Cinta Ku

Cinta Ku
episode 5


__ADS_3

flashback off


2 tahun kemudian


setelah 2 tahun Yaya berada di London untuk melanjutkan S2 studi kedokteran. Hari ini setelah sekian lama meninggalkan Jakarta, ada rasa bahagia dihatinya Yaya akhirnya bisa kembali berkumpul keluarganya lagi namun juga ada rasa sedih yang tiba-tiba menghampiri teringat akan kejadian dua tahun yang lalu tentang kepergian Reno. Reno cinta pertama Yaya yang meninggalkannya dengan cara yang tidak terduga dan juga merubah dirinya menjadi gadis yang cuek dan pendiam.


setiba di bandara Internasional Sukarno-Hartta Yaya sudah di sambut oleh kakak tercinta Rehan pria yang sekarang berusia 35 tahun penerus perusahhan Davin Adiputra Wijaya.


"Kak Rehan" ucap Yaya setelah melihat Rehan


Yaya yang melihat Rehan langsung menghampirinya dan memeluk Rehan. Rehan yang dipelu Yaya pun langsung membalas pelukan Yaya dengan erat dan tak lupa pula Rehan memberikan ciuman dikening dan kedua pipi Yaya.


"ya ampun tambah cantik aja adek Kak" ucap Rehan setelah melepaskan pelukannya


"ahh kakak ada-ada aja"


"iya beneran sayang"


"iya de terserah kakak aja, Btw gimana kabarnya Mama, Papa"


"mereka baik, mereka seneng banget waktu kamu bilang mau pulang bahkan mereka semua mau kesini katanya nggak sabar pengen ketemu kamu, tapi kakak bilang biar tunggu dirumah aja sama yang lain"


"bagus de kalau mereka baik baik aja, kabar keponakan aku gimana kakak pasti mereka sekarang udah besar besar"


"mereka baik malah mereka antusias banget mempersiapkan penyambutan mu dari kemaren"


"beneran kak?" ucap Yaya sangat bahagia


"iya beneran"


"wahh aku jadi nggak sabar pengen ketemu mereka"


setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan dari bandara akhirnya sampai dikediaman wijaya.


sesampainya Yaya dan Rehan dirumah Wijaya mereka disambut dengan hangat oleh keluarga wijaya.


"sayang Mama kangen banget sama kamu" ucap Mama yang langsung memeluk dan mencium kening dan pipi Yaya.


"sayang, Papa kangen banget sama kamu" ucap Papa yang memeluk dan mencium Yaya


"sayang kakak kangen rindu banget sama adek kecil Kakak ini" ucap Rina yang memeluk dan mencium Yaya


"sayang abang kangen sama kamu" ucap Angga suami Rina yang memeluk dan mencium Rina


"sayang kakak kangen banget sama kamu" ucap Dewi istri Rehan yang memeluk dan mencium Rina


"iya aku juga kangen dan rindu banget sama kalian semua"


"tante tante tante" terdengar suara panggilan dari seluruh keponakan Yaya yang berlari dari arah kamar bersamaan menuju Yaya.


"wahhh keponakan Tante udah pada besar semua" ucap Yaya dan langsung memeluk dan mencium seluruh keponakanya bergantian.


"tante kita kangen banget sama tante, main sama tante, jalan sama tante pokoknya kita kangen benget sama tante"


"iya tante juga kangen banget sama kalian, nanti kita bisa main sama jalan lagi.


"beneran tante"

__ADS_1


"ya beneran lah, mana ada tante bohong sama kalian"


malam hari pun tiba seluruh keluarga berkumpul dimeja makan setelah menyelesaikan makan malam semuaya berbincang -bincang diruangan keluarga sekadar berkumpul berbicara tentang pekerjaan dan lain hal.


****


satu minggu sudah Yaya berada di jakarta ia menjalani hari harinya hanya sekadar jalan jalan dan bermain setiap hari Yaya memang belum memutuskan untuk bekerja di rumah sakit manapun sebab masih ingin menikmati hari harinya untuk bersantai


"pagi, Ma, Pa" panggil Yaya yang melihat kedua orang tuanya bersantai melihat Tv dan berjalan menghampiri orang taunya.


Mana dan Papanya memang sering kali berada dirumah hanya sesekali Papa pergi perusahaan jika memang ada urusan yang sangat penting atau hanya sekadar mengawasi usaha usaha Keluarga sebab semuanya sudah diurus oleh Rehan dan menantunya Angga. sedangkan Mama hanya sesekali pergi keluar dan berkumpul bersama teman temannya.


"pagi sayang" ucap kedua orang tau Yaya.


