya masih dengan suasana murungnya bahkan sejak kepergian Reno Yaya memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya.


"Pa kita sebaiknya mengajak Yaya pergi berlibur gimana udah satu minggu kepergian Reno tapi Yaya belum pernah keluar rumah, gimana kalau kita liburan satu keluarga keluar kota" ucap Mama


"iya sih Papa setuju aja lagian Papa juga mencemaskan Yaya, gimana kalau minggu ini?"


"Mama setuju Pa semakin cepat semakin baik"


"iya Mama bener"


"Rehan, Rina udah pulang" ucap Mama melihat anaknya jalan bersamaan

__ADS_1


"udah Ma barusan, Ya udah Rehan kekamar dulu ya"


"tunggu dulu ada yang mau Mama bicarakan sama kalian"


"apa Ma?" tanya Rehan dan Rina menghentikan langkahnya


"ini Mama sama Papa rencana pengen ngadain liburan keluarga minggu ini kalian bisakan"


"Rina bisa Mas Rangga kayaknya juga bisa minggu ini"


"kenapa mendadak sih Ma Rehan nggak bisa Rehan ada Rapat minggu ini"


"apa nggak bisa diwakilkan, Mama mau suasana baru buat Yaya udah satu minggu lo adik kamu ngurung diri di rumah Mama jadi khawatir"


"iya sih Mama bener ya udah nanti Rehan usahain buat minta yang lain hendel pekerjaan"


tok tok tok


"sayang" panggil Mama


"iya Ma kenapa?"


"kamu kok dikamar terus nggak baik lo buat kesehatan kamu" ucap Mama sembari mengelus kepala Yaya lembut.


"nggak papa Ma Yaya cuma malas aja buat keluar"


"iya Mama tau, Mama mau bilang kalau minggu ini kita akan liburan kamu mau kan" ucap Mama pelan dengan nada lembut


"tapi Ma Yaya nggak mau keluar dulu"


"sayang Mama mohon sama kamu mau ya demi Mama"


"baiklah kalau Mama maunya gitu Yaya ikut"


****


hari minggupun tiba semua keluarga berangkat liburan kali ini seluruh keluarga akan berlibur kepuncak, suasana puncapek cocok untuk Yaya menenangkan diri dan jauh dari keramaian.


"gimana kamu suka pemandangannya"


"emzz Yaya suka kok Ma, sekakian Yaya juga udah lama banget nggak kesini"


"syukur de kalau kamu suka"


setelah beberapa hari berlibur di puncak keadaan Yaya semakin membaik keadaan yang tenang dipegununggan membuat ia jadi lebih bahagia tak jarang ia juga tertawa bersama keponakanya ataupun keluarga yang berkumpul dan bermain bersama keluarga membuat ia melupakan sejenak tentang Reno walau terkadang ia masih teringat Reno yang membuat ia kembali bersedih.


setelah liburan selesai Yaya menjadi agak sedikit lebih diam dari waktu dipuncak.


malam ini Yaya turun dari kamarnya dan berkumpul dengan keluarganya.


" Ma, Pa, Kak, Yaya mau ada yang ingin disampaikan"


"apa Ya tanya Kak Rina" semuanya memandang Yaya dengan serius


"gini Kak, Ma, Pa, Yaya udah mutusin Yaya akan lanjutan kuliah S2 kedokteran Yaya diluar negeri" semuanya sok mendengar ucapan ku secara setelah pulang dari liburan aku sudah melanjutkan aktivitas ku lagi bahkan udah mulai bekerja lagi


"tapi kenapa mendadak sayang"


" Yaya nggak kuat di jakarta Ma, Pa, Yaya selalu sedih Yaya selalu teringgat Reno Yaya nggak sanggup disini"


"baiklah kalau memang itu yang menurut mu terbaik Mama, Papa, kakak kakak kamu akan selalu dukung kamu apapun keputusan kamu"

__ADS_1


"makasih Ma"


****


__ADS_2