
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit Yaya sampai di restorannya ya langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus CEO lalu masuk ke dalam restoran menuju ruangannya dengan menggunakan lift khusus.
"Bella, kamu ke ruangan saya sekarang bawa berkas-berkas yang harus saya tanda tangani" ucap Yaya pada Bella sekertari Yaya saat sudah berada di depan ruangannya sebelum ia masuk kedalam ruanganya.
"baik Mbak" ucap Bella merapikan berkas-berkas yang akan ia bawa kemudian masuk ke dalam rumahnya Yaya.
"permisi Mbak" ucap Bella setelah membuka pintu ruangan Yaya dan terlihat Yaya sedang menelpon seseorang.
"iya" ucap Yaya setelah mematikan teleponnya.
"ini Mbak berkasnya"
"iya.... Oh ya Bel tolong ya pertemuan sama klien hari ini dipercepat jadi 2 jam lagi"
"baik mbak" ucap Bella sebelum dia berjalan keluar dari ruangan Yaya.
****
di lain sisi Deva sedang berada di ruangannya bersama Andre yang merupakan sekertarisnya sekaligus sahabat Deva sejak kecil sedang berbincang-bincang.
"loo kenapa senyum senyum gitu" ucap Andre melihat Deva yang senyum senyum setelah mematikan teleponnya.
sekedar pemberitahuan Andre memanggil Deva dengan sebutan loo hanya jika mereka hanya berdua atau sedang berada di luar kantor.
"bukan urusan lo" ucap Deva dengan wajah yang kembali datar. namun ia masih senyum-senyum mengingat Yaya barusan menelponya untuk bertemu nanti sore.
"dasar gila lo...senyum senyum sendiri" ucap Dika dengan wajah kesal pada sahabatnya itu.
"udah mendingan lo kembali keruangan lo aja de"
"iya iya de" ucapan Andre sembari berjalan jalan menuju arah pintu ruangan Deva.
"ehhh tunggu-tunggu....gue hari ini mau pulang lebih awal jadi nanti kalau ada yang penting lo aja yang handle"
"yeee" ucapan Andre sembari terus berjalan keluar dari ruangan Deva menuju ruangannya.
****
waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, Yaya pun menyelesaikan pertemuannya dengan kliennya.
"Baiklah kalau gitu itu pertemuan hari ini cukup sampai disini, saya sangat berterima kasih untuk semuanya dan saya harap kerjasama ini akan kan memberikan keuntungan untuk kita semua"
setelah menyelesaikan pertemuannya Yaya kembali menuju ruangannya namun di perjalanan menuju ruang Iya melihat Deva yang sedang berada di ruang tunggu dan langsung menghampirinya.
"Deva" ucap Yaya sudah berada didekat Deva yang sedang fokus pada handphonenya sehingga tidak menyadari kehadiran Yaya.
"hai" sapa Deva pada Yaya saat mendengar Yaya menyebut namanya Iya langsung melihat kearah sumber suara dan berdiri menghampiri Yaya.
"looo kamu udah disini" ucap Yaya melihat jam tangannya pada Deva yang sudah berdiri di hadapannya
__ADS_1
"emzzz" balas Deva sembari tersenyum pada Yaya
"ini kan belum waktunya kita janjian"
"iya aku sengaja datang lebih awal"
"kenapa nggak ngabarin aku kalau mau datang lebih awal, jadi kamu nggak perlu nunggu kayak gini"
"nggak apa-apa, aku cuma nggak mau ganggu apa pekerjaanmu mu"
"tapikan..... "
"udah nggak papa, apa kamu udah selesai?" ucap Deva menghentikan ucapan Yaya.
"udah"
"ya udah kalau gitu ayo kita berangkat" ucap Deva lalu meraih tangan yaya dan menggandeng hendak berjalan keluar.
"eh tunggu dulu, aku mau membawa ini ke ruanganku sekalian mau ambil tas yang tertinggi" ucap Yaya menghentikan langkah mereka.
"ya sudah kalau gitu ayo aku temani" ucap Deva yang terus menggandeng tangan Yaya menuju ruangannya, dan kemudian dilanjutkan menuju mobil Deva yang berada di parkiran. saat mereka berjalan banyak orang maupun karyawan Yaya yang memperhatikan keduanya secara Deva merupakan orang yang cukup terkenal yang sering muncul majalah maupun di televisi sebagai seorang pembisnis yang sukes diusia muda selain itu wajah tampannya yang membuat ia digilai oleh kaum wanita. selain itu mereka juga sangat serasi dimana Yaya yang terlihat sangat cantik dan Deva yang terlihat sangat tampan jadi tak heran banyak orang yang menatap keduanya, sembari memberi tanggapan tentang mereka ada yang mengagumi keduannya dan ada juga yang terlihat tidak suka.