"sayang kamu mau pergi kemana hari ini"


"nggak tau Ma Yaya belum ounya rencana "


"apa kamu ikut Mama, Mama mau ketemu sama teman teman Mama, sekalian aja Mama kenalkan kamu sama teman Mama"


"enggak de Ma Yaya lagi males keluar, apa lagi ketemu teman temannya Mama"


"tapikan Mama belum pernah kenalan kamu sama teman Ma dari kecil kamu udah tinggal dibuat negeri"


"udah Ma kalau Yaya-nya nggak mau"


"ow iya sayang, kamu udah ada rencana mau kerja dimana?" tanya Papa


"Yaya masih belum tau Pa, Yaya juga masih milih milih"


ya keluarga davin adiputra wijaya memiliki beberapa bisnis dari perusahaan, hotel, Restoran, dan juga rumah sakit dan masih ada yang lainnya.


"rumah sakit RS GREN WIJAYA?"


"iya, lagiankan kamu sebelumnya sudah bekerja disana"


"ya boleh juga, lagian orang-orang disana juga enggak tau siapa aku" guma Yaya dalam hati


"ya baik lah Pa, besok Yaya akan memasukan lamaran"


"udah sayang kamu nggak usah repot-repot Papa akan mengurusnya"


"Pa Yaya udah sering bilangkan kalau Yaya nggak mau orang tau kalau Yaya adalah putri Papa apa lagi dirumah sakit tempat Yaya kerja Yaya ngak suka, sekalian Yaya mau masuk dengan kemampuan ku sendiri"


sejak dalu Yaya memang tidak suka jika banyak orang yang menggenalinya sebagai putri dari keluarga Wijaya pemilik perusahan terkenal didunia bisnis sebab jika orang tau ia adalah putri bungsu dari keluarga Wijaya maka sikap orang-orang akan berubah, semua orang akan menunjukan sikap yang hormat dan selalu ingin berteman dengannya ia akan selalu diperlakukan sangat istimewah itu membuat Yaya tidak suka. Yaya lebih suka jika orang-orang mengenalinya dia yang apa adanya sebab dengan begitu ia mampu mendapatkan teman teman yang tulus dengannya.


"biaklah sayang kalau memang kamu maunya gitu Papa nggak akan larang, lagian kalau masalah kemampuan kamu itu tidak diragukan lagi"


"makasih Pa, Yaya sayang sama Papa"


****


kring kring kring


suara telepon berbunyi diatas meja disebuah kamar itu dan diraihnya telpon itu dan menempatkannya ditelinga.


"halo sayang"

__ADS_1


"halo Kak Rina, kenapa?" jawab Yaya


"kamu lagi ngapain, lagi sibuk ngak?"


"enggak memangnya kenapa?"


"ya udah kamu kebutik Kak sekarang ya, bisakan"


"ya bisa, memangnya ada apa?"


"Kak lagi banyak kerjakan jadi kamu bisakan bantuan kak"


"iya bisa, bentar lagi Yaya kesan udah dulu ya... byyy"


setelah dua puluh menit menempuh perjalanan Yaya sampai di butik Rina yang letaknya tak begitu jauh dari kediaman Wijaya.


tok tok tok


"Kak" Yaya membuka sedikit pintu ruangan Rina


"masuk aja sayang" ucap Rina


"kamu kenapa sayang kok dateng-dateng wajahnya cemberut gitu?"


"nggak papa Kak, cuma aku betek aja tadi ketemu sama orang yang nyebelin"


"nyebelin gima"


flashback


bruk


"maaf" ucap Yaya yang menyadari kesalahnya jalan nggak liat liat sembari main hp


"lo jalan pake mata dong" ucap seorang pria yang Yaya tabrak


"santai aja dong lagian gue udah minta maaf" ucap Yaya yang terlihat kesal.


"lo kok malah nyolot sih... orang lo yang salah"


"iya gue tau tapikan gue udah minta maaf lagian lo juga papakan?" jawab Yaya dengan wajah semakin kesal dengan pria dihadapinya itu


flashback off


"makanya aku jadi sebel padahalkan aku udah minta maaf" ucapnya sembari duduk disofa yang ada diruangan kerja Rina


"oh iya kakak kenapa kayaknya pusing banget" tanya Yaya


"iya Kakak lagi pusing banget, Kakak ada janji sama seseorang untuk bawa rancangan gaun pernikahan di restoran xxx tapi kakak lupa kalau Kakak harus menunggu pesanan bahan bahan pembuatan gaun yang hari ini tiba sedangkan asisten kakak lagi cuti, jadi apa bisa kakak minta tolong kamu buat menunggu pesanaan kakak sekalian kamu cek juga barangnya soalnya itu barang penting disitu ada mutira, berlian dan lain lain untuk membuat gaun. kakak ngak bisa kasih kepercayaan kesembarangan orang"


"baiklah kakak tenang aja aku akan mengerjakanya"


"makasih ya adek kesayangan kakak... ya udah kakak berangkat dulu ya nanti kakak malah terlambat"


"baiklah" ucap Yaya tersenyum melihat kakaknya itu meninggal ruangan dengan tergesa-gesah.


*****

__ADS_1


__ADS_2