"kenapa kau menggandeng ku, aku nggak ysuka jadi pusat perhatian seperti barusan" ucap Yaya saat mereka sudah berada didalam mobil.
"kenapa" ucap Deva dengan santai.
"emzzz udahlah, mendingan kita sebaiknya berangkat sekarang" ucap Yaya mengalihkan pembicaraan.
"Bukan gitu Dev, aku cuma nggak suka jadi pusat perhatian orang-orang lagian kita juga belum tunangan" ucap Yaya masih dengan memandang wajah Deva.
"Tapi cepat atau lambat orang-orang pasti akan tahu hubungan kitakan"
"iya aku tau, aku juga tidak masalah dengan itu.....ya sudah lh mendingan kita berangkat sekarang saja" ucap Yaya yang tidak ingin melakukan pembicaraannya dengan Deva.
"ya sudah baik lah" ucap Deva kemudian menghidupkan mobilnya.
setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, Yaya dan Deva sampai di restoran Dewi mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan Dewi yang sudah menunggunya sejak tadi.
tok tok tok
"masuk" ucap Dewi.
Yaya dan Deva pun langsung masuk ke dalam ruangan Dewi kemudian langsung dipersilahkan untuk duduk di sofa yang berada di dalam ruangannya.
"Wah kalian datang lebih cepat ternyata" ucap Dewi setelah mereka duduk di sofa.
"hemm, trus gimana kak untuk menunya apa sudah ada" ucap Yaya memulai membahas menu.
"ow itu, iya kakak udah pilih beberapa menu yang cocok jadi kalian hanya perlu pilih menu yang kalian suka" ucap Dewi sembari menyerang menu yang sudah dipilihnya.
__ADS_1
Yaya dan Deva terlihat sangat teliti memilih beberapa menu yang mereka suka sembari sedikit berdiskusi ringan.
setelah sekitar hampir 1 jam Yaya, Deva dan Dewi memilih beberapa menu yang akan Disajikan di acara pertunangan Yaya dan Deva Mereka pun selesai dan berpamitan pulang kepada Dewi.
"kalau gitu itu kita pulang duluan ya Kak" ucap Yaya kepada Dewi.
"iya Kak kita pulang duluan ya" ucap Deva yang yang juga ikut berpamitan.
"Iya kalian hati-hati di jalan" ucap Dewi sembari memeluk Yaya Deva bergantian.
"iya Kak" ucap Yaya dan Deva bersamaan kemudian mereka keluar dari ruangan Dewi menuju parkiran dan memulai perjalanan pulang namun sebelum pulang Deva mengajak Yaya untuk jalan-jalan terlebih dahulu di mall.
Setibanya di dalam mall banyak orang yang yang memperhatikan Deva dan Yaya namun Deva seakan tidak peduli dengan tatapan dan pandangan orang-orang tersebut, di dalam mall Deva membelikan Yaya beberapa baju dan dress, Yaya pun tak menolak pemberian Deva iya menerima dengan senang hati pembelian Deva.
"sekarang kita mau kemana lagi" tanya tanya Deva setelah selesai membayar belanjaan Yaya
"sebaiknya kita pulang aja" ucap biaya pada Deva setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.30.
"Apa kamu enggak mau makan dulu" ucap Deva pada Yaya.
"sepertinya nggak bisa Dev, nanti aku ada jadwal di rumah sakit kalau kita makan takutnya nanti aku telat"
"Ya sudah kalau gitu kita pulang saja"
"kamu nggak apakah kalau kita pulang" ucap Yaya melihat Deva
"iya nggak papa" ucap Deva kemudian mereka pulang.
"Makasih ya untuk semuanya" ucap Yaya sembari tersenyum manis ke arah Deva saat mereka sudah sampai di rumah Yaya
"cuma makasih aja ni? apa nggak ada yang lain?" ucap Deva dengan ekspresi yang dibuat-buat.
"menangnya mau apa lagi?"
"cium... " ucap Deva sembari menunjuk bibirnya sendiri.
"nggak ada udah jangan macem-macem" ucap Yaya menghentikan sikap Deva yang dibuat buat sebelum akhirnya ia hendak membuka pintu mobil, namun sebelum Yaya berhasil membuka pintu mobil Deva terlebih dahulu menghentikan Yaya dan membalik badan Yaya kemudian mencium kening Yaya.
"ini permulaan" ucap Deva sembari menunjuk kening Yaya yang barusan ia cium
"dan untuk kedepannya harus disini ya" ujar Deva selanjutnya menunjuk bibir seksi Yaya.
untuk beberapa saat Yaya terdiam sebelum akhirnya ia menggigit jari Deva.
"awww" ujar Deva menarik tanggannya.
"rasain, makanya lain kali jangan macam-macam" ucap Yaya dan akhirnya turun dari mobil Deva
"iya-iya de.... ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya sayang.....dah bye bye"
__ADS_1
"bye..."